
WARNING :
BAB INI FULL KONTEN 21++
TIDAK SUKA ATAU JIJIK, SILAHKAN SKIP π
Audri duduk di ujung tempat tidur membuka sabuk Moreno dan menurunkan celana panjang Moreno sambil mengenadahkan kepalanya menatap sayu wajah tampan Moreno.
Moreno menundukkan kepalanya mencium bibir Audri yang terbuka menantang itu. Audri berhasil menanggalkan semua kain yang menutupi tubuh maskulin Moreno.
"A-Ahh..
Tanpa sadar Audri mengeluarkan suara de*ahan saat melihat benda asing milik suaminya yang berukuran besar dan berdiri tegak tepat di depan wajahnya. Audri pertama kali melihatnya secara langsung. Ia dan teman-temannya dulu pernah melihatnya di film dewasa.
"Kau ingin menyentuhnya, hem?", tanya Moreno saat melihat istrinya itu tak berkedip melihat miliknya. Perlahan Moreno membawa jemari tangan Audri menyentuh miliknya.
"Usapkan jemari tangan mu sayang", bisik Moreno di telinga Audri.
Audri terlihat ragu-ragu. Tapi... sungguh ia penasaran ingin merasakannya. Audri menuruti perkataan Moreno. Perlahan ia mengusap-usap milik suaminya.
Hingga terdengar suara mengeram Moreno. "Oh Audri kau sungguh menggodaku sayang", ucapnya dengan suara berat.
Moreno mendorong tubuh Audri hingga terlentang di tempat tidur. Moreno kembali menindih tubuh istrinya.
Audri memeluk tubuh Moreno yang berada diatas tubuhnya. Tangan kokoh itu tak henti menyusuri setiap jengkal tubuh Audri. Mengakibatkan pemilik tubuh mengeluarkan suara bergetar dan lirih.
Moreno kembali membuai setiap jengkal tubuh Audri, mulai dari bibir turun ke leher jenjang. Turun lagi mencium kedua puncak kenyal bergantian, bahkan meremas dan menggigit.
Moreno benar-benar sangat pandai membangkitkan hasrat istrinya, benar-benar pemain cinta sejati, laki-laki itu bisa membuat pasangannya mabuk kepayang bahkan mengiba seketika
"Oh Reno, aku mohon Ahh...
__ADS_1
Audri tidak pernah menyangka rasanya senikmat ini saat di sentuh pusat tubuhnya. Audri kaget Moreno menggodanya seperti itu. Bahkan jemari tangannya mengusap lembut inti Audri. Membuat wanita itu mengerang tertahan.
"Milik mu sudah sangat basah sayang", bisik Moreno di depan bibir istrinya yang terbuka menantang itu.
Moreno memposisikan milik nya, siap masuk ke inti Audri.
"Wait sayang, lakukan pelan-pelan. Malam ini adalah yang pertama bagiku Reno. A-ku belum pernah melakukannya. K-kau yang pertama", ucap Audri pelan dengan suara terdengar bergetar.
Moreno menatap lekat wajah cantik Istrinya yang terlihat pucat meskipun makeup sisa resepsi masih menempel di wajahnya. Namun Audri terlihat memucat.
Moreno terkejut mendengar pengakuan Audri. Yang baru saja di dengarnya. "Kau masih virgin?", ujar Moreno seakan tidak percaya. Selama ini ia tidak pernah menyangka Audri masih perawan. Moreno pikir Audri tidak mau bercinta sebelum pernikahan hanya sebuah prinsip saja, namun bukan berarti ia masih perawan. Moreno tidak pernah menanyakan alasan Audri tidak mau bercinta dengannya sebelum pernikahan, tetapi Moreno sangat menghormati keputusan Audri.
Dengan wajah terlihat tegang, Audri menganggukkan kepalanya pelan.
Moreno menatap intens wajah istrinya itu. "Oh sayangku, kau akan membuat ku sebagai laki-laki yang paling bahagia malam ini", bisik Moreno kembali me*umat bibir ranum Audri.
Turun terus kebawah hingga ke inti Audri. Moreno membenamkan wajahnya pada pusat inti Audri memainkan lidahnya di sana. Moreno ingin merasakan seluruh tubuh istrinya hingga kedasar-dasarnya.
Audri berteriak saat merasakan sakit teramat sangat. Audri memohon pada suaminya untuk berhenti, ia memohon tidak di lanjutkan permainan malam ini. "Ahh sakitt sekali...aku tidak tahan sayang. K-ita coba lain waktu saja", lirih Audri sambil merintih dan memejamkan matanya. Audri menggigit bibir bawahnya bergantian dengan pundak Moreno.
"Bertahanlah sebentar sayang, sakit nya tidak akan lama", bisik Moreno memenangkan istrinya yang merasakan kesakitan teramat sangat.
Beberapa kali percobaan Moreno gagal melesakkan miliknya pada inti Audri yang masih ada penghalang, membuat Moreno kesulitan menebusnya.
Hingga percobaan ke tiga milik Moreno baru berhasil melesakkan ujung intinya. Tapi Audri sudah semakin menjerit menahan kesakitan. Bahkan ia sekuat tenaga mendorong tubuh Moreno yang berada diatasnya. Audri benar-benar tegang saat ini.
"Sebentar lagi sayang bertahanlah", bisik Moreno sambil me*umat bibir Audri yang bergetar menahan rasa sakit teramat sangat. Moreno Merayunya, tak henti mengucap kata cinta di telinga istrinya itu untuk mengurangi rasa sakit teramat sangat yang dirasakan tubuh Audri. Moreno bergantian melahap bibir atas dan bawah istrinya. Pada akhirnya perjuangan itu berbuah baik, milik Moreno berhasil memasuk sepenuhnya pada inti Audri. Audri menjerit dan merintih. Suaranya terdengar sangat menyayat. Terlihat buliran bening keluar dari ujung mata Audri. Moreno menatap istrinya dengan tatapan memujanya. Ia kembali me*umat bibir Audri mengurangi rasa sakit yang di rasakan istrinya.
Walau bagaimanapun Moreno tahu kesakitan yang di rasakan Audri yang baru saja kehilangan perawan nya.
Sesaat Moreno mendiamkan miliknya tanpa bergerak. Moreno ingin mengurangi rasa sakit yang di alami Audri. "Bertahanlah sayang, sakitnya hanya sebentar saja. Aku akan membuatmu merasakan kenikmatan yang sempurna malam ini", bisik Moreno sambil menggerakkan pinggulnya perlahan.
__ADS_1
Audri memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya. Ia mulai merasakan sensasi nikmat tubuhnya akibat penyatuan itu.
Apa yang di ucapkan Moreno ternyata benar. Sakit itu hanya sementara, selanjutnya Audri mendapatkan rasa nikmat tiada tara.
Perlahan Moreno menggerakkan pinggulnya maju-mundur perlahan, lama kelamaan ia menambah temponya. Membuat rintihan kesakitan Audri berganti dengan erangan dan de*sahan.
"Oh R-eno..
"A-ku benar-benar mencintaimu, sayang", ucap Audri di sela rintihan menahan gairah tubuhnya saat Moreno menghentakan semakin dalam miliknya pada inti Audri.
Malam semakin panjang, terdengar lenguhan tertahan Moreno dan Audri. Keduanya bermandi keringat ketika memacu kegiatan yang menguras tenaga itu. Air conditioner tidak membantu sama sekali, keringat bercucuran di tubuh keduanya.
"Ohh Audri, kau benar-benar nikmat sayang", bisik Moreno saat merasakan miliknya akan meledak ketika milik Audri menghisap kuat intinya.
"Aku sangat mencintai mu sayang, Ahh Audri..", racau Moreno sambil menekan kuat miliknya saat menyemburkan banyak cairan miliknya ke inti Audri.
Audri menjerit ketika merasakan miliknya berkedut lagi saat merasakan semburan cairan hangat memasuki intinya. "Akh.." Audri memeluk erat punggung Moreno.
Keduanya terkulai sambil berpelukan. Audri menyentuh dada Moreno mengusapnya perlahan.
"Apa kau menyukai tubuh suami mu, hem?", tanya Moreno sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya itu.
Audri menindih tubuh Moreno dan me*umat bibirnya dengan lembut. "Ya aku menyukainya. A-pa lagi milik mu A-ku sangat menyukainya, meskipun menyakiti ku", ucap Audri terlihat malu-malu namun ia tidak sungkan untuk berkata jujur. Bahkan sekarang ia kembali merayu suaminya itu.
Sesaat kemudian..
"Ah shitt kau menggodaku lagi sayang", ujar Moreno dengan suara berat dan serak. Sentuhan-sentuhan lembut jemari-jemari Audri mampu membangunkan miliknya lagi. Hingga Moreno memintanya lagi dan lagi. Audri pun akhirnya terbuai kembali. Keduanya sama-sama menginginkan nya lagi. Kali ini dengan posisi bercinta yang berbeda. Audri bergerak erotis di atas tubuh Moreno.
Moreno sangat menikmatinya. Berulangkali ia melenguh. "Ahh Audri kau benar-benar membuatku bahagia malam ini sayang...
...***...
__ADS_1