MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MEMBUAT ADONAN YANG PAS


__ADS_3

MAAF YA UPDATE MALAMπŸ™, JGN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA πŸ™πŸ€—


*


Prang..


Pranggg...


"Brengsek kau Leonardo, ternyata kau mempermainkan aku. Laki-laki tua bangka berani kau mempermainkan aku bajingan", teriak Giselle di sebuah kamar hotel mewah di pusat kota Barcelona.


"Nona Giselle tenangkan diri nona, ingat kesehatan nona. Hipertensi nona nanti bisa melonjak", ucap Ana asisten Giselle menenangkan atasannya yang sedang mengamuk dengan membanting gelas dan botol wine yang ada di meja sudut hingga pecah.


"Tua bangka itu mempermainkan aku, Ana. Katanya ia akan membantu ku memisahkan wanita itu dari Alvaro. Tapi kenyataannya tua bangka Leonardo tidak melakukan apa-apa. Kau lihat sendiri kan semua rencana ku gagal".


"Aku membuat kekacauan di galeri wanita itu, hanya hitungan menit sudah teratasi oleh Alvaro. Aku mengadakan konferensi pers...di detik terakhir akan mulai, pihak acara itu tiba-tiba membatalkan konferensi pers yang akan aku buat untuk menghancurkan nama baik wanita itu".


"Aku yakin semuanya karena campur tangan Alvaro. Aku tahu kekuatan Alvaro tidak di Paris mau pun di sini laki-laki itu sangat berkuasa", Ketus Giselle sambil meminum wine dari gelasnya hingga tandas.


"Nona, sebaiknya anda istirahat saja dulu. Jangan banyak minum alkohol itu tidak baik untuk kesehatan nona.Tuan Gagarin dan nyonya Casandra bisa memarahi saya karena tidak menjaga anda", ujar Ana mengingatkan Giselle.


"Kau saja yang istirahat, aku tidak akan tidur malam ini. Aku akan mencari keberadaan tua bangka Leonardo itu Ana. Sewa orang untuk membuatnya jera berurusan dengan ku", perintah Giselle sambil menatap tajam kearah depan.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu honey. Apa lebihnya wanita yang telah kau nikahi itu. Ia bekas istri adik yang kau benci, bisa-bisanya kau mau menikahi nya Alvaro", ketus Giselle dengan kesal sambil menatap foto-foto ia dan Alvaro.


"Aku merindukan mu honey".


*


"Selamat malam tuan-nona", sapa seorang pelayan yang melihat kedatangan Alvaro dan Lethicia. Hari sudah beranjak senja. Keduanya baru pulang dari galeri Lethicia.


Sejak kejadian Giselle membuat kegaduhan di galeri Lethicia, Alvaro setia menemani istrinya itu hingga selesai bekerja.


"Sayang, naiklah ke atas, jika kau lelah. Aku mau melihat papa dulu", ucap Alvaro melepaskan tangannya pada pinggang istrinya.


"Aku akan ikut dengan mu melihat papa. Ayo".


"Hm...Maaf nona makan malam anda dan tuan di hidangkan di bawah atau di bawa ke kamar anda?", tanya pelayan dengan sopan.

__ADS_1


"Kami sudah makan di luar, jadi tidak perlu kau siapkan lagi makan malam", jawab Lethicia tersenyum.


"Baik nona, kalau begitu saya permisi", ucap pelayan dengan sopan.


Lethicia menganggukkan kepalanya. Kemudian ia memeluk erat lengan Alvaro bersama melihat Montana.


*


"Papa .. bagaimana keadaan papa hari ini", tanya Alvaro sambil beranjak membetulkan selimut ke tubuh Montana.


"Wajah papa terlihat lebih segar", ucap Lethicia sambil mengusap lembut punggung tangan Montana.


Terlihat wajah Montana tersenyum mendengarnya. Tapi sebenarnya yang membuat laki-laki tua itu


senang sekali karena melihat kebahagiaan dan keharmonisan Alvaro dan Lethicia.


"Papa baik nak, kalian tahu sekarang papa lebih bersemangat hidup melihat kalian berdua bahagia. Dan yang paling papa inginkan yaitu melihat anak kalian lahir ke dunia ini. Itulah impian terakhir papa, Varo-Lethi".


"Papa ingin melihat cucu papa, sebelum papa pergi".


"Papa..Jangan bicara seperti itu", jawab Lethicia.


"Bukankah begitu sayang?", tembak Alvaro langsung pada istrinya yang terdiam.


"E..eh i-iya. B-banyak cucu untuk papa", jawab Lethicia tersenyum singkat.


*


"Kita harus memenuhi permintaan papa", ujar Alvaro langsung menyerang Lethicia saat tiba di dalam kamar.


"Ssttt, Lethicia berdesis. Begitu suaminya menyatukan bibirnya pada bibir Lethicia.


"V-Varo, kita belum membersihkan tubuh kita. Ini jorok sekali, Varo", ucap Lethicia merapatkan bibirnya.


"Kau selalu wangi meskipun belum mandi", jawab Alvaro sambil melepaskan dress ketat Lethicia.


Begitu pun Lethicia membuka satu persatu kancing kemeja suaminya.

__ADS_1


Alvaro membuka pengait bra berwarna hitam, pun panties warna senada yang menutupi dada dan inti Lethicia. Sementara pekerjaan Lethicia belum selesai melucuti pakaian suaminya, Alvaro mengangkat tubuh Lethicia yang sudah telanjang tanpa satu benang pun menempel di kulit putih mulus nya.


"V-Varo kau mau apa?"


"Kita mandi bersama supaya hemat waktu" bisik Alvaro di telinga Lethicia. Sementara Lethicia merapatkan dadanya pada dada bidang Alvaro.


Tiba di kamar mandi mewah itu, Alvaro mendudukkan tubuh Lethicia di kursi sudut. Sementara Alvaro mengisi bathtub berukuran luas tersebut. Tak lupa Alvaro menuang essentials aromaterapi lavender sangat pas untuk menciptakan suasana romantis dengan pasangan.


Alvaro menarik tangan Lethicia untuk masuk ke bathtub terlebih dahulu. Sementara Alvaro membuka sabuk dan celana panjangnya hingga teronggok di lantai.


Lethicia tahu suaminya itu sengaja memperlambat membuka boxer yang menutupi intinya, Alvaro sengaja menggoda Lethicia.


Namun ternyata Alvaro berhasil menghipnotis Lethicia. Jemari lentik Lethicia menurunkan boxer berwarna hitam yang menutupi milik suaminya yang sudah terlihat begitu sesak.


Begitu boxer terlepas seperti milik Alvaro seperti terbebas di cakrawala. Lethicia menggenggam milik Alvaro dan mengusapnya dengan lembut. Beberapa saat Alvaro membiarkan Lethicia bermain dengan miliknya yang semakin menegang.


Menit berikutnya Alvaro bergabung dengan istrinya masuk ke dalam bathtub dan mengangkat tubuh Lethicia ke atas tubuhnya. Tanpa ampun Alvaro menyodokkan miliknya dari bawah dengan kecepatan penuh. Membuat Lethicia mengeluarkan suara lenguhan, de*ahan dan erangan yang memenuhi kamar mandi itu. Bahkan cipratan air tumpah ke luar bathtub.


"Oh, Ah Varo. Milik mu begitu besar sayang, aku menyukainya", racau Lethicia.


"Sekarang gerakan pinggul mu Lethi, yeah seperti itu. Ahh Lethicia ini sangat nikmat", ucap Alvaro dengan suara berat.


"Oh shittt milikmu menghisap milik ku sangat kuat sayang. Tunggu sebentar lagi", ujar Alvaro sambil menurunkan tubuh Lethicia. Alvaro menghentakan kembali miliknya dari belakang tubuh Lethicia sementara kedua tangan Alvaro meremas dada Lethicia memainkan puncaknya


"Akh-- Varo ahh, Ahh... tubuh ku rasanya mau meledak sayang. Oh Varo kau selalu menggoda ku", terdengar racauan Lethicia yang lagi-lagi mengalami pelepasan. Kali ini berbarengan dengan milik Alvaro yang menyemburkan cairan hangat ke dalam inti Lethicia.


Percintaan di bathtub ini yang pertama kali bagi Alvaro dan Lethicia. Aromaterapi lavender benar-benar bekerja sangat sempurna, mampu membuat keduanya kembali terlena.


Alvaro mengusap lembut punggung putih Lethicia dan mengecupnya. Sementara Lethicia mengikat rambutnya keatas dengan acak. "Aku menyukai semua yang ada di tubuh mu", Ucap Alvaro sambil mengecup punggung Lethicia.


Keduanya menyelesaikan ritual berendam bersama.


Kau tidak usah memakai apapun malam ini, kita harus membuat adonan yang benar, agar cucu papa cepat jadi di sini", ucap Alvaro mengusap lembut perut istrinya.


Lethicia melototkan matanya. Hanya bisa pasrah mendengar ucapan Alvaro yang akan memintanya lagi dan lagi.


...***...

__ADS_1


Untuk hari ini cukup ya 4 bab. Sampai jumpa besok lagi πŸ™ Jika ada typo besok revisi nya πŸ€—


__ADS_2