
Mobil yang di kendarai Pedro sudah berhenti dengan di depan mansion. Dengan sigap keamanan berjaga-jaga di depan mansion itu.
Nikolas dan Tatiana turun dari mobil. Pelayan yang melihat kedatangan keduanya sangat terkejut saat melihat wajah Nikolas yang sangat mirip dengan Assensio yang biasa mereka panggil tuan muda. Tidak tampak perbedaan sama sekali dengan Assensio yang mereka kenal selama ini.
Selamat sore tuan, silahkan masuk", ucap pelayan dengan hormat pada Nikolas dan Tatiana.
Nikolas dan Tatiana tersenyum ramah. "Terimakasih", ucap Tatiana.
Nikolas dan Tatiana mengalihkan perhatiannya pada sebuah pigura berukuran besar di ruang tamu yang mereka masuki. Terlihat foto Nikolas saat wisuda bersama seorang laki-laki yang terlihat gagah. Nikolas tahu siapa laki-laki itu yaitu ayahnya. Ia banyak melihat foto-foto yang telah dikirimkan kakaknya Alvaro kepadanya sebagai terapi untuk membantunya mengingat kembali sebuah kenangan.
Di foto tersebut benar-benar membuktikan bahwa Nikolas adalah Assensio. Saat melihat foto itu tidak perlu tes DNA lagi, karena sangat mirip dengan Nikolas.
Nikolas juga melihat foto-foto yang lainnya. Banyak sekali wajahnya menghiasi dinding ruangan itu. Sementara kakaknya Alvaro hanya beberapa saja karena ia lama menetap di negara lain.
Tak berapa lama terlihat Alvaro menggengam erat jemari tangan Lethicia menuruni tangga lengkung yang terlihat langsung dari ruang tamu. Alvaro dan Lethicia langsung menemui Nikolas dan Tatiana.
"Kak..", ucap Nikolas penuh kehangatan memeluk tubuh Alvaro.
"Selamat datang di rumah mu, Assensio", ucap Alvaro memeluk erat tubuh adiknya.
Detik berikutnya Nikolas menatap Lethicia dan tersenyum ramah padanya. "Senang melihat mu lagi", ucap Nikolas sambil mengulurkan tangannya pada Lethicia.
"Aku juga senang melihat mu dan Tatiana berada di sini Assensio", jawab Lethicia tersenyum menyambut uluran tangan Assensio.
"Aku juga senang bertemu lagi dengan mu Lethicia", ucap Tatiana memeluk erat tubuh Lethicia.
"Wah, perutmu semakin membesar Lethi berarti sebentar lagi aku dan Nikolas akan memiliki keponakan kami".
"Iya sepasang bayi kembar", ucap Lethicia sambil mengusap perutnya.
"Oh ya... kau hamil kembar ?".
"Iya, Istri ku hamil bayi kembar. Kalian harus segera menyusul juga memiliki anak", ucap Alvaro memeluk pinggang Lethicia.
"Iya kak, aku dan Tatiana sedang berusaha untuk segera memiliki momongan", jawab Nikolas mengusap lembut punggung tangan istrinya yang sedari tadi bergelayut di pergelangan tangannya.
__ADS_1
"Permisi tuan Alvaro...tuan Montana sudah keluar dari kamarnya. Ia berada di dekat kolam", ucap salah satu pelayan.
"Iya Lupe. Kami segera ke sana", jawab Alvaro.
"Sekarang kita temui papa kita Assensio. Karena papa tidak bisa lama-lama duduk".
"Kenapa tidak tiduran saja, biar aku yang menemuinya di kamar", ujar Nikolas.
"Ini keinginan papa sendiri, ia sangat senang mengetahui kau kembali ke rumah ini", jawab Alvaro menepuk pundak adiknya.
Dari kejauhan Nikolas dapat melihat laki-laki tua bertubuh kurus duduk ditemani seorang perawat yang membacakan buku untuk nya. Sangat berbeda dengan laki-laki yang dilihatnya dipigura bersamanya tadi.
Alvaro menjelaskan penyakit kanker yang di derita ayah mereka. Nikolas mendengarnya dengan serius. Sementara Lethicia dan Tatiana berbincang akrab di belakang Alvaro dan Nikolas. Terlihat berulangkali Tatiana mengusap lembut perut iparnya itu.
Menit berikutnya...
"Pa, lihatlah siapa yang ada bersama kita saat ini", ujar Alvaro.
Montana menatap wajah-wajah yang ada di depannya. Kemudian fokus menatap lekat wajah Nikolas.
"Assensio..
"Pa, tenang lah. Ingat kesehatan papa", ucap Lethicia meminta Montana duduk saja. "Assensio yang akan mendekat pada papa".
Entah kontak batin atau apa tiba-tiba air mata Nikolas turun, saat melihat secara dekat ayahnya. Walaupun saat ini ia belum mengingat ayahnya itu sama sekali. Tetapi tiba-tiba air matanya langsung menetes membasahi wajahnya. Ia merasakan perasaan yang sangat sedih melihat kondisi papanya.
"Pa..", ucap Nikolas sambil memeluk tubuh tua dan kurus Montana yang juga menangis ketika bisa memeluk putra bungsunya Assensio lagi.
"Oh Tuhanku terimakasih kau kembalikan putra ku", Ucapnya bergetar.
Nikolas merasakan dengan lemah Montana membalas pelukannya.
"Apa papa sudah lelah? Sebaiknya kita kekamar saja. Tidak baik jika papa lama-lama duduk", ucap Nikolas berjongkok di hadapan Montana.
"Papa sekarang sehat nak, kau tidak perlu kuatir. Bagaimana keadaan mu sekarang? Apa kau sama sekali lupa dengan papa dan kakak mu Alvaro?"
__ADS_1
"Aku memang masih lupa, tapi percayalah sebentar lagi aku pasti akan mengingat papa dan kakak. Juga semua keluarga yang sangat menyayangi ku", jawab Nikolas mengusap lembut punggung tangan Montana.
"Oh ya, aku ke sini tidak sendirian. Aku akan mengenalkan seseorang yang sangat istimewa. Yang selalu membantu ku untuk segera mengingat semua memori ku. Ia istri ku Tatiana. Aku sangat mencintai nya", ucap Nikolas berdiri dan menggengam erat jemari tangan Tatiana, membawanya ke hadapan Montana.
Tatiana memeluk erat tubuh Montana. Saat memeluknya air mata Tatiana mengalir dari pelupuk matanya. "Senang sekali bisa berkenalan dengan papa, semoga papa bisa menerima kehadiran ku di keluarga ini", ucap Tatiana mengusap air matanya.
Tatiana dan Nikolas berjongkok dihadapan Montana.
Montana pun tak kuasa menahan air matanya. Ia menautkan tangan Nikolas dan tangan Tatiana. "Tentu saja papa merestui pernikahan kalian nak".
Nikolas dan Tatiana tersenyum sambil menggenggam erat jemari tangan Montana.
Melihat pertemuan mengharukan itu membuat Lethicia ikut terisak dengan linangan air mata. Terutama untuk kebahagiaan semuanya. Untuk kesehatan Montana, untuk Ia dan suaminya Alvaro juga untuk Assensio dan Tatiana.
Begitu pun Alvaro dengan mata berkaca-kaca ia memeluk erat tubuh Lethicia membawanya dalam dekapannya dan menenangkan nya. Alvaro mengusap air mata Lethicia.
Bagi Alvaro tidak ada yang lebih membahagiakannya saat ini yaitu berkumpul dengan orang-orang yang sangat di disayanginya. Tentu saja Keluarganya.
...***...
VOTE YA π
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA