
Moreno menghentikan mobilnya di depan sebuah restoran bertuliskan Bemundo Café .
"Ayo kita turun", ucap Moreno sambil membuka pintu mobil, sementara pintu sebelah Audri di buka seorang petugas parking. Moreno memberikan kunci mobilnya pada Valet parking.
Restoran yang terletak di pusat kota Madrid itu merupakan restoran mewah yang menyajikan menu sarapan, makan siang dan makan malam.
Moreno menggengam erat jemari tangan Audri masuk kedalam restoran. Terlihat pelayan menyapa dan memberikan salam dengan ramah pada Moreno. Sepertinya mereka sudah mengenal Moreno.
Pelayan mengantarkan keduanya kelantai dua. Moreno memilih out door room yang menyajikan pemandangan indah taman kota Madrid di pagi hari.
Moreno memilih tempat duduk di kursi sudut yang lebih privacy. "Kau mau makan apa? Makanan di restoran ini semuanya enak".
Audri terlihat memilih-milih menu. "Reno, bolehkah aku memesan banyak makanan? Perut ku benar-benar kelaparan", bisik Audri tanpa malu-malu di telinga Moreno yang duduk disampingnya. Audri hanya malu jika pelayan yang berdiri di depan meja mereka mendengar perkataannya.
Moreno tersenyum mendengarnya. Ia suka keterbukaan Audri, apalagi gadis itu begitu intim padanya.Tidak sungkan berucap. "Tentu saja kau boleh memesan apapun yang kau mau", balas Moreno mendekatkan bibirnya pada telinga Audri. Membalas bisikan gadis itu.
Pelayan yang melihat mereka begitu romantis tersenyum. Yang melihat gesture tubuh keduanya tidak akan menyangka jika keduanya belum menjadi sepasang kekasih.
Audri meminta Moreno memilihkan makanan dan minuman untuk nya. Sambil menunggu hidangan datang terlihat keduanya berbincang akrab. Moreno menopang wajahnya dengan tangan kanan melihat lekat wajah Audri saat gadis itu berbicara. Sesekali Moreno merapikan anak rambut di depan telinga Audri yang tertiup angin.
Tak lama berselang makanan yang mereka pesan datang.
Moreno memilih Toast dengan alpukat dan telur mata sapi yang masih terlihat juicy sudah jadi ciri khas menu sarapan pagi di Madrid.
Moreno juga memesan Ensaimada de mallorca yaitu kue manis berbentuk spiral yang dibuat dengan adonan ragi yang dipadukan dengan telur yang juga ditaburi dengan gula halus di atasnya.
__ADS_1
Untuk minuman nya Moreno memilihkan Audri Horchata, minuman yang tampak seperti susu namun sebenarnya minuman ini bebas susu. Dibuat dengan beras, almond panggang, sedikit kayu manis, dan diberi beberapa tetes jeruk nipis. "Minuman ini sangat segar dan enak, kau harus mencobanya", ucap Moreno sambil menaruh minuman di hadapan Audri.
"Terimakasih Moreno, ini sepertinya enak sekali. Aku pasti menghabiskan semuanya. Tapi setelahnya kau tidak boleh meledekku karena rakus memakan semuanya", cicit Audri sambil menyuapkan makanan kemulutnya.
Moreno tersenyum mendengar ucapan Audri. "Aku janji", jawab Moreno.
Tampak gadis itu memejamkan matanya. "HM...ini enak sekali Reno. Ahh aku suka sekali. Kau sangat hafal makanan enak di sini. Apa kau sering berkunjung kemari?", tanya Audri tanpa mengalihkan perhatiannya pada makanan yang sedang di nikmatnya.
"Iya, setiap datang ke kota ini aku dan teman-teman ku sering kemari".
"Teman wanita? Kekasih mu?", tanya Audri menatap Moreno yang menyeruput minumannya.
Moreno memilih Chocolate Caliente, susu coklat ala Spanyol yang benar-benar creamy. Dibuat dengan campuran susu dan tepung maizena yang dimasak hingga mendidih. Yang menjadikan Chocolate Caliente lebih kental dari susu coklat lainnya. Susu yang telah didihkan ini lalu dicampurkan dengan coklat dan gula, dimasak kembali hingga menjadi lebih kental dari sebelumnya.
"Seperti kita?", tanya Audri absurd.
Moreno tidak menjawab apapun. Laki-laki itu menaruh sendok dan pisau yang ia pakai untuk memotong makanannya di atas piring dan menatap lekat Audri. Moreno membawa ibu jarinya membersihkan saus pasta yang menempel di atas bibir Audri. Audri tercekat menerima perlakuan Moreno padanya.
Perut yang sudah berisi membuat akal sehat Audri kembali normal. Ia merasakan gelanyar aneh di tubuhnya. Bahkan merasakan kupu-kupu berterbangan di perutnya.
Untuk beberapa saat keduanya bertatapan.
Audri memutuskan tatapan intens tersebut pertama kali, gadis itu mengaduk-aduk minumannya menutupi perasaannya yang berkecamuk.
Audri sebenarnya tipe wanita yang cuek. Ia bukan tipe wanita yang mudah jatuh cinta. Bahkan saat mengetahui kekasihnya meninggalkannya dan lebih memilih mantan kekasihnya, dengan besar hati Audri melepaskannya. Ia tetap berpikiran positif, menganggap laki-laki itu bukan jodohnya. Ia tidak pernah menangisi kepergian Bastian kekasihnya yang sekarang sudah menikah dan bahagia dengan mantan pacarnya.
__ADS_1
Terlihat seorang pelayan menghampiri tempat duduk mereka sambil membawa seikat bunga mawar merah segar.
"Selamat pagi nona, anda mendapatkan kiriman bunga dari seseorang...
...***...
TINGGALLAH JEJAK KALIAN YA. VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
*
YUK BACA JUGA:
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1