MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
TUNTUTAN ASSENSIO PADA TATIANA


__ADS_3

Barcelona, Spanyol


Hari sudah menjelang senja. Langit berwarna biru kian meredup berganti berwarna oranye dan kelam.


Sudah beberapa jam yang lalu Assensio dan Tatiana tiba di Barcelona. Saat Assensio hendak menemui ayahnya ternyata Montana sedang tertidur. Assensio tidak tega untuk membangunkannya, ia hanya melihat dari depan pintu saja.


Assensio sedang merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Sementara Tatiana menerima telpon dari asistennya.


Sesaat kemudian Tatiana menghampiri suaminya duduk di tepian tempat tidur.


"Sayang, ayo kita temui papa. Mungkin papa sudah bangun", ucap Tatiana sambil mengusap lengan Assensio yang berada diatasnya perutnya.


"Ada apa asisten mu menelpon di hari libur begini,hem?"


"Menanyakan soal pekerjaan", jawab Tatiana.


Huhh... Assensio menarik nafasnya dalam-dalam.


"Tatiana, aku bukannya tidak menyukai pekerjaan mu itu. Tapi jika weekend begini kau tidak usah mengurusi pekerjaan sayang. Aku ingin kau menikmati hari libur mu. Kau jangan terlalu lelah".


"Jika kau terlalu sibuk bekerja kita akan tertunda memiliki anak. Aku sudah sangat menginginkan memiliki anak dengan mu", ucap Assensio menggenggam tangan Tatiana.


"Iya sayang, aku tahu. Kau tahu aku juga sangat menginginkan anak kita. Tapi mau bagaimana lagi, semenjak kau memegang perusahaan mu sendiri hanya aku yang menjalankan perusahaan Dacutti, sementara daddy lebih banyak beristirahat", ucap Tatiana meminta pengertian suaminya.


"Aku tahu. Saat kita kembali ke Madrid nanti, aku akan melihat jadwal mu. Aku tidak mau saat hari libur kau masih di sibukkan dengan urusan pekerjaan", tegas Liam.

__ADS_1


"Aku akan membantu mu di perusahaan mulai sekarang! Tidak ada bantahan lagi", tegas Assensio menatap wajah cantik istrinya yang terdiam tak bergeming.


"T-Tapi pekerjaan mu sangat banyak, Assen. Perusahaan mu saat ini maju pesat".


"Bukan masalah, Hernan asisten ku bisa di andalkan. Yang aku kuatirkan adalah diri mu Tatiana", ucap Assensio menarik tubuh Tatiana kedalam pelukannya.


"Ia sayang, aku akan menuruti semua perkataan mu. Aku mencintaimu sepenuh hatiku", ucap Tatiana mengangkat sedikit wajahnya.


Kedua tangan Assensio membingkai wajah istrinya dan menyatukan bibirnya pada bibir Tatiana yang terbuka. Assensio membalikkan tubuh istrinya mengungkungnya.


Assensio me*umat bibir Tatiana bergantian menghisap bibir atas dan bawah istrinya yang membalas ciuman tak kalah panasnya juga.


Jemari tangan keduanya sama-sama saling melucuti pakaian pasangannya. Tatiana mengusap bahu hingga otot dada suaminya. "Aku sangat menyukai tubuh mu sayang", bisik Tatiana bergairah.


"Kau boleh menyentuh sesukamu" balas Assensio dengan suara berat sudah di dilingkupi hasrat yang membara.


"Akh sayang..Ahh". suara erangan lolos dari bibir Tatiana.


Tidak hanya sampai di situ saja, lidah Assensio turun terus kebawah membenamkan wajahnya di inti Tatiana yang berwarna merah muda, bersih dan sangat terawat. Assensio tahu istrinya itu selalu melakukan perawatan mahal untuk organ sensitifnya. Tatiana benar-benar ingin membahagiakan suaminya dalam urusan ranjang.


"Oh sayang, Ahh.."


Tatiana mengelijang menahan dorongan gairah akibat sentuhan suaminya dipusat tubuhnya. Tatiana menekan kepala Assensio seolah meminta lebih.


Assensio kembali me*umat bibir Istrinya. Sementara Tatiana mengusap milik Assensio yang sudah berdiri tegang. "Ah, Tatiana...Oh sayang", racau Assensio saat merasakan lidah Tatiana menjilat miliknya seperti permen lollipop yang terasa sangat nikmat.

__ADS_1


Tidak sampai di situ saja buaian Tatiana membuat Assensio mengeram, sesaat Assensio merasakan istrinya mengulum miliknya hingga dalam. "Oh tatiana...


Assensio sudah tidak tahan lagi, ia membalikkan istrinya. Dan bersiap memasuki inti Tatiana dari samping. Sesuai petunjuk dokter jika menginginkan anak kembar sering-seringlah bercinta dengan posisi miring.


Assensio mengarahkan miliknya pada inti Tatiana, sementara jemari tangan kiri Assensio bertautan dengan jemari Tatiana.


"Akh..."


Tatiana menjerit saat merasakan milik Assensio menerobos masuk ke intinya. Assensio menggerakkan pinggulnya perlahan. Semakin lama semakin kuat dan dalam.


De*ahan dan suara erangan memenuhi kamar mewah mereka. Assensio menambah hentakan-hentakannya ke inti Tatiana sementara tangan tangannya meremas kedua gundukan kenyal istrinya bergantian.


Menit berikutnya, Assensio berbisik sambil menciumi tengkuk Tatiana. "Woman on top", ucapnya sambil merubah posisi terlentang dan mengangkat tubuh Tatiana keatas tubuhnya.


Kedua tangan Tatiana menekan dada Assensio dan mulai menggerakkan pinggulnya perlahan, semakin lama semakin cepat. Assensio sangat menikmati setiap gerakan istrinya. Tatiana sangat seksi seperti itu.


Hingga terdengar lenguhan panjang dari bibir Tatiana yang terbuka dan tak henti men*esah dan mengerang. Assensio tahu istrinya mendapatkan pelepasan saat tubuh Tatiana menegang dan lunglai. "Bertahanlah", ucap Assensio .


Kali ini laki-laki itu menghentakkan miliknya dengan keras pada inti Tatiana yang menindih tubuh Assensio. Erangan Tatiana terdengar lagi. "Akh Assen, kau sangat kuat sayang", racau Tatiana mencium bibir Assensio yang membalasnya dengan liar. Hingga Assensio merasakan milik istrinya menghisap kuat pusat tubuhnya.


Sementara Tatiana melenguh panjang saat merasakan semburan cairan hangat memenuhi intinya. Keduanya langsung terkulai, sehabis bercinta panas yang selalu membuat pasangan suami-istri itu ketagihan melakukannya.


Assensio mendekap tubuh istrinya. Sementara Tatiana dengan nafas tersengal-sengal memejamkan matanya. Bercinta dengan Assensio selalu membuatnya kelelahan dan langsung tertidur nyenyak.


Sementara Assensio sehabis bercinta, selalu betah menatap wajah polos dan rambut kusut Tatiana. Termasuk menatap tubuh telanjang istrinya itu. Bahkan dengan melihatnya saja miliknya bisa berdiri lagi".

__ADS_1


...***...


__ADS_2