MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENEMUI MORENO


__ADS_3

Pagi menjelang...


Sinar matahari menyinari bumi. Lethicia baru saja selesai mandi, sementara Alvaro masih tertidur pulas dengan tubuh tertelungkup memeluk bantal dengan tubuh bagian atas telanjang.


Sudah menjadi kebiasaan laki-laki itu saat tidur hanya menggunakan training panjang saja, sementara bagian atas tidak terbalut apa pun.


Lethicia tersenyum melihat suaminya seperti itu. Setelah pergumulan panas semalam dan mengulanginya lagi kala menjelang fajar ke duanya kelelahan. Namun Lethicia tidak bisa memejamkan matanya lagi karena merasakan mual.


Semenjak hamil, Lethicia acap kali mengalami morning sickness tapi tidak parah. Ia akan mengalami hanya satu hingga dua jam saja rasa mual dan muntah. Setelahnya keadaan tubuhnya normal kembali.


"Sekarang pukul tujuh, masih ada waktu dua jam lagi sebelum ke bandara,", ucap Lethicia sambil mengganti bathrobe dengan pakaian formal.


"Sayang ayo bangun, sudah pukul tujuh nih. Bersihkanlah tubuh mu, kemudian kita sarapan perut ku sudah lapar sekali", ucap Lethicia sambil menggoyangkan tubuh Alvaro yang masih tampak enggak membuka matanya.


"Varo...ayo bangun", ucap Lethicia lagi sambil menarik tangan suaminya.


"Hem.."


Alvaro membalikkan tubuhnya namun masih memejamkan matanya. Tingkah Alvaro itu membuat istrinya kesal.


"Sayang...kalau kau tidak bangun juga aku sarapan sendiri ya", ancam Lethicia sambil menarik tangan Alvaro.


Alvaro bangun dan duduk ditepi tempat tidur. Masih dengan mata terpejam dan malas-malasan. Sementara tangan Lethicia masih menarik tangan Alvaro.


"Alvaroo...", jerit Lethicia karena suaminya menarik tangan nya dan menarik pinggang, membawa tubuh Lethicia duduk ke pangkuannya.


"Morning kiss", ucap Alvaro menyatukan bibirnya pada bibir Lethicia yang lembab oleh lipgloss aroma buah Cherry yang manis.


"Kau harus membiasakan diri memberikan ciuman selamat pagi pada suami mu sayang", ucap Alvaro sesaat melepaskan tautan bibirnya.

__ADS_1


"Kenapa kau cepat sekali bersiap, hem", tanya Alvaro sambil mengusap lembut wajah istrinya yang merona karena sentuhan Alvaro sesaat yang lalu.


"Aku mengalami morning sickness sayang, sekalian mandi saja. Sekarang perutku lapar, aku sudah memesan sarapan pagi kita", jawab Lethicia.


"Baik. Sekarang aku mandi dulu, kau bisa makan dulu. Aku tidak mau istri dan anak ku kelaparan".


"Tidak apa-apa aku menunggu mu saja".


*


Audri sudah siap. Tidak ada koper ia hanya membawa handbag saja. Karena jadwal mereka sebenarnya hanya satu hari saja.


Audri terlihat cantik dan segar dengan setelan brazer berwarna biru muda dengan dalaman berwarna putih. Sementara rambut bergelombang ombre coklat miliknya di biarkan tergerai indah.


"Sebaiknya aku keluar kamar dan menunggu nunggu nona Lethicia di lobby saja. Aku bisa breakfast dulu di bawah", ucap Audri mengambil handbag serta handphone miliknya di atas nakas.


Namun ke dua netranya menatap jaket kulit berwarna coklat milik Moreno yang semalam di pakaikan pemiliknya ke tubuh Audri.


Audri melihat arloji dipergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul tujuh lewat tiga puluh menit.


"Masih ada waktu, sebaiknya aku antarkan saja langsung jaket ini ke kamar Moreno, siapa tahu ia membutuhkan jaketnya ini".


Dengan yakin Audri masuk ke lift khusus yang akan mengantarkannya ke kamar laki-laki itu. Moreno sudah memberinya izin menggunakan lift khusus itu dengan password.


Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke lantai paling tinggi di hotel berbintang itu.


Hotel dengan ketinggian lebih dari empat ratus meter tersebut sangat mengagumkan.


Ting..

__ADS_1


Audri keluar lift. Kedua netranya melihat lantai seratus hotel berbintang itu, yang keseluruhan lantai tersebut menjadi milik Moreno seorang. Terdapat kolam renang sendiri hingga pusat kebugaran serta taman dengan air mancur dan taman dengan bunga-bunga hias yang sangat indah.


Layaknya seperti rumah tempat tinggal sendiri. Sangat mengagumkan.


Audri terdiam di depan pintu.


"Apa ini salah? Aku menemuinya di area pribadi seperti ini", batin Audri terlihat berpikir.


"Apa sebaiknya aku turun lagi saja, mungkin kedatangan ku akan mengganggu Moreno yang sedang beristirahat..


...***...


...VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏...


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2