
Mobil yang di kendarai Pedro berhenti di depan mansion. Alvaro turun dari mobil tersebut melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Selamat siang tuan", sapa pelayan yang melihat kedatangan Alvaro.
"Dimana istri ku?"
"Nona Lethicia ada di taman dekat kolam tuan", jawab pelayan dengan hormat.
"Lanjutkan lah pekerjaan mu aku akan menemui istri ku", jawab Alvaro berlalu.
Dari kejauhan Alvaro menatap Lethicia sambil meluruskan kakinya di atas sofa taman. Terlihat istrinya sedang membaca buku sambil menikmati cemilan dan jus buah.
Lethicia terlihat sangat segar dan seksi dengan shot pant berbahan karet dan kaos longgar berwarna putih yang memperlihatkan satu bahunya yang terbuka. Sementara rambut panjangnya di gelung keatas dengan seadanya saja.
Lethicia tidak menyadari kehadiran Alvaro yang sedang menatapnya seperti ingin menelanjangi tubuhnya saja. Alvaro tak tahan melihat istrinya begitu menggairahkan seperti itu. Ia melangkahkan kakinya diam-diam mendekati tempat Lethicia duduk yang membelakanginya.
"Kau sedang apa disini, hem?", ucap Alvaro dengan suara berat memeluk leher Lethicia dari belakang. Alvaro mencium lembut leher Lethicia yang terkejut dengan kehadiran suaminya itu.
"Aw sayang... kapan kau datang", tanya Lethicia memiringkan kepalanya merasakan hembusan nafas Alvaro di lehernya membuatnya geli.
Seakan menulikan pendengarannya Alvaro menyapukan lidahnya pada leher hingga mengigit pelan telinga Lethicia.
"Sayang kita sedang di taman, nanti ada yang melihat", ucap Lethicia sambil mengusap lembut wajah Alvaro yang sedang membenamkan wajahnya pada tengkuk Lethicia. Menghirup harum tubuh istrinya itu.
"Aku tidak tahan melihat mu begitu seksi seperti ini", ucap Alvaro dengan suara serak. Lethicia tahu suaminya itu sudah di kuasai gairah yang membuncah.
"Aku bosan seharian dikamar terus Varo, aku senang bersantai di sini sambil membaca buku kehamilan dan menikmati cemilan yang sudah di buat bibi Sofia", jawab Lethicia.
"Sekarang temani aku kekamar", bisik Alvaro sambil mengigit telinga Lethicia.
"Kau mau apa Varo, aku belum meminum jus apel milik ku"
"Ah shitt... nanti saja meminumnya Lethicia. Aku sudah tidak bisa menunggu lagi. Rasanya tidak enak", ujar Alvaro sambil menarik tangan Lethicia untuk bangkit dari duduknya dan menarik tangannya mengikuti langkah kakinya.
__ADS_1
"Kau ini, apa kau pulang cepat hanya karena ini Varo?"
"Lantas aku harus bagaimana, apa aku harus menyalurkan hasrat ku pada orang lain?"
"Arghh Varo kau ini..."
Jika sudah begitu sudah di pastikan Lethicia tidak bisa menolak kebutuhan batin suaminya yang tiba-tiba muncul di saat yang tidak tepat baginya.
*
Ditempat terpisah..
"Tatiana apa kau benar-benar akan menghadiri jamuan makan malam Alvaro Montana?", tanya Nikolas menatap tidak suka pada gadis dihadapannya.
"Tentu saja. Aku terkesan dengan pertemuan pertama ini pada pemilik perusahaan Montana", ketus Tatiana tanpa perduli dengan Nikolas yang berkacak pinggang di hadapannya.
"Kau jangan memancing emosi ku Tatiana", balas Nikolas menahan intonasi suaranya agar tetap normal.
"Kenapa? Apa kau sangat marah Nikolas? Asal kau tahu wanita manapun pasti menginginkan laki-laki sempurna seperti Alvaro Montana. Bukan laki-laki lemah tetapi tidak mau memperbaiki dirinya untuk membahagiakan pasangan", seru Tatiana dengan suara lantang meninggalkan Nikolas seorang diri di ruang tamu presidential suite room hotel tempat mereka menginap selama di Barcelona. Tatiana mengunci pintu kamar.
"Apa yang terjadi dengan ku sebenarnya. Aku tidak mengingat masa lalu ku sama sekali namun samar-samar aku bisa mengingat beberapa bayangan singkat seolah-olah aku pernah mengalaminya".
"Lethicia...Nama itu selalu terlintas di kepalaku", ucap Nikolas memijat keningnya.
Ada apa dengan nama Lethicia sebenarnya. Kenapa hatiku begitu bergetar saat mendengar nama itu..?"
*
"Lethicia, malam ini aku ingin mengajak mu menghadiri jamuan makan malam yang di adakan oleh perusahaan Montana. Setelah siang tadi perusahaan melakukan kerjasama dengan perusahaan dari Madrid", ucap Alvaro sambil memeluk tubuh istrinya setelah menghabiskan waktu intim beberapa saat yang lalu.
"Varo, aku malas pergi kemanapun. Kau juga sekarang membuat ku kelelahan", jawab Lethicia tidak berminat. Jemari tangannya mengusap lembut perut rata Alvaro.
"Tidak apa-apa kan, jika aku tidak menemani mu?"
__ADS_1
"Benarkah kau tidak mau menemani ku? Rekan kerja ku itu wanita yang sangat cantik. Apa kau tidak akan marah melihat ku menghabiskan malam beberapa jam bersama Tatiana?", pancing Alvaro dengan suara berbeda saat menyebutkan nama TATIANA.
Lethicia menghentikan aktivitas tangannya di perut suaminya itu. Lethicia mendudukkan tubuh polosnya menatap tajam kedua mata Alvaro.
Melihat istrinya kesal seperti itu, sebenarnya Alvaro menahan tawanya. "Kenapa kau menatap suami mu seperti itu, hem?", goda Alvaro sambil mengusap lembut puncak dada Lethicia.
"Kau menyukai rekan bisnis mu itu, Varo? Kau pulang cepat dan memintaku melayani mu karena kau bergairah pada rekan bisnis mu yang bernama Tatiana itu hah?", ketus Lethicia hendak beranjak dari tempat tidur.
Alvaro tidak bisa menahan tawanya lagi, ia suka melihat istrinya itu marah dan cemburu.
"Hentikan tawa mu itu! Kau brengsek Alvaro Montana..", teriak Lethicia turun dari tempat tidur dengan tubuh telanjang. Ia tidak perduli dengan kondisinya. Alvaro benar-benar membuatnya kesal. Lebih tepatnya Cemburu. Hatinya begitu panas mendengar suaminya menyebutkan nama wanita itu dengan cara berbeda.
"Aku harus berdandan secantik mungkin malam ini, aku tidak mau suamiku melihat wanita lain. Selain diri ku", ucap Lethicia sambil berendam di di bathtub menghilangkan rasa penat tubuhnya.
...***...
UDAH ADA SEDIKIT BAYANGAN KAN APA YANG TERJADI? 🤔
BTW... ADA IDE/MASUKAN UNTUK CERITA PERTEMUAN MEREKA MALAMNYA? YUK LANJUT KOLOM KOMENTAR YA.
*
BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA