MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MORENO-AUDRI ALVARO-LETHICIA


__ADS_3

Sesaat di dalam mobil..


Audri hanya menundukkan kepalanya, sesekali menatap keluar jendela mobil. Sementara Moreno mengendarai mobilnya dengan pelan mengulur waktu supaya lambat sampai ke hotel yang hanya berjarak ratusan meter saja dari pusat perbelanjaan.


Namun karena hujan deras tentu saja tidak bisa di tempuh dengan berjalan kaki.


"Apa kau sudah lama di pusat perbelanjaan itu?", tanya Moreno sambil menatap Audri.


"Iya tuan, sudah dari pagi tadi, tapi karna hujan deras akhirnya aku terdampar hingga siang", jawab Audri pelan.


Moreno mendelikkan matanya. "Kau ini harus berapa kali aku katakan jangan memanggil ku tuan. Memangnya ada hubungan apa antara kau dan Liam bisa akrab begitu", selidik Moreno menatap Audri sekilas.


"Tidak ada apa-apa tuan, kami hanya mengobrol biasa saja dan sahabat anda itu sangat lucu", jawab Audri tersenyum.


Mobil yang di kendarai Moreno melaju ke private parking area milik Moreno.


"Tuan Moreno...saya berhenti di sini saja, biar menggunakan lift saja ke kamar saya"


"Kau dan Liam mau kemana jam tujuh malam ini?", tanya Moreno dengan pertanyaan lain. Ia tidak menjawab ucapan Audri.


"Liam hanya mengajakku menikmati suasana malam di kota Madrid tuan", jawab Audri.


"Kau pergi dengan ku. Batalkan janji mu dengan Liam sekarang!", ketus Moreno dengan nada tegas dan menuntut.


Audri melebarkan matanya, menatap tajam laki-laki yang baru hari di kenalnya beberapa hari itu. "Kenapa saya harus membatalkan janji dengan Liam, tuan Moreno Anteras?".


"Karena kau tidak mengenalnya, Audri. Seperti apa sahabat ku itu".

__ADS_1


"Saya juga tidak mengenal anda tuan. Yang saya tahu kalian berdua adalah sahabat tuan Alvaro suami nona Lethicia", jawab Audri dengan tegas.


"Aku menyukai mu Audri. Aku menyukai mu saat pertama melihat mu di acara peresmian hotel milik ku malam itu. Aku ingin lebih mengenal mu", jawab Moreno spontan dan terdengar tegas.


Audri melebarkan kedua matanya mendengar penuturan Moreno. Tentu saja ia tidak menyangka Moreno akan mengungkapkan perasaannya seperti saat ini.


"Maukah kau, kita saling mengenal lebih dekat Audri? Berawal dari sini", ucap Moreno sambil memberikan handphone miliknya pada Audri. "Berikan nomor telepon mu", ucap Moreno menatap lekat wajah cantik Audri yang masih terlihat begitu terkejut mendengar perkataan Moreno yang menyatakan perasaan sukanya beberapa saat yang lalu.


Audri terlihat ragu-ragu, namun pada akhirnya ia ambil handphone Moreno dan mengetikkan nomor handphone pribadinya. Kemudian Audri memberikan kembali handphone itu pada pemiliknya.


Moreno tersenyum melihatnya. Keduanya turun dari mobil dan Moreno mengantar Audri menuju lift khusus miliknya.


Sebelum pintu lift tertutup rapat baik Audri dan Moreno saling melambaikan tangan mereka. "Aku akan menjemput mu malam nanti", ucap Moreno tersenyum.


Dibalas anggukan kepala Audri. Sesaat kemudian pintu lift pun tertutup rapat.


*


Sedari tadi Lethicia berada di balkon sambil menikmati cemilan dan susu hamil yang di rekomendasikan dokter untuknya.


Saat ini Lethicia berdiri di pagar balkon sembari menikmati suasana menjelang senja dengan view yang menampakkan kota Madrid dari lantai delapan puluh hotel mewah milik Moreno yang berada di pusat kota Madrid.


"Sayang, aku sedang malas makan di luar. Bagaimana kalau kita dinner romantis nya di sini saja. Di balkon ini?", jawab Lethicia sambil memberikan idenya.


"HM ... sepertinya ide mu menarik juga. Oke, aku setuju kita makan malam di sini. Aku akan meminta Hector dan Audri mempersiapkan semuanya. Tapi sebaiknya kita di kamar saja selama mereka bekerja, biar menjadi kejutan seperti apa suasananya nanti malam", ucap Alvaro sambil mencium lembut leher istrinya.


"Dan kau harus memakai pakaian seksi malam ini", bisik Alvaro dengan suara berat.

__ADS_1


Lethicia tersenyum mendengar permintaan Alvaro. Lethicia mengusap lembut lengan suaminya yang melingkar di perutnya.


"Aku tidak membawa pakaian seksi sayang, rencana awal kita di Madrid kan hanya satu hari saja. Jadi aku membawa baju seperlunya saja", ucap Lethicia.


Alvaro melihat jam tangannya. "Masih ada waktu dua jam lagi, aku akan mempersiapkan semuanya", bisik Alvaro ditelinga Lethicia.


...***...


Jangan lupa vote like komen kopi dan bunga ya 🙏


*


Yuk baca juga :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA**


__ADS_1


__ADS_2