MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
LEONARDO TAK BERKUTIK


__ADS_3

"Kau hendak berpergian kemana Leonardo?"


"Apa ada yang kau hindari di kota ini?".


Leonardo menolehkan kepalanya pada sumber suara yang terdengar sangat dingin, tidak bersahabat dan menuntut.


"Alvaro?"


Leonardo melototkan kedua matanya. Wajahnya terlihat pucat pasi namun bukan Leonardo namanya jika akan menunjukkan kepanikan nya saat ini, tentu saja ia akan menutupi perasaannya yang sebenarnya.


"Ada apa kau mengunjungi ku keponakan ku Alvaro. Apa kau sudah sadar akan tata krama kepada orang tua hah?", Ketus Leonardo dengan kata-kata sarkas yang ditujukan langsung untuk Alvaro.


"Aku tidak butuh basa basi mu bajingan!"


Brukkkk Brukkkk


Dengan tangan terkepal tanpa ba-bi-bu, Alvaro melayangkan bogem mentah pada wajah Leonardo yang tidak siap sama sekali menerima serangan itu. Ia tidak menyangka pukulan Alvaro secepat kilat menghantam wajahnya.


Melihat kejadian itu membuat Adelia dan Angelina, istri dan anak Leonardo turun dari mobil mereka. Begitu pun sopir dan pelayan yang berlarian keluar rumah melihat apa yang terjadi setelah mendengar keributan di depan rumah.


Begitu juga keamanan rumah Leonardo yang berada di pos penjagaan berhamburan keluar hendak menolong tuannya. Namun bodyguard yang dibawa Alvaro skill nya jauh di atas mereka dalam sekejap bisa di lumpuhkan orang-orang Alvaro.


"Ada apa dengan mu brengsek, kenapa kau memukul suami ku", teriak Adelia menghardik Alvaro.


"Kau jangan ikut campur urusan ini, atau kau dan anak mu akan menemani suami mu ini membusuk di penjara!", teriak Alvaro menghunuskan tatapan tajam pada Adelia yang menarik kuat kemeja yang dipakai Alvaro.


"Kau akan berurusan dengan pengacara kami", teriak Angelina mengancam Alvaro.

__ADS_1


Prok prokk prokkk


Alvaro bertepuk tangan dengan keras.


"Bagus, satu keluarga saling mendukung dan menyayangi. Aku pastikan kau akan menemani ayah kesayangan mu yang brengsek ini di jeruji besi".


"Asal kalian tahu laki-laki yang kalian banggakan inilah yang membuat Assensio hampir kehilangan nyawanya dan menyebabkan adik ku amnesia. Sekarang kau hampir berhasil menyuruh orang untuk menghabisi nyawa Assensio lagi dengan menabrak mobilnya. Menyebabkan adikmu sekarang kritis di rumah sakit. Kau harus bertanggung jawab Leonardo!"


"Apa maksud mu, hah. Aku tidak ada urusan dengan adik mu yang sudah mati itu. Apa yang kau bicarakan ini. Aku tidak mengerti brengsek", balas Leonardo.


Namun laki-laki itu tercekat saat mendengar sirine mobil polisi yang datang mendekati mereka.


"Benarkah kau tidak ada urusan dengan yang terjadi pada Assensio kemarin? Kenapa kau Sepertinya Sangat ketakutan sekarang hah?". Dengan tangan mengepal Alvaro kembali melayangkan pukulan keras bertubi-tubi pada wajah Leonardo.


Melihat semua itu, membuat Adelia dan Angelina menjerit sejadi-jadinya. Namun keduanya tidak bisa melakukan apa-apa karena tangan mereka di Cengkraman kuat oleh bodyguard Alvaro yang bertubuh besar. Angelina menangis melihat sepupunya itu begitu kejam pada ayahnya. Gadis itu tak henti berteriak-teriak mengumpati dan mengancam Alvaro.


Pagi tadi Alvaro melihat semua foto-foto yang di kirimkan Hector padanya. Foto itu memperlihatkan Edgardo sopir mobil minibus yang menabrak mobil Nikolas kemarin, beberapa hati yang lalu bertemu dengan Leonardo di sebuah restoran mewah yang ada di Barcelona.


Foto berikutnya memperlihatkan Leonardo bersama teknisi pesawat dan petugas bandara yang tak lain adalah Raul yang tiba-tiba menghilang beberapa bulan yang lalu setelah terjadi kecelakaan pesawat yang dialami Assensio.


Orang-orang Alvaro sudah memeriksa tempat tinggal dan bengkel Edgardo. Mereka menemukan bukti transfer atas nama Leonardo pada handphone yang tertinggal di bengkel milik laki-laki itu.


"Tuan Alvaro hentikan. Biarkan kami yang mengurus tersangka. Jika ia terbukti bersalah dengan dakwaan melakukan pembunuhan berencana sudah dipastikan ia akan menerima hukuman yang paling berat", ucap petugas mengingatkan Alvaro yang masih terlihat emosi menghajar Leonardo.


"Aku pastikan kau dan orang-orang mu membusuk di penjara brengsek. Apa yang sudah kau lakukan pada keluarga ku akan mendapatkan balasan yang setimpal. Silahkan kau mengelak, tapi bukti akan menjawab semuanya", ketus Alvaro melempar map coklat ke wajah Leonardo yang berdarah akibat pukulan tangan kosong Alvaro.


Dengan meringis menahan rasa kesakitan Leonardo yang terduduk di lantai carport melihat isi map itu. Wajahnya semakin terlihat pucat pasi. Namun dalam hatinya ia mengumpati kebodohannya asistennya Esteban yang memberikan bukti transfer melalui handphone. "Stupid..

__ADS_1


"Ayo tuan, kau ikut kami kekantor sekarang. Segala sanggahan bisa anda katakan di kantor polisi", ucap salah satu petugas. Sementara petugas yang lainnya memborgol kedua tangan Leonardo.


Dengan terseok-seok Leonardo di gelandang ke kantor polisi. Sementara Adelia dan Angelina tak henti berteriak agar Leonardo di lepaskan. Dan jangan di bawa ke kantor polisi.


"Kau brengsek Alvaro Montana. Kau tidak menghormati paman mu sendiri", teriak Adelia.


"Apa suami mu menghormati kakaknya yang berjuang membesarkan perusahaan nya dan akan kalian rebut begitu saja. Dimana akal sehat mu Adelia. Bahkan kau membenarkan tindakan suami mu untuk menghabisi nyawa seseorang demi kekuasaan dan uang. "Bullshit..


...***...


VOTE YA πŸ™


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2