MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
KEDATANGAN GISELLE


__ADS_3

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


*


Lethicia masih berada di ruang kerjanya setelah tim majalah bisnis Lacoste pergi. Ia sedang berbincang dengan Audri asistennya yang masih tidak percaya Alvaro sebagai pemilik majalah itu.


Sementara Álvaro sudah dari tadi pergi ke perusahaannya karena ada meeting penting.


Audri menceritakan perasaan pada Lethicia, bagaimana kuatir nya ia jika Lethicia tidak datang wawancara.


"Maafkan saya nona Lethicia, saya benar-benar tidak tahu bahwa tuan Alvaro adalah pemilik perusahaan majalah itu", ucap Audri terlihat konyol.


"Audri, sudah berapa kali kau mengatakan itu. Sudah lah lupakan saja. Aku juga baru tahu bahwa majalah itu milik suamiku pada saat kami tiba di Mallorca beberapa hari yang lalu".


"Nona, aku juga minta maaf karena mengira berkat aku nona terpilih oleh majalah itu, tapi nyatanya aku tidak melakukan apapun. Semuanya berkat tuan Alvaro sehingga nona bisa di wawancarai di galeri ini", ucap Audri lagi.


Lethicia tersenyum mendengarnya. "Kau juga yang terbaik, aku tidak meragukan itu. Kau sangat cerdas Audri, aku bangga pada mu", balas Lethicia dengan tulus.


Tok tok tok


Tok tok tokk


Lethicia dan Audri bertukar pandang ketika ada yang mengetuk-ngetuk pintu hingga beberapa kali seperti itu.


Audri membuka pintu dan terlihat keamanan galeri di depan pintu ruang kerja Lethicia.


"Nona... telah terjadi incident di galeri. Seorang pengunjung mengamuk dan memecahkan beberapa keramik berharga", ujar keamanan yang terlihat panik dengan nafas menderu.


Tanpa pikir panjang Lethicia bangkit dari tempat duduknya melangkahkan kakinya menuju ruang galeri.


Dari kejauhan terdengar suara perempuan berteriak kencang. "Di mana pemilik galeri ini!"


Sesaat kemudian..


"Ada apa ini, kenapa kau mencari ku dan merusak keramik-keramik di galeri milik ku ini?", ketus Lethicia dengan tegas.

__ADS_1


"Ooh jadi kau orangnya, wanita yang merebut kekasih ku Alvaro hah?!", seru wanita cantik dan seksi berambut blonde.


Lethicia sejenak terdiam dan berpikir. "Jangan-jangan dia...", batin Lethicia mengeryitkan alisnya.


Terlihat wanita itu mendekati Lethicia. "Kau wanita tidak berguna. Berani merebut kekasih ku. Rasakan ini!", teriaknya hendak menampar wajah Lethicia.


Namun tangan itu di tahan dengan keras oleh Raffaella.


"Jika kau berani menyentuh nona Lethicia, kau akan berhadapan dengan ku", ketus Raffaella dengan tegas.


"Siapa kau, jangan ikut campur urusan antara aku dan ja*ang ini brengsek"


"Nona Giselle, sebaiknya kita pergi nona", ucap wanita lainnya dalam bahasa Prancis.


"Diam kau Ana, urusan ku di sini belum selesai", teriak wanita yang di panggil Giselle.


"Aku peringatkan kau, sampai kapan pun aku tidak akan melepaskan Alvaro kepada wanita seperti mu", hardik Giselle sembari hendak menghancurkan lagi keramik-keramik yang di pajang.


Namun tindakannya kali ini gagal, karena Raffaella mencengkram dengan kuat tangan Giselle dan terlihat para pengawal yang berjaga-jaga di luar segera masuk setelah mengetahui ada kekacauan di dalam galeri.


"Bawa wanita ini keluar. Kalian ingat wajahnya jangan biarkan ia mendekati area galeri ini", perintah Raffaella dengan tegas sambil menghempaskan tubuh Giselle dengan kekuatan penuh hingga terjerembab kelantai.


"Kau...Apa yang sudah kau lakukan pada nona Giselle", teriak wanita yang di panggil Ana, ia tidak terima Raffaella bertindak kasar pada Giselle yang merupakan atasannya.


"Gunakan otak mu itu, siapa yang memulai kekacauan di sini hah? Bawa pergi teman mu ini sebelum aku menghajarnya", seru Raffaella.


"Mari nona, silahkan tinggalkan tempat ini", ucap salah satu keamanan sambil mencengkram lengan Giselle dan Ana.


"Jangan menyentuh ku bajingan!", teriak keduanya berbarengan.


"Urusan kita belum selesai, Lethicia. Kita akan segera bertemu lagi la*cur", teriak Giselle sambil memberontak dari cengkeraman laki-laki bertubuh tegap yang merupakan orang suruhan Alvaro untuk menjaga galeri istrinya itu.


Huhh.. Lethicia menarik nafas dalam-dalam.


"Tutup galeri sementara, sembari membersihkan kekacauan ini", ucap Lethicia masih terdengar normal.

__ADS_1


"Baik nona", ucap Audri. Ia segera memerintahkan petugas menutup galeri sementara. Dan memerintahkan cleaning servis membersihkan pecahan keramik, ulah Giselle.


"Nona, tapi keramik-keramik yang di pecahkan wanita itu adalah yang terbaik", ujar Audri terlihat sedih.


"Aku tahu. Kau hitung berapa kerugian kita. Dan laporkan kejadian ini pada pengacara Xavi", tegas Lethicia.


"Jika diperlukan, kita bisa menuntut wanita tadi", ujar Lethicia.


*


Alvaro baru saja selesai meeting di perusahaan rekan bisnisnya. Saat ini ia dan Hector sedang berada di dalam mobil yang dikendarai sopirnya.


Terlihat Héctor sedang berbincang di telpon. Tak lama Héctor memutuskan pembicaraan.


Sesaat kemudian Hector memberitahu apa yang terjadi di galeri Lethicia pada Alvaro.


"Tuan telah terjadi kekacauan di galeri nona Lethicia, seorang wanita bernama Giselle mengamuk hingga memecahkan keramik-keramik yang dipajangkan di galeri nona Lethicia", ucap Hector menjelaskan dengan rinci pada Álvaro.


"Apa...?!


...***...


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2