MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
KEJUTAN MORENO UNTUK AUDRI


__ADS_3

Waktu terus bergulir..


Langit sore sudah beranjak senja. Seperti janji Moreno beberapa jam yang lalu, Moreno mengajak Audri melihat menara Eiffel dari dekat. Bukan hanya sekedar melihat dari dekat saja, namun ternyata Moreno mengajak Audri dinner di lantai dua tower menara Eiffel. Mereka tidak perlu menunggu berjam-jam untuk masuk antrian ke sana karena Anderson sudah melakukan reservasi beberapa jam yang lalu sesuai perintah Moreno.


Menara Eiffel berada di wilayah “Champ de Mars” Paris, di tepi Sungai Seine. Tingginya tiga ratus meter lebih dan terbuat dari besi tuang. Menara Eiffel berdiri menjulang di antara bangunan-bangunan yang terlihat begitu rendah di sekitarnya.


Malam semakin larut..


Setelah selesai menikmati hidangan makan malam. Moreno mengajak Audri ke puncak menara Eiffel. Tentu saja Audri tidak menolaknya, seperti ceritanya waktu kecil ia sangat penasaran seperti apa puncak salah menara tertinggi di dunia itu.


Lagi-lagi mereka langsung masuk tanpa harus antri terlebih dahulu. Bahkan terlihat antrian panjang orang-orang yang ingin masuk dan melihat suasana kota Paris di malam hari. Menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung apalagi wisatawan asing seperti Audri.


"Disini sangat indah dan romantis sekali Reno. Ini yang pertama kalinya aku masuk ke puncak Eiffel. Aku sudah beberapa kali mengunjungi Paris tapi tidak pernah masuk ke sini. Aku hanya mengambil foto dari pelataran menara saja", ucap Audri begitu kagum melihat kota Paris dari lantai dua tower menara Eiffel apa lagi jika melihat dari puncaknya. Pasti sangat indah sekali.


Audri sangat antusias dan bersemangat. Bahkan ia berlari meninggalkan Moreno mendekati jendela dan berdiri di sana melihat pemandangan di luar.


"Amazing. Spectacular. Very beautiful".


Tiga kata kagum yang Audri ucapkan saat melihat semuanya. Moreno tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


"Apa kau menyukainya hem?", tanya Moreno sambil melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Audri yang berada di depan tubuhnya. Moreno mencium harum rambut kekasihnya itu. Harum floral bunga-bunga yang wangi semerbak. Sementara Audri menyandarkan kepalanya pada dada bidang Moreno sambil mengusap lembut kedua lengan kekasihnya itu yang berada di perutnya.


"Aku sangat menyukai, Reno. Ini yang pertama kalinya untuk ku melihat kota romantis ini dari puncak menara Eiffel. Sungguh seperti mimpi ku saat masih kecil dulu", jawab Audri tersenyum sambil mengenadahkan wajahnya menatap Moreno yang ada dibelakangnya.


Moreno mendaratkan sebuah kecupan sayang pada bibir Audri.


"Paris adalah kota cinta. Jadi tidak salah jika Menara Eiffel menjadi impian mu sejak dulu sebagai tempat untuk berbagi kasih dengan orang yang kau cintai Audri", Ucap Moreno sambil membalikkan tubuh Audri menghadapnya.


Tiba-tiba Moreno berlutut dihadapan Audri dan memasangkan cincin bertabur permata berlian diatasnya ke jari manis Audri yang terkejut dengan perlakuan Moreno itu.


"Audri mi amor (sayangku), malam ini dengan latar belakang panorama kota romantis Paris yang menakjubkan ini, aku Moreno Anteras melamar mu".


Pada akhirnya keduanya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung di sana. Apa lagi setelah tahu siapa laki-laki yang sedang berlutut itu adalah Moreno Anteras yang sangat terkenal di kota Paris, mereka tidak mau ketinggalan segera menghidupkan kamera handphone masing-masing dan merekam moments sakral tersebut yang mereka lihat di depan matanya langsung. Menjadi suatu keberuntungan bagi mereka yang berada di puncak tower menara Eiffel malam ini. Menjadi saksi hidup Moreno Anteras yang melamar kekasihnya di atas puncak menara Eiffel.


Audri tak bergeming, tangan kanannya menutupi mulutnya yang terbuka karena tidak menyangka Moreno melamarnya saat ini. Audri benar-benar tidak menyangka nya. Lebih tepatnya tidak menyangka impian waktu kecil terwujud saat ini.


"Mi Amor?", ucap Moreno menunggu jawaban Audri yang berdiri mematung. Sementara jemari tangan Moreno masih menggenggam jemari tangan Audri yang telah melingkar cincin berlian di jari manisnya.


"Sí...Sí (Ya) Moreno aku bersedia menjadi istri mu, aku bersedia menghabiskan sisa umur ku bersama mu Reno. Aku mencintaimu sayang. Sangat mencintaimu", Ucap Audri dengan suara bergetar namun terdengar tegas dan yakin.

__ADS_1


Morena langsung berdiri dan memeluk tubuh Audri, mencium bibir Audri yang terasa bergetar dang dingin. Begitu juga Audri membalas ciuman mesra itu sambil melingkarkan tangannya pada leher Moreno.


Dengan latar belakang panorama kota Paris yang menakjubkan menjadi saksi bisu lamaran Moreno pada Audri


"Aku sangat senang dan bahagia sayang. Aku tidak menyangka kau melamar ku seperti ini dan di tempat ini sayang ," ucap Audri pada Moreno dengan suara bergetar sambil menangis bahagia.


Pengunjung yang melihat pemandangan romantis didepannya bersorak dan bertepuk tangan bahkan yang membawa pasangan pun ikut terhanyut. Ikut memeluk dan mencium pasangan masing-masing. Seorang pemain biola memainkan musik lembut dan romantis. Moreno yang menyiapkan semuanya. Juga saat salah satu petugas membawa sebuket mawar merah Moreno mengambilnya dan memberikan nya secara khusus pada Audri yang lagi-lagi dibuat terharu. Bahkan terlihat balon-balon berbentuk hati dibawa seseorang dan dibagikan kepada pengunjung, menambah suasana romantis di sana.


Audri tidak bisa menahan rasa bahagia dan terharunya yang menguasai dirinya saat ini. Perasaan sentimentil tiba-tiba melandanya. buliran-buliran bening menyentuh wajah cantiknya. Tentu saja tangisan bahagia. "Oh Reno aku adalah wanita paling bahagia saat ini. Terimakasih sayang. Aku mencintaimu. Mencintaimu sepenuh hati ku".


Audri tidak menyangka Moreno akan melamarnya seperti ini. Melamarnya di kota Paris, kota cinta. Seperti impiannya waktu kecil dulu. Membayangkan ia di lamar di puncak menara Eiffel. Ternyata terwujud.


"Terimakasih Reno, kau membuatku sangat bahagia", ucap Audri sambil memeluk erat tubuh kekasihnya itu.


"Dan aku akan selalu membuat mu bahagia Audri. Selamanya", jawab Moreno sambil menyatukan bibirnya pada bibir Audri. Keduanya berpelukan erat meluapkan kebahagiaan.


...***...


GIMANA NIH MENURUT KALIAN PROSES LAMARAN MORENO ?❤️

__ADS_1


__ADS_2