
Madrid, Spanyol
Beberapa hari kemudian..
Mobil mewah berhenti di depan pintu lobby perusahaan Dacutti yang berdiri megah di pusat kota Madrid.
Dua orang laki-laki tampan turun dari mobil tersebut. Keduanya langsung menuju lift khusus. Mereka adalah Moreno Anteras dan Alvaro Montana.
Morena yang sebelumnya sudah membuat janji pertemuan hari ini dengan pemilik perusahaan, secara mendadak mengajak Alvaro ikut dengannya.
Moreno yang sudah mengenakkan tag berwarna merah sebagai tanda bahwa ia tamu Dimitri Dacutti tidak mendapatkan kesulitan masuk ke perusahaan tersebut. Tanpa bertanya lagi keamanan langsung mempersilahkan masuk.
Ting
Pintu lift berhenti di lantai lima puluh. Sekilas Alvaro dan Moreno bertukar pandang, sebelum keduanya melangkahkan kaki menuju ruangan Dimitri.
"Hola buenas tardes señorita.(Halo, Selamat siang nona), Moreno Anteras ", ujar Moreno mengenalkan dirinya.
"Selamat siang tuan Moreno, anda sudah di tunggu tuan Dimitri. Mari saya antar keruangan tuan Dimitri", jawab sekertaris Dimitri saat melihat Moreno yang sudah mengenakan tag berwarna merah.
"Tuan Moreno, siapa yang bersama ada tuan? Maaf tuan, siapa pun yang masuk ke perusahaan Dacutti wajib mengenakan name tag..
"Nona cantik...Apa kau tidak mengenal laki-laki tampan di sebelah ku ini hem? Alvaro Montana. Pengusaha sukses dari Barcelona juga dari Paris. Wah, Jika bos nona...Ehm Magda, tahu tindakan nona lancang kepada tamu penting seperti tuan Alvaro Montana aku pastikan tuan Dimitri akan memecat mu dengan tidak hormat", ucap Moreno dengan nada ancaman pada sekretaris Dimitri yang terdiam dengan wajah pucat pasi.
__ADS_1
"Ehm... Maaf tuan Moreno, S-saya hanya menjalankan tugas saja. Saya mohon jangan laporkan tindakan saya tadi tuan", ucap Magda dengan nada memohon.
"Alright, sebaiknya kau antarkan kami menemui tuan mu!".
"Mari tuan ikuti saya", jawab Magda dengan hormat.
Alvaro dan Moreno saling mengedipkan sebelah matanya. Sambil mengikuti langkah kaki wanita di depan mereka yang mengetuk pintu dengan ornament dinding yang sangat mewah.
Pintu di buka laki-laki muda berwajah oriental.
"Maaf tuan Lee, tuan Moreno Anteras dan tuan Alvaro Montana sudah memiliki janji dengan tuan Dimitri", Ucap Magda.
Terlihat laki-laki muda yang di panggil Lee melebarkan pintu dan mempersilakan kedua tamu bosnya masuk. Dan mengantarkannya pada Dimitri Dacutti yang sedang duduk di kursi kebesarannya di tengah-tengah ruangan berukuran luas dan megah tersebut. Laki-laki itu sedang bekerja terlihat dari berkas-berkas yang ada di atas meja kerjanya.
Mendengar ucapan asistennya seketika Dimitri menghentikan pekerjaannya. Dan menatap lekat kedua tamunya yang sudah berdiri di depan meja kerjanya.
"Alvaro Montana?", ucap Dimitri menyandarkan punggungnya pada kursinya. Menatap lekat wajah Alvaro.
"Selamat datang di perusahaan Dacutti silahkan duduk", ucap Dimitri mempersilahkan Alvaro dan Moreno duduk di hadapannya.
"Suatu kehormatan bagi perusahaan Dacutti saat ini di kunjungi dua pengusaha muda yang sukses. Untuk tuan Moreno saya sudah paham tujuan nya datang kemari karena memang sudah masuk dalam jadwal saya. Namun untuk tuan Alvaro, ada hal apa hingga membawa anda menemuiku?", tanya Dimitri menatap tajam Alvaro yang juga menghunuskan tatapan tajam pada laki-laki paruh baya di hadapannya.
Alvaro menarik ujung bibirnya. Tangannya mengeluarkan sesuatu dari saku dalam jasnya. Sebuah amplop putih. Memberikannya ke hadapan Dimitri Dacutti yang segera mengambilnya dan membukanya.
__ADS_1
Laki-laki itu seketika merubah raut wajahnya. Terlihat ia melepaskan kacamata yang bertengger diwajahnya dan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.
"Bisa anda jelaskan maksud dari isi amplop itu tuan Dimitri Dacutti?"
...***...
MUMPUNG HARI SENIN, BAGI VOTENYA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA:
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1