MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
RENCANA LICIK MORENO


__ADS_3

"Tinggallah di Madrid sehari lagi Audri, tentu tidak akan membuat pekerjaan mu terbengkalai kan jika hanya sehari".


"Aku tidak bisa. Bagaimana mungkin jika nona Lethicia sudah berada di Barcelona sementara aku belum kembali. Aku sangat tidak profesional", jawab Audri.


"Sekarang aku ke airport. Maaf sudah mengganggu mu, Reno".


"Aku akan mengantarmu. Tunggu sebentar aku berganti pakaian dulu. Kau tunggu di dalam saja", ucap Moreno menarik tangan Audri masuk.


"Tapi, aku tidak mau merepotkan mu, aku bisa sendiri ke airport Reno", seru Audri.


Moreno menghentikan kan langkah kakinya. Menatap wajah gadis itu. "Apa kau selalu keras kepala seperti ini hm? Sekarang masih pukul sembilan, kau tidak akan kehabisan pesawat kecuali pesawat sudah habis di booking orang", tegas Moreno.


"Aku akan mengantarmu ke airport. Aku tidak akan lama berganti pakaian. Kau bebas di ruangan ini. Mau makan dan minum ambil di sana", ujar Moreno menunjuk kulkas berukuran besar.


"Iya Reno. Aku akan menunggu mu", jawab Audri pelan.


"Good girl", balas Moreno sambil mengacak rambut Audri.


Moreno melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Sesaat di dalam kamar ia tertawa sumringah. "Yes...Not bad, bisa menghabiskan waktu dengan si cantik Audri", ucap Moreno sambil bersiul.


Laki-laki itu menjatuhkan tubuhnya ke tempat tidur empuk miliknya. Sambil menopang kepalanya dengan tangan. Moreno menatap layar CCTV dan melihat ulang rekaman beberapa saat yang lalu saat Audri berada di depan kamarnya.


Moreno tersenyum sambil beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil pakaian. Senyum bahagia tak henti terlukis di wajahnya. Tentu saja ia terlihat bahagia karena wanita yang di sukainya masih berada di dekatnya. Moreno berhasil menjalankan rencananya.


Beberapa jam yang lalu, Moreno terkejut dengan kehadiran Audri di depan kamarnya. Saat itulah Moreno memiliki ide untuk menahan gadis cantik itu kembali ke Barcelona.


Moreno menyemprotkan parfum aroma kayu manis ke tubuhnya. Terakhir ia memasang arloji mahal di pergelangan tangannya. Sekali lagi Moreno menelisik penampilannya di depan cermin.


"Aku pastikan kau tidak akan kembali ke Barcelona hari ini", Batin Moreno tersenyum sambil mengambil kunci mobil dan handphone miliknya di nakas sebelah tempat tidur.

__ADS_1


Moreno melihat Audri sedang membaca majalah dewasa yang ada di bawah bantal.


"Ayo kita ke bandara, aku sudah siap", ujar Moreno mengagetkan Audri.


Sesaat tatapan terpana Audri ditujukan untuk laki-laki tampan yang berdiri tegap di hadapannya.


Sebelum Moreno menyadari tatapan itu, cepat-cepat Audri menganggukkan kepalanya. "Iya, ayo".


Audri beranjak dari tempat duduknya. Ia mengikuti langkah kaki Moreno menuju pintu keluar.


*


"Ada apa dengan Audri? Kenapa ia tiba-tiba menghilang?", tanya Alvaro sambil menggenggam jemari tangan Lethicia sesaat pesawat tinggal landas dari Bandar Udara Internasional Adolfo Suárez Barajas yang terletak tak jauh dari pusat kota Madrid.


"Audri ada bersama Moreno, ia berniat mengembalikan jaket teman mu itu, saat hendak turun liftnya terkunci. Untung Moreno ada di dalam kamarnya. Bisa kau bayangkan jika Moreno tidak ada", ucap Lethicia sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Alvaro.


"Aku pikir itu semua perbuatan Morena, ia pasti sengaja menahan asisten mi itu.


"Aku pikir Moreno benar-benar menyukai Audri. Moreno laki-laki yang baik, tapi ia memang acuh dan tidak perduli pada wanita. Tapi lihatlah sikapnya sekarang terhadap asisten mu ia sangat berbeda. Begitu perhatian".


"Di antara ketiga teman ku Moreno lah paling bertanggungjawab, Audri aman bersamanya. Kau tenanglah. Moreno tidak pernah menyentuh wanita jika tidak suka sama suka. Sangat berbeda dengan Liam dan Fernandez. Mereka suka bermain-main dengan wanita lain walaupun sudah memiliki kekasih".


*


Mobil yang dikendarai Moreno berhenti di carport bandara. Audri cepat-cepat turun dan berlarian sambil membawa handbag menuju Cabin Attendant untuk memesan tiket yang akan terbang ke Barcelona.


Bahkan Audri meninggalkan Moreno, ia terlihat sangat terburu-buru dengan berlarian.


Beberapa saat kemudian, Moreno masuk ke lobby bandara. Terlihat Audri bersandar di dinding dengan wajah lelah.

__ADS_1


"Ada apa?"


"Tiket untuk semua penerbangan ke Barcelona siang ini habis di booking oleh suporter bola yang akan menyaksikan pertandingan El Clasico antara Real Madrid Vs Barcelona. Penerbangan yang tersisa jam sembilan malam nanti", ucap Audri tidak bersemangat.


"Sudah lah, relax. Tinggallah di hotel malam ini. Sekarang kita makan dulu kau pasti melewatkan makan pagi mu kan?", ucap Moreno menatap lekat gadis dihadapannya yang terlihat lesu.


"Aku tidak lapar Reno"


Kriuk kriuk kriuk--(terdengar bunyi dari perut Audri)


Moreno tersenyum, sementara Audri bersemu merah. Audri sangat malu. Ia tidak bisa lagi berbohong di hadapan Moreno karena perutnya tidak bisa diajak kompromi lagi.


...***...


SESUDAH MEMBACA BIASAKAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA 🙏


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2