MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
RAFFAELLA LIAM


__ADS_3

Waktu terus bergulir..


Raffaella masih berada di pantry apartemennya membuat sarapan untuk dirinya dan Liam.


Terlihat di meja makan minimalis, Liam nampak menelepon seseorang. Wajahnya terlihat lebih serius dari biasanya. Ia berbicara dalam bahasa Korea.


Beberapa kali Raffaella menolehkan wajahnya menatap kekasihnya itu. Sebenarnya Raffaella tidak tahu apa yang di bicarakan Liam, Raffaella tidak mengerti sama sekali tentang bahasa Korea. Tapi ia tahu ada sesuatu hal yang membuat raut wajah Liam berubah seperti itu.


Raffaella kembali fokus dengan masakannya, ketika merasakan pelukan hangat di belakang tubuhnya.


Raffaella yang saat ini mengikat rambut sebahu merasakan hembusan nafas di tengkuknya.


Raffaella memiringkan kepalanya merasakan geli ketika Liam mencium lehernya. "Liam hentikan...aku sedang membuat makan pagi kita".


"Kau membuat apa?", bisik Liam sambil menyandarkan dagunya pada bahu Raffaella. Sementara kedua tangannya masih melingkar di perut gadis itu.


Breakfast ala Prancis Croque Monsieur, sandwich yang berisi daging sapi asap, dengan lelehan keju. Aku tambahkan sayuran juga untuk kesehatan kita", jawab Raffaella tersenyum.


"HM... sepertinya lezat", jawab Liam.

__ADS_1


"Kau mau minum apa? Capuccino, jasmine tea atau susu hangat?", tanya Raffaella membalik roti yang di bakar dengan sedikit margarin dan telur.


"Susu hangat", jawab Liam kembali mengecup lembut wajah cantik Raffaella. Sebenarnya dari tadi ia memperhatikan kekasihnya itu sangat seksi saat memasak memakai kaos longgar dan short pants pendek sangat menggoda Liam untuk memeluknya.


"Aku harus belajar menjadi seorang istri dan merawat suami, mulai dari urusan perutnya. Agar suami ku nanti tidak mencari makanan di luar lagi", ucap Raffaella absurd.


Liam tersenyum mendengar perkataan Raffaella. "Suamimu tidak akan mencari makanan di luar lagi jika sudah makan hidangan yang kau suguhkan. Karena makanan yang kau buat sangat lezat dan pas di lidah". Liam memberikan jawaban absurd juga.


Raffaella tersenyum mendengarnya. Ia mematikan kompor dan membalikkan badannya menghadap Liam dan memeluk tubuh laki-laki yang sangat dicintainya itu. "Aku akan selalu menyuguhkan hidangan lezat untuk mu", jawab Raffaella pelan.


"Masakan mu sudah selesai belum. Sekarang perutku sudah lapar sayang jika belum selesai juga aku akan melahap mu sekarang", ucap Liam mencium wajah Raffaella yang tertawa mendengar ucapannya barusan.


"Oke, tiga menit kalau tidak aku akan melahap mu. Aku hitung dari sekarang", seru Liam sambil melangkahkan kakinya ke meja makan.


Raffaella tersenyum melihat Liam. "Kau selalu membuat ku tertawa Liam", gumam Raffaella sambil menatap makanan di atas piring dan membawanya ke ke meja.


"Tara...makanan mu sudah siap. Selamat menikmati tuan Liam", ucap Raffaella menaruh makanan dan minuman Liam ke atas meja.


Raffaella hendak membalikkan tubuhnya saat Liam menarik tangannya dan membawa kekasihnya itu duduk diatas pangkuannya.

__ADS_1


"Makanan mu datang tepat waktu Liam.."


"Aku ingin sarapan lainnya", ucap Liam me*umat bibir Raffaella.


Liam memperdalam ciumannya. Sementara tangannya mengusap lembut punggung kekasihnya itu. Tindakan Liam membuat tubuh Raffaella bergetar hebat. Raffaella membalas ciuman panas itu. Kedua tangannya melingkar di leher Liam.


Cukup lama keduanya berciuman mesra, hingga Raffaella mengurai pelukannya. "Liam... sekarang perutku benar-benar lapar".


Keduanya bertatapan dan tertawa bersama.


"Iya, ayo kita makan".


Raffaella mengambil makanannya di pantry. Sambil menggelengkan kepalanya ia tersenyum.


"Aku benar-benar mencintainya. Esok, adalah hari yang sangat menentukan bagi ku. Liam dan aku akan ke Korea menemui orang tuanya. Semoga mereka menerima cinta kami", batin Raffaella. Namun ada perasaan kekuatiran yang melanda hatinya.


...***...


MUMPUNG HARI SENIN NIH, BAGI VOTENYA DONG 🙏

__ADS_1


__ADS_2