MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
VISUAL FIVE COUPLES


__ADS_3






Pesawat yang membawa rombongan Alvaro dan Lethicia sudah parkir dengan sempurna di bandara Manises Valencia.


Satu persatu penumpang keluar pesawat. Alvaro menggenggam erat tangan Lethicia. Keduanya menggunakan kacamata hitam. Di belakangnya diikuti Fernandez dan Carla yang terlihat romantis.


Sementara Liam masih duduk di dalam pesawat menunggu Raffaella yang sedang berganti pakaian. Pada akhirnya selama penerbangan Raffaella tidak bisa bergerak kemanapun karena Liam menghukumnya.


POV (LIAM-RAFFAELLA SELAMA TERBANG)


"Pakai saja pakaian itu sampai mendarat nanti. Bukankah kau sendiri yang menginginkan memakainya", ucap Liam meledek Raffaella saat pesawat masih terbang di atas ketinggian.


Liam tahu Raffaella tersiksa memakai pakaian pramugari itu.


"Kau ingin menyiksa ku Liam? Kau masih marah dan dendam pada ku?", ketus Raffaella beberapa waktu yang lalu.


"Tentu saja aku akan membalas mu dan teman-teman ku", bisik Liam di telinga Raffaella.


"Tapi kau sudah mencuri ciuman dari ku, kita impas. Aku sudah menembus kesalahan ku", jawab Raffaella melebarkan kedua matanya.


"Itu beda lagi. Itu hukuman karena kau bersekongkol dengan teman-teman ku. Sekarang hukumannya karena kau sudah membodohi ku, membuat pikiran ku galau. Kau membuat perasaanku kacau beberapa hari ini. Jadi kau harus bertanggung jawab", seru Liam memasang kacamata hitamnya sambil merebahkan tubuhnya pada kursi yang sudah diturunkannya.


"Itu urusan mu, Liam. Jelas-jelas tidak ada hubungannya dengan ku", ketus Raffaella setengah berbisik membalas ucapan Liam.


"Kau yakin tidak bohong? Aku tahu kau juga merasakan perasaan seperti ku kan. Aku bisa merasakan tubuh mu gemetaran Raffa saat ku cium. Kau menginginkan nya juga kan. Atau kau mau mengelak? kita bisa membuktikannya lagi sekarang di hadapan semua orang", ketus Liam melancarkan tantangannya pada Raffaella yang terlihat kesal.


"Iss, menyebalkan sekali", gerutu Raffaella pelan. Namun Liam masih bisa mendengarnya. Senyuman puas terlukis di wajah tampan laki-laki berkulit putih bersih itu.


Pada akhirnya Liam membuat Raffaella tak dapat berkutik selama pesawat masih mengudara di atas ketinggian. Raffaella harus tersiksa dengan pakaian ketat milik salah satu pramugari.


Sementara Liam tersenyum puas sambil memejamkan matanya duduk di samping Raffaella yang hanya bisa mengalihkan perhatiannya keluar jendela dengan perasaan dongkol.

__ADS_1


POV SELESAI


*


Terlihat Raffaella sudah selesai mengganti pakaian pramugari dengan pakaian casual, kaos oblong dan celana jeans berwarna hitam. Sementara rambutnya hanya di ikat ala kadarnya saja. Gadis itu menggunakan kacamata hitam menutupi wajahnya yang cemberut karena menahan kekesalannya.


Menyadari Raffaella sudah selesai berganti pakaiannya, Liam berdiri dari tempat duduknya. "Kita langsung ke mobil saja", ujar Liam menatap lekat Raffaella yang tidak bergeming.


"Tanpa aba-aba Liam langsung menggenggam erat jemari tangan gadis itu. Keluar dari pesawat menuju ke ruang kedatangan, dimana mobil yang di sediakan Moreno untuk menjemput teman-temannya sudah menunggu.


"Liam aku ikut mobil yang lain saja. Kau saja naik mobil ini", ucap Raffaella ketika melihat mobil mewah dengan sopir sudah duduk di belakang kemudi.


Huhhh... Liam menghembuskan nafasnya dalam-dalam. "Kau ini keras kepala sekali. Kau bersamaku. Atau kau mau bergabung dengan Héctor dan lima bodyguard Alvaro itu. Kau mau duduk dipangkuan salah satunya? Atau kau mau mengganggu dua pasangan itu?", jawab Liam menunjuk pasangan Alvaro dan Fernández yang hendak masuk mobil masing-masing.


Jawaban Liam benar sekali, batin Raffaella. "HM..mau tidak mau aku harus ikut Liam, dari pada bersama para bodyguard itu".


*


"Audri...", teriak Lethicia dan Raffaella. Saat sampai di resort yang akan menjadi tempat mereka menginap selama seminggu di Valencia. Moreno sengaja mengajak teman-temannya menikmati waktu untuk berlibur sejenak dari rutinitas pekerjaan yang padat.


"Ah, Lethicia Raffaella...aku merindukan kalian. Rasanya sudah lama sekali kita tidak bertemu", ucap Audri tersenyum bahagia. Memeluk Lethicia dan Raffaella bersamaan.


"Hai Carla, selamat bergabung bersama kami", ujar Audri memeluk tubuh Carla yang terbilang tinggi.


"Hai Audri, aku ucapkan selamat atas pernikahan mu dan Moreno. Senang sekali aku bisa bersama kalian", jawab Carla dengan ramah. Empat wanita cantik itu langsung akrab. Berbincang dan tertawa bersama. Ke empatnya duduk di sofa yang ada di lobby resort yang di sewa Moreno. Sementara para laki-laki berbincang-bincang bersama di sudut ruangan sambil menikmati minuman.


"Apa aku sudah melewatkan sesuatu? perbincangan kalian Sepertinya sangat seru". Suara lembut menginterupsi pembicaraan keempat wanita-wanita cantik dan fashionable itu.


Keempatnya menolehkan kepala menatap kearah sumber suara.


"Tatiana", teriak Audri sangat senang saat melihat siapa yang datang dan menyapa mereka.


"T-tatiana Dimitri?", ucap Carla pelan seakan tak percaya apa yang di lihatnya.


Spontan Tatiana menatap Carla. "Carla? Kau ada disini juga?", seru Tatiana melebarkan kedua matanya terkejut. Sesaat kemudian keduanya berpelukan erat.


Apa kabar mu Carla. Kau hilang bak di telan bumi Carla. Aku sangat merindukan mu", ucap Tatiana.


Carla tidak bisa menutupi rasa harunya, di pertemukan lagi dengan Tatiana saat ini.

__ADS_1


"kalian berdua berteman?", tanya Lethicia menatap bergantian wajah Tatiana dan Carla yang duduk berdekatan.


"Iya. Tatiana adalah sepupu mantan suami ku. Saat aku mengalami masa-masa sulit dalam rumah tangga ku, Tatiana lah yang selalu membantu ku", ucap Carla menjelaskan singkat.


"Maafkan aku Tatiana", ucap Carla. Tentu saja ia merasa tidak enak karena mantan suaminya adalah sepupu Tatiana.


"Tidak apa-apa Carla, mereka semuanya keluarga ku. Kau tidak perlu sungkan", jawab Tatiana.


"Ngomong-ngomong kenapa kau ada disini, Carla? Dan kau bisa kenal dengan semuanya".


Carla tersenyum mendengar pertanyaan Tatiana. "Aku bersama kekasih ku Fernandez yang berteman baik dengan semuanya", jawab Carla menjelaskan.


"Dan Carla baru beberapa hari yang lalu di lamar kekasihnya", ujar Raffaella.


"Oh ya? Wah...aku ucapkan selamat untuk kalian, Carla", Ucap Tatiana tulus sambil menggenggam erat jemari Carla.


*


"Sekarang sebaiknya kalian beristirahat saja dulu. Aku dan Audri juga harus bersiap-siap. Kalian bisa mengambil langsung kunci kamar masing-masing pada resepsionis", ucap Moreno pada teman-temannya. Ia beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri istrinya untuk mengajak kekamar beristirahat sejenak dan bersiap menuju acara puncak nanti sore.


Terlihat Hector menghampiri Alvaro dan Assensio, memberikan kunci kamar pada bosnya itu.


Alvaro dan Assensio segera mengajak istri mereka ke kamar masing-masing setelah berpamitan pada Fernandez dan Liam yang nampak berbicara dengan Raffaella yang terlihat tak setuju dan tak terima. Hal itu bisa terlihat dari mimik wajah dan gesture tubuh Raffaella yang nampak kecewa.


Beberapa menit kemudian...


"Bukankah tempat ini sangat indah? bahkan kita bisa berenang", ucap Liam merebahkan tubuhnya di tengah-tengah tempat tidur sambil merentangkan kedua tangannya


"Pasti ini semua ide mu kan? Setelah acara sore nanti aku akan pindah kekamar lain", ketus Raffaella sambil berkacak pinggang menatap tajam Liam yang terlentang di atas tempat tidur berukuran king size itu.


Liam tak bergeming. Yang terlihat diwajahnya hanya senyuman penuh makna saja.


Raffaella yang melihat senyuman itu melemparkan bantal ke wajah Liam, sambil menghentakkan kakinya menuju kamar mandi. "Yang benar saja selama seminggu aku akan tidur satu kamar dengannya. Aku harus bicara dengan Varo dan Lethi nanti".


...***...


BAB INI CHAPTERNYA PANJANG YA. SEBENARNYA UNTUK JATAH DUA BAB, TAPI JUJUR AKU SUKA KESEL KARENA REVIEW PF LAMA SEKALI. SELAMAT MEMBACA, SEMOGA SUKA 🙏


JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏

__ADS_1


__ADS_2