MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
PREPARE PERNIKAHAN AUDRI-MORENO


__ADS_3

"Reno.. Apa yang lakukan disini?", tanya Audri saat melihat Moreno berdiri di balkon ruang kerjanya, sambil menyesap wine.


"Kau sudah datang Audri. Aku akan mengajakmu fitting gaun pengantin, tapi lihatlah hujan sangat deras di luar. Apa kita tunda saja fitting gaun mu?".


"Iya tidak apa-apa juga, bukankah besok juga bisa Reno", jawab Audri mengambil gelas wine ditangan kekasihnya dan menaruh di meja kecil yang ada di balkon.


"Cuaca sangat dingin, aku perlu menghangatkan tubuh ku. Makanya aku minum wine", ujar Reno menatap Audri. Sebelum kekasihnya itu banyak tanya pada Moreno.


"Tapi sekarang sepertinya aku tidak perlu wine lagi sebagai penghangat tubuh karena ada kau, sayang", ucap Moreno menarik tengkuk Audri dan mencium bibirnya begitu bergairah. Tanpa aba-aba Moreno mengangkat tubuh Audri ala bridal style. Dan merebahkan tubuhnya diatas sofa berukuran besar yang ada diruang kerjanya.


Moreno langsung menyerang Audri dan mengungkung tubuhnya. Moreno menjelajahi rongga mulut kekasihnya itu hingga terdengar suara de*ahan Keluar dari bibir Audri.


"Moreno kita sedang di kantor mu, bagaimana jika ada yang masuk dan melihat kita".


"Aku tahu. Ini ruangan ku, tidak ada yang berani menggangu ku", jawab Moreno memeluk tubuh Audri.


"Reno sepertinya hujan sudah reda, sekarang juga baru pukul empat sore bukankah rumah mode itu tutupnya jam delapan malam. Kita bisa ke sana sekarang kan", ucap Audri sambil mengusap lembut rahang Moreno.


"Begitu ya, hm...tapi kau membuat ku enggan untuk pergi. Aku ingin menghangatkan tubuh ku Audri dengan berciuman dengan mu", balas Moreno menyatukan kembali bibirnya pada bibir Audri.


"Sstt... terdengar desisan dari mulut Audri.


"Ya ampun Reno. Apa kau tidak pernah bosan seperti ini. Kita selalu berciuman setiap hari kan bahkan setelah pernikahan kita kau bisa mencium ku setiap saat", balas Audri sambil melebarkan matanya.

__ADS_1


"Huhh... Alright, sekarang ayo kita fitting gaun pengantin mu", ucap Moreno tidak bersemangat. Laki-laki itu terlihat menyugar rambutnya. Moreno juga bingung hanya berciuman saja dengan Audri bisa membuatnya tidak mau mengerjakan aktivitas lainnya. Bahkan ia menunda semua pekerjaannya jika kekasihnya itu datang ke perusahaannya ini.


"Audri... seminggu setelah resepsi kita di sini, aku akan mengelar juga resepsi di kota kelahiran mu", ucap Moreno sesaat keduannya di dalam mobil menuju rumah mode untuk fitting gaun pengantin.


Sejenak Audri terdiam. "Kenapa kau tidak mengatakannya pada ku sebelumnya Reno? Kau selalu saja membuat kejutan. Apa kau selalu seperti ini orangnya? Mulai dari lamaran sekarang resepsi kedua kita kau baru mengatakan nya sekarang?", ujar Audri menatap Moreno yang sedang mengendarai mobilnya.


"Apa kau tidak menyukainya Audri?".


"Bukan begitu Reno. Tentu saja aku menyukainya. Tapi aku ingin setelah pernikahan, sebelum kau mengambil keputusan yang menyangkut kita berdua, kau harus membicarakan terlebih dahulu pada ku. Itu harapan ku pada mu Reno".


"Oke. Aku minta maaf karena baru saja memberi tahu mu tentang resepsi kedua pernikahan kita, semuanya karena tuan Alberto", ujar Moreno menepihkan mobilnya.


"Daddy?".


"HM...karena ayahmu. Ia bilang kau dari kecil menyukai pertunjukan banteng dan kau juga sebenarnya memiliki cita-cita seperti ayahmu menjadi seorang Torrero sejati. Tentu saja aku akan mewujudkan impian mu Audri meskipun hanya sebatas pertunjukan di resepsi saja", ucap Moreno.


"Iya Reno, aku sudah pernah mengatakan kepada mu bahwa aku pernah punya cita-cita menjadi seorang Torrero... Terimakasih sayang", ucap Audri memeluk erat tubuh kekasihnya. Ia sangat terharu mendengar Moreno Moreno mengadakan resepsi di kota kelahirannya dengan mengadakan pertunjukan matador.


Moreno mengangkat dagu Audri agar menatapnya.


"Apapun akan aku lakukan untuk membahagiakan mu sayang. Tapi aku tidak mengizinkan mu yang menjadi Torrero dipertunjukkan itu Audri. Kita hanya melihat dari podium saja pertunjukan itu. Ingat, walaupun kau mahir melakukannya tapi aku tidak mau kau coba-coba melawan banteng lagi dan membahayakan dirimu, hem", Ucap Moreno memastikan kekasihnya itu.


"Iya Reno, aku tahu. Sementara aku kuliah aku bukan seorang yang mahir lagi berhadapan dengan banteng", balas Audri tersenyum.

__ADS_1


"Kau itu gadis yang unik, zaman sekarang sudah jarang sekali menemukan orang yang tertarik menjadi Torrero. Apalagi kau seorang perempuan", ucap Moreno tersenyum menggelengkan kepalanya sambil melajukan mobilnya.


"Itu karena daddy yang melatih ku Reno, ayahku salah satu Torrero terkenal di di negara ini. Aku sudah terbiasa melihat pertunjukan ayah ku", jawab Audri tersenyum.


Moreno mengusap lembut wajah calon istrinya itu. Audri bukan saja cantik tapi juga sangat unik.


*


"Selamat sore tuan Moreno, nona Audri. Nona Silvia sudah menunggu di ruangannya", ucap salah satu stylist yang berkerja di rumah mode terkenal itu.


"Mari saya antar keruangan nona Silvia", ucapnya lagi.


"Terimakasih", jawab Audri. Keduanya mengikuti stylish itu yang membuka handle pintu sebuah ruangan. Dan mempersilahkan Audri dan Moreno duduk dihadapan wanita dewasa dan sangat glamor.


"Nancy...bawakan gaun nona Audri kemari", perintah Silvia pada anak buahnya itu.


Tak berapa lama Nancy membawakan gaun yang sangat cantik berwarna putih bersih. Audri terlihat sangat kagum dengan hasilnya.


"Gaun yang sangat indah", ucap Audri ketika ia mencobanya di ruang ganti.


"Apa nona Audri mau menambahkan lagi beberapa aksesoris di gaun ini, seperti batu permata yang akan menambah indah gaun anda?", ujar Silvia dengan ramah.


"Tentu saja. Buatlah gaun calon istri ku bertambah istimewa. Aku ingin melihat istri ku nanti benar-benar cantik dihari bersejarah kami", jawab Moreno.

__ADS_1


...***...


MAAF SLOW UPDATE, KARENA AUTHOR SEDANG DI LUAR KOTA PEKERJAAN RL πŸ™ DIUSAHAKAN TETAP UP WALAUPUN 1 BAB. TETAP DUKUNG YA KARYA INI πŸ€—


__ADS_2