MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Hidup Bersama


__ADS_3

Hari-hari selanjutnya dijalani Aileen dan Samuel apa adanya bagaikan air mengalir. Pasangan suami-istri baru itu tinggal berdua saja di rumah baru dua lantai pemberian Ruben. Mereka tinggal di kamar tidur yang terpisah di lantai dua.


Semula Samuel bersikap gentleman dengan menyarankan Aileen untuk menempati kamar utama. Namun istrinya itu menolak dengan halus. Alasannya karena dia takut tidur sendirian di kamar seluas itu. Perempuan itu lebih merasa nyaman tidur di kamar yang lebih kecil. Dirinya juga berdalih tak mau kerepotan setiap hari membersihkan kamar yang berukuran besar.


"Kalau kelamaan bersih-bersih kamar, takutnya aku malah nggak sempat menjalankan pekerjaanku menerjemahkan novel online," timpal perempuan itu setengah bergurau. “Terus gimana pertanggungjawabanku terhadap perusahaan yang sudah mengontrakku?”


Samuel tersenyum geli mendengar alasan yang tak masuk di akal itu. Dia tahu bahwa sebenarnya Aileen merasa sungkan menempati kamar utama. Bagaimanapun juga tempat tinggal mereka itu adalah pemberian dari pihak keluarga Samuel. Bagaimana dia bisa menempati ruangan terbaik di rumah itu sementara pernikahannya dengan laki-laki itu hanya sandiwara belaka?


Akhirnya sang suami mengalah. Dia memahami istrinya itu adalah orang yang mempunyai integritas tinggi. Tak mau mengambil keuntungan yang dirasakannya bukan menjadi haknya. Kecuali kalau Aileen benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan sepenuh hati, barulah dia merasa layak menghuni kamar utama tersebut. Tapi karena perkawinannya dengan Samuel bukanlah sungguhan, maka dia tak mau menempati kamar yang merupakan simbol kebersamaan yang sah dari suatu pasangan suami istri.


Setiap hari perempuan itu dan suaminya bahu-membahu melakukan pekerjaan rumah tangga. Kebersihan kamar tidur merupakan tanggung jawab penghuni masing-masing. Sedangkan hal-hal lain dipikul berdua oleh mereka.


Setiap pagi sebelum berangkat ke kantor, Samuel selalu membersihkan segenap sudut rumah dengan kemoceng. Juga disapunya seluruh ruangan, kecuali kamar tidur Aileen. Setelah membuang sampah di tong depan rumah, laki-laki itu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Ketika suaminya bersih-bersih rumah, Aileen sibuk memasak untuk menu makan pagi dan siang. Setelah masakannya matang, dia langsung menghidangkannya di atas meja makan. Kemudian Aileen mandi keramas. Setelah itu barulah dia menikmati sarapan bersama Samuel.


Masakannya seringkali dipuji enak oleh sang suami. Dirinya sedikit merasa tersanjung karena pria kaya raya itu sudah terbiasa menikmati hidangan lezat karya koki kelas atas, tapi masih juga menghargai hasil karyanya. Aileen mulai merasa nyaman tinggal satu atap dengan Samuel. Walaupun berasal dari keluarga konglomerat yang terbiasa hidup serba ada, pria itu mampu hidup mandiri dan sangat rendah hati.


Hubungan keduanya lambat-laun menjadi akrab layaknya sepasang sahabat. Mereka suka bercakap-cakap tentang berbagai hal di meja makan. Canda tawa kerap mewarnai pembicaraan kedua insan itu. Setelah menghabiskan sarapannya, Samuel biasanya berpamitan untuk pergi ke kantor. Aileen tersenyum sembari berpesan agar suaminya itu berhati-hati di jalan. Pria tersebut mengangguk lalu bangkit berdiri meninggalkan rumah mereka.


Tak berapa lama kemudian, Aileen selesai sarapan. Perempuan itu lalu membereskan meja makan. Setelah mencuci piring di dapur, dimasukkannya pakaian-pakaian kotor ke dalam mesin cuci.  Kemudian dia menuangkan detergen. Sambil menunggu mesin tersebut mencuci pakaian, wanita itu mengepel lantai seluruh ruangan rumah tersebut.


Begitu tugasnya mengepel selesai, Aileen menuangkan cairan pengharum pakaian ke dalam mesin cuci yang telah membersihkan pakaian dan mati otomatis. Kemudian dinyalakannya mesin itu lagi untuk membilas dan mengeringkan pakaian. Selanjutnya dia menyetrika pakaian di kamar belakang yang dekat sekali letaknya dengan mesin cuci. Begitu terdengar mesin tersebut mati otomatis setelah tugasnya selesai, wanita itu menghentikan kegiatannya menyetrika.


Demikianlah pekerjaan rumah tangga Aileen sehari-hari.  Selesai sudah aktivitas rutinnya yang dilakukan setiap hari itu. Dia kini bisa berkonsentrasi menjalankan pekerjaannya sebagai penerjemah novel-novel online.


Tempat kerja favoritnya adalah di kamar lantai satu. Ruangan yang sebelumnya dimaksudkan sebagai kamar tamu itu dirubah fungsinya oleh Samuel sebagai ruang kerja pribadi pribadi pria itu. Di dalam kamar tersebut tersedia satu set meja kerja berbentuk persegi panjang beserta kursinya yang sangat empuk. Juga dua buah lemari arsip yang dipergunakan laki-laki itu untuk menyimpan berkas-berkas penting.

__ADS_1


Aileen diizinkan menggunakan ruangan itu bila Samuel sedang tak memakainya. Toh, istrinya itu hanya memerlukan meja dan kursi untuk duduk tenang sambil mengetik di laptop pribadinya. Kalau kebetulan suaminya sedang berada di rumah dan butuh bekerja di ruangan tersebut, Aileen biasanya mengetik sambil duduk di sofa ruang keluarga. Laptopnya ditaruh di atas meja lipat kecil yang berada di pangkuannya.


Cukup nyaman juga dirinya bekerja dalam posisi demikian. Dia bisa berkonsentrasi mengetik sambil berjaga-jaga kalau ada orang yang datang mengirimkan paket belanja online-nya. Tapi kalau suaminya sedang bekerja seperti sekarang, tentu saja ada orang spesial yang sangat dinanti-nantikan kedatangannya oleh Aileen. Siapa lagi kalau bukan James, sang kekasih hati!


Pemuda itu hampir setiap hari datang menemui Aileen. Semula perempuan itu menikmati kedatangan James dengan sukacita. Tapi lama-kelamaan dia merasa tidak nyaman. Pemuda itu selalu mengajaknya bercinta. Padahal Aileen hanya ingin sekadar bercengkerama saja dengannya.


Melayani Jame makan siang dan bercakap-cakap berdua sangat didam-idamkan oleh perempuan itu. Baginya berkasih-kasihan tidak harus dilakukan dengan cara berhubungan intim. Apalagi dia masih merasa risih melakukan hubungan suami-istri dengan pria yang belum sah menjadi pendamping hidupnya.


Pernah keinginan pemuda itu untuk berhubungan badan ditolaknya. James langsung memasang wajah masam. Aileen tak dipedulikannya lagi. Dia sibuk sendiri dengan ponselnya. Entah itu membaca berita online, main games, atau sekadar membaca pesan-pesan WA yang diterimanya.


Sang kekasih yang merasa tidak enak berusaha membujuk pemuda itu dengan menawarinya makan masakan buatannya. Bahkan Aileen sampai menyuapi pacarnya itu jika tak kunjung berhenti ngambeknya. James menikmati saja dimanjakan demikian. Tapi begitu makanannya habis dia berkata akan memesan ojek online untuk pergi ke restoran milik pamannya. Banyak pekerjaan yang menunggunya di sana.


Ya, pemuda itu selalu datang mengunjungi kekasihnya dengan menggunakan jasa ojek online. Ini sebenarnya merupakan ide Aileen. Tujuannya agar kegiatan datang-perginya James dari rumahnya berlangsung cepat dan tak menimbulkan kecurigaan tetangga maupun orang-orang lain.

__ADS_1


Yang dimaksud terakhir itu adalah orang tua Samuel maupun orang tuanya sendiri. Aileen kuatir jika salah seorang dari mereka tiba-tiba datang mengunjunginya di rumah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Dalam hati pasti akan bertanya-tanya jika melihat ada sepeda motor tak dikenal parkir di dalam rumah Aileen saat suaminya sedang bekerja di kantor.


__ADS_2