
BARCELONA, SPANYOL
Pesawat pribadi yang membawa pemiliknya Alvaro dan Lethicia sudah mendarat dengan sempurna di bandara El Prat.
Alvaro menggengam erat pinggang Lethicia saat berjalan dari ruang kedatangan menuju mobil yang sudah menunggu mereka.
Melihat pasangan suami-istri yang terlihat sangat serasi itu, membuat beberapa pasang mata berdecak kagum. Mereka tahu siapa Alvaro Montana pemilik perusahaan besar yang ada di kota mereka.
Saat keduanya sudah berada di dalam mobil, terlihat Alvaro membuka kacamata hitamnya.
Sebelum sopirnya melajukan mobilnya, Alvaro mengingatkan untuk mengendarai mobil dengan pelan dan hati-hati karena istri sedang hamil.
Sementara Hector izin pulang ke apartemennya terlebih dahulu. Jika ada hal penting ia segera menemui Alvaro di mansion.
Setelah empat puluh lima menit perjalanan, mobil yang dikendarai sopir Alvaro berhenti di depan mansion.
Selamat siang menjelang sore tuan Alvaro, nona Lethicia.
"Selamat siang", jawab Lethicia ramah.
"Dimana papa ku?"
"Tuan Montana ada di kamar bersama asistennya, tuan".
Alvaro menganggukkan kepalanya. "Sayang ayo kita temui papa dulu kemudian kau baru beristirahat. Aku harus menyampaikan berita kehamilan mu pada papa", ucap Alvaro pada Lethicia.
"Iya.
Alvaro dan Lethicia melangkahkan kakinya menuju kamar Montana.
Alvaro mengetuk pintu, sesaat Kemudian ia membuka handle pintu.
Montana yang melihat kehadiran putra dan menantu kesayangan nya, dengan semangat menyandarkan punggungnya pada sandaran tempat tidur.
"Nak, kalian sudah kembali dari Madrid?"
"Baru saja sampai pa", jawab Alvaro.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan papa", ucap Lethicia sambil mengusap lembut punggung tangan Montana.
Montana melukiskan senyuman di wajahnya. "Papa baik nak".
"Pa, ada hal penting yang akan kami sampaikan pada papa. Kabar ini semoga bisa membuat kesehatan papa lebih baik lagi", ujar Alvaro.
Montana menatap serius wajah Alvaro. "Kabar apa yang akan kalian sampai kan pada papa?"
"Sebentar lagi papa akan menjadi seorang kakek. Lethicia hamil Empat minggu", ucap Alvaro.
Seketika perubahan raut wajah Montana terlihat jelas. Laki-laki itu terlihat begitu antusias.
"Benarkah? Papa sebentar lagi akan memiliki cucu?", ucapannya begitu bahagia.
"Terimakasih. Papa sangat senang sekali mendengar berita yang kalian bawah dari Madrid. Jagalah calon cucu ku. Calon anak kalian Varo-Lethi".
"Lihatlah papa sekarang lebih bersemangat", balas Moreno sambil melebarkan kedua tangannya memeluk tubuh Alvaro dan Lethicia bergantian.
*
Malam semakin larut, Lethicia sedang membersihkan wajahnya di depan meja hias yang ada di walk in closet. Sementara Alvaro masih duduk bersandar di atas tempat tidur ia terlihat fokus dengan pekerjaannya. Kaca mata baca dan iPad menemaninya.
Lethicia beranjak dari tempat duduknya di depan meja hias dan bergabung bersama Alvaro di atas tempat tidur berukuran King size itu.
Melihat Alvaro masih sangat sibuk Dengan pekerjaannya, sementara hari sudah malam membuat Lethicia menyandarkan kepalanya pada paha suaminya.
"Kau sudah selesai dengan ritual mu, hem? tanya Alvaro tanpa mengalihkan perhatian matanya pada iPad.
"Apa kau masih sangat sibuk sayang? Aku ingin kau memelukku", rengek Lethicia sambil menarik tangan Alvaro ke tubuhnya.
Alvaro tersenyum mendengar permintaan istrinya itu, semenjak hamil Lethicia memang semakin bergairah dan semakin menyukai sentuhan Alvaro.
Bahkan Lethicia tak sungkan untuk memulai. Melakukan foreplay di tubuh Alvaro.
Seperti sekarang, jemari tangannya mengusap lembut milik Alvaro. Membuat laki-laki itu menghentikan aktivitasnya. Menaruh iPad dan kacamata baca di atas nakas.
"Sayang kau menginginkannya?", tanya Alvaro sambil mengusap-usap lembut puncak dada Lethicia yang menggunakan lingerie berbahan satin tipis.
__ADS_1
"Aku sangat menginginkan mu", bisik Lethicia menggoda Alvaro sambil menggigit bibir bawahnya. Begitu mengoda.
Tentu saja perbuatan Lethicia itu membuat jiwa liar Alvaro bergejolak seketika. Alvaro meremas kedua puncak Lethicia bergantian. Sementara bibirnya menyatu. Keduanya berciuman sangat panas. Hingga mengeluarkan suara lenguhan.
Lethicia duduk, mensejajarkan wajahnya dengan wajah Alvaro, dan melingkarkan tangannya pada leher suaminya yang bersandar di punggung tempat tidur.
Beruntungnya, Lethicia bisa langsung bergerilya menyusuri tubuh maskulin Alvaro karena sudah menjadi kebiasaan suaminya itu tidur tidak memakai baju.
"Ahh, sayang kau sangat menggoda ku. Sentuhan mu, aroma tubuh mu sangat aku sukai", racau Alvaro sambil menikmati sentuhan lembut tangan Lethicia.
Alvaro berdiri sesaat, laki-laki itu menanggalkan semua kain yang ada di tubuhnya. Begitupun dengan istrinya. Alvaro menarik panties rendah dan melemparkannya ke sembarang tempat.
Alvaro mengangkat tubuh Lethicia ke atas tubuhnya yang duduk di atas tempat tidur. Perlahan Alvaro menghentakkan miliknya ke inti Lethicia yang memeluk erat leher Alvaro.
"Akh...Sayang Ahh"
Ini yang pertama kalinya. Alvaro mengajak Lethicia bercinta dalam posisi duduk seperti itu. Berulangkali Lethicia men*esah hingga mengerang.
Sementara Alvaro sambil menghentakkan miliknya ia juga menyapukan lidahnya pada leher putih mulus Lethicia.
Sesaat kemudian, tanpa melepaskan penyatuan tubuh mereka. Alvaro terlentang sementara Lethicia bergerak dengan e*otis di atas tubuh Alvaro.
"Terus sayang jangan berhenti, kau nikmati sekali Lethicia", ucap Alvaro dengan suara berat. Sementara kedua tangannya meremas kedua gundukan kenyal yang bergerak mengikuti gerakan tubuh Lethicia.
Keduanya bertempur sangat liar mereguk kenikmatan bercinta. Saat Lethicia memperlambat gerakan pinggulnya, Alvaro lah yang bergerak cepat. Miliknya melesak hingga kedalam inti Lethicia. Membuat Lethicia semakin berteriak nikmat.
Hingga keduanya sama-sama mengalami orgasme bersamaan.
Milik Lethicia berkedut dan menghisap kuat inti Alvaro yang menyemburkan cairan hangat.
Terdengar erangan panjang Alvaro.
Tubuh keduanya terkulai dengan nafas tersengal-sengal. "Ah sayang , seperti nya besok aku harus membawa mu ke dokter kandungan yang ada di sini. Kita harus mengontrol kandungan mu. Aku tidak mau ada apa-apa dengan anak ku. Kita melakukannya setiap saat", bisik Alvaro sambil mengusap lembut perut istrinya.
"Apa kau tidak merasakan sakit apapun saat bercinta?", tanya Alvaro.
Lethicia menggelengkan kepalanya. "Justru sebaliknya, aku sangat menginginkannya".
__ADS_1
...***...
HAI, JANGAN LUPA VOTE HARI SENIN YA KAKAK2❤️