
Terlihat orang suruhan Lee Jae menghampiri Liam dan Raffaella, hendak memisahkan keduanya..dua orang hendak memegang lengan Liam dan dua orang lagi hendak menarik tangan Raffaella memisahkan dari Liam.
Sebelum hal itu terjadi Liam menendang keduanya. Begitupun Raffaella spontan memelintir tangan laki-laki suruhan ayah Liam hingga menjerit kesakitan. Raffaella menendang keras bo*ong laki-laki suruhan Lee Jae hingga terhuyung kedepan.
Terlihat orang-orang yang hadir menjerit dan menjauh ke sudut ruangan luas mansion itu. Lee Jae berteriak memanggil semua orang-orang nya yang ada diluar mansion. Agar menarik Liam dan menahannya. Namun saat orang-orang Lee hendak masuk menuruti perintah bos mereka, mereka di cegat bodyguard yang dibawa Liam.
Kemampuan bela diri dan boxer bodyguard Alvaro lebih segala-galanya, berapapun jumlah orang-orang Lee Jae mampu di tumbangkan dengan mudah hingga tak berkutik.
Sementara enam orang suruhan Lee pun tak bisa menghadapi Liam dan Raffaella. Semua orang-orang yang melihat keduanya tak bergeming sedikitpun dari tempat mereka berdiri.
"Kau tidak akan pernah bisa memaksakan kehendak mu pada ku! Berhentilah memikirkan perjodohan bisnis bullshit kalian ini! Dan kau dengar ucapan ku, tuan Lee Jae...Kau tidak akan pernah melihat ku dan anak-anak ku", teriak Liam menarik tangan Raffaella hendak pergi dari sana. Meninggalkan semuanya. Keluarganya dan kenangan di negara kelahirannya itu. Bagi Liam sangat menyedihkan.
"Liam...jangan pergi nak. Mama tidak sanggup lagi jika kau pergi menjauh dari mama, nak", isak Yo-Ina berurai air mata.
Terlihat asisten Lee Jae meminta semua orang di sana pergi meninggalkan ruangan itu. Sementara Lee Jae terduduk di sofa berwarna coklat tua dengan tangan mengusap dagunya.
Mendengar isakan tangis sang mama membuat Liam menghentikan langkahnya.
Yo-Ina berurai air mata memeluk sang putra. "Mama merestui kalian. Mama tidak mau kehilangan dirimu lagi nak", ucap Yo-Ina.
Yo-Ina mengalihkan perhatiannya pada Raffaella. "Mama merestui mu, dampingi lah putra ku selamanya. Buatlah ia bahagia", ucap Yo-Ina sesenggukan sambil memeluk tubuh Raffaella.
__ADS_1
Tiba-tiba kedua mata Raffaella menghangat, perasaannya benar-benar terharu mendengar ucapan Yo-Ina. Raffaella membalasnya, pelukan hangat Yo-Ina. "Iya ma. Aku berjanji akan membuat Liam bahagia", lirih Raffaella.
"Belum selesai juga kalian bersikap dramatis di hadapan ku? Jangan pernah kembali kehadapan ku anak kurang ajar. Bagi ku kau sudah mati..!"
"Cukup Lee Jae! Kau membuat ku muak.Tiga puluh lima tahun aku bertahan di samping mu demi nama baik demi pengakuan orang-orang akan keberhasilan mu dalam bisnis dan keluarga yang terlihat harmonis di luaran sana.Tapi semua itu hanya kebohongan dan kepura-puraan. Kau tidak pernah berubah Lee Jae. Kau tidak pernah puas!".
"Kau sudah memiliki segalanya Lee Jae. Harta, uang, kekuasaan.Tapi anak kita hanya satu Lee Jae... hanya Liam. Aku tidak akan membiarkan kau merenggut kebahagian putra ku, Lee Jae!", teriak Yo-Ina histeris sambil memukul-mukul bahu suaminya.
"Aku tidak mau menghabiskan masa tua kita di rumah besar ini sendirian. Aku tidak mau bergelimang harta tapi tidak ada kebahagiaan", Ucap Yo-Ina terduduk di lantai disamping sofa yang diduduki suaminya.
Melihat itu semua, Liam bergegas menarik tubuh mamanya untuk berdiri.
"Hyun Ki, keruang kerja sekarang!", ketus Lee Jae beranjak dari tempat duduknya meninggalkan istrinya dan Liam.
Liam membantu mamanya duduk. Ia berlutut dihadapan sang mama menghapus air mata Yo-Ina sambil menggenggam tangannya.
"Tenang lah, ma. Aku tidak akan pernah meninggalkan mama. Mama bebas menemui ku kapanpun yang mama inginkan. Hanya saja aku tidak bisa berlama-lama berada di sini karena aku menghormati papa, walau bagaimanapun ia tetap ayah ku. Aku tidak mau sampai kami bertengkar terus-terusan saat bertemu seperti sekarang. Aku berusaha menghindari berselisih dengannya. Jadi biarlah aku pergi kembali ke Paris mengurus perusahaan yang aku dirikan sendiri", ucap Liam mengeratkan genggaman tangannya pada Yo-Ina.
"Dalam waktu dekat aku dan Raffaella menikah, aku dan Raffaella sangat senang jika mama bisa datang menghadiri pernikahan kami", ucap Liam begitu lembut dan penuh kasih sayang pada mamanya.
"Tentu saja mama akan datang, nak. Mama tidak akan melewatkan hari istimewa kalian", ucap Yo-Ina mengusap lembut wajah putra kesayangannya.
Sementara Raffaella memeluk erat bahu wanita paruh baya yang sangat baik padanya. Air mata Raffaella menetes karena terharu. Ia juga ingat akan mamanya yang sudah tiada ketika memeluk Yo-Ina.
__ADS_1
"Aku berjanji akan membuat putra mu bahagia..
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏
*
YUK BACA JUGA:
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1