
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
"Ada apa Stenly? Aku harap kau membawa kabar baik untuk ku. Semakin lama pekerjaan mu semakin lamban!".
"Tapi saya membawa berita kurang baik tuan Leonardo. Perusahaan Nona Giselle Gagarin membatalkan kerja dengan perusahaan tuan. Hari ini semua dana yang sudah di kucurkan oleh perusahaan nona Giselle di tarik secara besar besaran tuan. Saham perusahaan tuan anjlok hingga ke level paling rendah", ujar laki-laki muda yang di panggil Stenly. Yang merupakan asisten Leonardo.
Leonardo diam tak berkutik.
"Brengsek. Ja*ang itu ingkar janji. Bukankah waktu dari tanda tangan perjanjian itu selama satu bulan. Kenapa ia berbuat seenaknya seperti itu. Kau tunggu apa lagi Stenly, lakukan sesuatu agar saham perusahaan ku kembali pulih. Gunakan surat perjanjian yang sudah di tandatangani wanita itu untuk menuntut perusahaannya. Setidaknya ia membayar pinalti kepada perusahaan ku!", perintah Leonardo.
"Maaf tuan tidak ada jalan lagi. Kecuali tuan memiliki investor baru yang siap menggelontorkan dana dalam jumlah besar. Karena proyek yang sedang dibangun otomatis tidak memiliki lagi cadangan dana. Proyek yang sedang di kerjakan dalam sehari dua hari ke depan akan menjadi proyek mangkrak, kecuali tuan memiliki investor baru. Walaupun itu sangat sulit dalam situasi mendesak seperti sekarang ini. Sedangkan menuntut perusahaan nona Giselle akan membutuhkan banyak waktu karena perusahaan itu di luar negara Spanyol", tegas Stenly.
Ceklek
"Pa, aku butuh uang sekarang untuk membeli e
perhiasan berlian keluaran terbaru", ucap Adelia. Ia datang bersama Angelina putri mereka satu satunya.
"Kalian berdua jangan menggangguku, aku sedang banyak pikiran. Perusahaan ku terancam gulung tikar, rekan kerja ku dari Paris membatalkan kerjasama. Ia kekasih Alvaro. Aku berusaha menghancurkan keponakan brengsek itu, melalui kekasihnya tetapi gagal total. Alvaro seakan tak tersentuh. Ia tidak mudah di jatuhkan sangat berbeda dengan Assensio yang mudah percaya kepada orang lain", ketus Leonardo sambil melempar gelas yang berisi wine di tangannya hingga pecah.
"Hidup Montana benar-benar mujur, hilang Assensio muncul anak yang lain".
"Stenly...cari tahu kelemahan keponakan ku itu! Gadis Paris itu ternyata tidak mampu membawa Alvaro pergi dari Barcelona. Ternyata Alvaro tidak mencintai gadis itu".
Mendengar perkataan Leonardo membuat Adelia dan Angelina bertukar pandang.
"Pa Ma...Serahkan kepada ku, aku akan membuat Alvaro jatuh ke pelukan ku", ucap Angelina spontan dengan penuh keyakinan.
*
Di pabrik keramik, terlihat Lethicia sangat berkosentrasi memperhatikan Alvaro mengajarinya membuat keramik terbaik buatan suaminya itu.
Tentu saja bagi Lethicia, ilmu yang diberikan Alvaro sangat berharga. Alvaro adalah mentor yang sangat baik dalam membimbing Lethicia.
Sudah satu jam lebih Lethicia mempraktekkan ilmu yang ia dapatkan dari Alvaro tapi belum berhasil juga. Menurut Alvaro keramik yang di buat Lethicia belum sehalus buatannya.
__ADS_1
Dan dengan telaten Alvaro mengajarinya. Sekarang ia berada di belakang tubuh Lethicia membantu istrinya itu memutar Pottery Wheel agar berhasil membuat keramik yang berkualitas tinggi seperti karya-karya Alvaro.
"Varo, pantas saja kau hanya membuat sedikit keramik buatan mu, ternyata cara produksinya sangat rumit dan mendetail seperti ini", ucap Lethicia sambil menoleh kepalanya menatap Alvaro yang memeluk tubuh nya dari belakang. Tubuh keduanya begitu dekat hingga hembusan nafas pun terdengar jelas.
"Kau harus konsentrasi Lethi, jangan hanya menatap suami tampan mu saja", ujar Alvaro sambil mendaratkan kecupan di wajah Lethicia.
"Aku betah berlama-lama belajar keramik seperti ini kalau kau yang melatih ku", goda Lethicia sambil memoleskan tanah liat basah ke wajah tampan Alvaro.
"Sayang hentikan, kau tidak akan menyerap ilmu yang aku berikan jika kau tidak serius", ucap Alvaro sambil memahat keramik buatan yang ada diatas Pottery Wheel (alat putar pembuat keramik) dengan wajah sangat serius.
"Tidak apa-apa jika aku tidak bisa membuat keramik seperti mu. Yang terpenting aku bisa melihat pembuatnya dengan wajah serius seperti ini saja sudah cukup. Itu sangat berharga bagiku", balas Lethicia sambil mendaratkan sebuah ciuman di wajah Alvaro.
"Setelah aku selesai membuat keramik ini, kau harus di hukum karena saat mentor mu memberikan contoh kau hanya main-main saja", ujar Alvaro masih fokus dengan pekerjaannya.
"Aku tidak takut tuan Alvaro. Aku siap menerima hukuman dari mu", balas Lethicia berbisik di telinga Alvaro.
Langit semakin pekat dalam kegelapan .
Lethicia bersandar di dada Alvaro. Sementara tangan Alvaro melingkar melingkar di leher Lethicia.
Keduanya duduk di kursi besi yang ada di bay belakang pondok mungil yang berada di kawasan pabrik keramik milik Lethicia. Pondok itu berada di samping pabrik yang berhadapan dengan danau buatan yang terlihat sangat indah dan tenang.
Sementara di pintu masuk pabrik di jaga ketat oleh keamanan. Tentu saja mereka aman di sana.
Lethicia dan Alvaro memandang langit yang begitu indah dipenuhi jutaan bintang yang bersinar terang.
Sesekali Lethicia menunjuk keatas, kala melihat bintang yang meredup.
Lethicia menggenadahkan wajah nya menatap lembut wajah Alvaro yang berada di belakangnya.
Alvaro mengangkat dagu Lethicia dan mencium lembut bibirnya. Lethicia membuka mulutnya, memberikan izin suaminya menjelajahi setiap jengkal rongga mulutnya. Ciuman Alvaro sangat lembut selalu menguasai pikiran Lethicia.
Tangan Lethicia melingkar ke leher Alvaro yang berada di belakangnya. Menambah romantisme diantara keduanya.
Namun suasana seperti itu tidak bertahan lama karena tiba-tiba hujan turun dengan tidak bersahabat, begitu derasnya.
Alvaro dan Lethicia berlarian sambil tertawa menuju pondok yang diterangi oleh cahaya lampu.
__ADS_1
Udara yang sangat dingin mulai terasa menusuk hingga tulang.
"Ayo ganti pakaian mu dengan pakaian hangat", ujar Alvaro sembari membuka pakaiannya sendiri. Ia mengganti dengan pakaian kering. Dan menghidupkan perapian sebagai penghangat ruangan.
"Lethicia, kau tunggu apa lagi kenapa belum berganti pakaian, atau kau mau aku yang membuka pakaian basah di tubuh mu itu?".
"Aku bisa sendiri", jawab Lethicia tanpa ragu membuka pakaiannya. Dan berganti dengan pakaian hangat. Lethicia mengambil selimut tebal yang ada di lemari kecil.
Lethicia mengacak-acak rambutnya yang basah agar cepat kering.
Ia duduk disamping Alvaro menggosok-gosok tangannya yang membeku didepan perapian. Perapian mengeluarkan aroma terapi yang menyegarkan Indera penciuman.
"Varo perutku lapar lagi. Aku tidak tahu kenapa sekarang mudah sekali kelaparan", ucap Lethicia mencebikkan bibirnya. Ia terlihat sangat konyol.
Kalau begitu kita pesan lagi saja makanan" jawab sambil Alvaro sambil memijat ujung hidung Lethicia dengan gemas.
Alvaro mengusap lembut wajah putih Lethicia yang sedikit memucat karena udara dingin.
Sementara hujan semakin deras di luar. Alvaro mencium lembut bibir Lethicia yang nampak bergetar karena kedinginan.
Lethicia membuka mulutnya membiarkannya Alvaro menjelajahi hingga kedalam. Cuaca dingin menambah keromantisan bagi Lethicia Alvaro.
Hingga kondisi di pondok terasa hangat. Lethicia tidak lagi merasakan udara dingin menusuk tulangnya.
Alvaro menciumi leher hingga pundak Lethicia. Ia melakukanya semakin jauh menarik selimut yang menutupi tubuh Lethicia. Sementara Lethicia memeluk pinggang Alvaro.
Alvaro merebahkan dengan lembut tubuh Lethicia diatasi lantai kayu beralaskan karpet tebal dan selimut tebal yang sebelumnya digunakan untuk menutupi tubuh ke duanya.
Alvaro membuka switer tebal yang melekat di tubuh Lethicia hingga tubuh bagian atas Lethicia terekspos, begitu juga dengannya membuka switer turtleneck yang di pakainya.
Perlahan jemari tangan Alvaro menyelusup masuk kedalam short pants yang di pakai Lethicia. Jemari tangan Alvaro bermain di lembah basah dan lembab itu. Perbuatan Alvaro membuat tubuh Lethicia mengelijang menahan dorongan gairah yang menguasai dirinya.
Tok tokk tokk..
...***...
SENGAJA UPDATE MALAM, KARENA KONTEN 21++🤭
__ADS_1
MASIH MAU LANJUT ATAU UDAHAN DULU 21++ NYA?