
Raffaella mengerjap-ngerjapkan matanya, antara mendapatkan kesadaran penuh atau belum. Namun merasakan tidurnya terasa nyaman dan hangat.
Sesaat kemudian kedua matanya benar-benar terbuka. Raffaella baru tersadar didalam dekapan Liam. Ia baru ingat semuanya, yang terjadi pada dirinya. Pernikahan semalam dan bercinta panas beberapa jam yang lalu. Bercinta untuk yang pertama kali dalam hidupnya. Dan yang mengambil mahkotanya yang di jaganya dengan baik selama ini adalah laki-laki yang sangat di cintainya, suaminya, yaitu Liam.
Raffaella perlahan mengurai pelukan Liam ia menjauhkan wajahnya menatap lekat wajah tampan suaminya. Jemari tangan Raffaella menyusuri wajah menawan Liam. "Kau sangat tampan dan sempurna", Ucap Raffaella pelan.
Perlahan Raffaella menggeser tubuhnya. Ia melihat jam dari handphone miliknya yang ada di atas nakas menunjukkan pukul lima fajar. "Oh masih gelap", ucap Raffaella.
Namun ia merasakan tubuhnya begitu lengket. Dari semalam ia belum membersihkan tubuhnya. Liam benar-benar membuatnya kelelahan dan tertidur pulas setelahnya.
"Ah, perih sekali", ucap Raffaella merintih kesakitan di intinya. "Ternyata apa yang di bilang teman-teman ku semalam benar sekali, rasa bercinta sangat memabukkan tapi sakit.
Raffaella duduk di tepi tempat tidur dengan tubuh masih telanjang. Ia mengambil kemeja putih Liam dan memakainya. Perlahan Raffaella beranjak sambil menekan intinya yang terasa sangat perih. "Sebaiknya aku berendam saja sekarang dengan essentials aromaterapi akan mengembalikan kesegaran tubuh ku", ucap Raffaella menatap Liam yang masih tertidur pulas. Setelah bekerja keras menghabiskan tenaganya semalaman laki itu kelelahan juga.
Raffaella tersenyum melihatnya, ia memunguti pakaian yang berserakan di lantai. Dengan tertatih melangkah masuk ke walk in closet yang ada di kamar itu dan memasukkan pakaian mereka ke dalam plastik laundry yang di sediakan dikamar mewah tersebut.
Raffaella membelalakkan kedua matanya melihat dirinya saat ini terlihat sangat berantakan. Rambut kusut dan maskara hitam yang luntur di bawah matanya. "Aku sangat mengerikan sekali. Seperti hantu saja", gumam Raffaella pada dirinya sendiri.
Kedua netra Raffaella menatap lehernya penuh tanda merah. Cepat-cepat Raffaella membuka kancing kemeja Liam yang di pakainya. Saat kemeja itu terbuka terlihat tubuhnya di penuhi tanda-tanda merah terutama di bagian leher dan dadanya. Bahkan ada yang berubah warna menjadi biru keunguan. "Oh my God, Liam benar-benar. Tubuhku jadi begini... Arghh".
Tanpa perduli dengan sakit yang dirasakannya di selangkangannya Raffaella menghentakkan kakinya ke kamar dan terlihat Liam sudah merubah posisi tidurnya dengan terlentang dengan tubuh masih telanjang bahkan Raffaella bisa melihat milik suaminya itu. Dengan susah payah Raffaella berusaha menelan salivanya sendiri.
"Liam bangun! Apa yang sudah kau lakukan pada tubuh ku. Lihatlah tubuh ku merah semua", teriak Raffaella menuntut jawaban suaminya.
Liam membuka matanya dan langsung di suguhi pemandangan indah didepan matanya, yaitu tubuh indah istrinya. Spontan Liam menarik tangan Raffaella hingga menindih tubuhnya.
"Hm..kau mau apa Liam? Aku bertanya pada mu, apa yang kau lakukan pada tubuh ku. Lihatlah merah semua".
"Itu namanya tanda kepemilikan sayang, artinya kau sekarang sudah ada yang punya yaitu aku suami mu", jawab Liam sambil memeluk erat tubuh Raffaella yang berada di atas tubuhnya.
__ADS_1
"HM..Liam, aku ingin berendam tubuh ku sakit semua dan terasa lengket", ucap Raffaella hendak melepaskan tubuhnya dari dekapan suaminya itu.
"Nanti saja berendam nya. Kita bisa melakukannya bersama-sama. Berikan dulu morning kiss untuk suami mu, Raffaella", perintah Liam bernada menuntut.
Raffaella tak bergeming sedikitpun ia hanya menatap lekat wajah tampan Liam meskipun belum mandi.
"Kau harus belajar membahagiakan suami mulai dengan morning kiss saat bangun tidur, Raffaella".
"Uhhh...
Liam membingkai wajah istrinya dan me*umat dengan lembut bibirnya. Raffaella yang terkejut menutup rapat mulutnya. Namun bukan Liam namanya jika ia tidak bisa mengatasi hal seperti itu.
Segera ia membalikkan tubuh Raffaella hingga berada di bawah kungkungan nya.
Perlahan Liam kembali me*umat bibir Raffaella sementara jemari tangannya menyusuri tubuh istrinya itu. Meremas kedua gundukan kenyal Raffaella bergantian dan memainkan puncaknya yang langsung mengeras.
"Akh..sayang, aku ingin membersihkan tubuh ku", ucap Raffaella disela de*ahannya.
Merasakan permainan seperti itu, membuat tubuh Raffaella mengelijang dan men*esah sejadi-jadinya. "Ahh sayang...Oh"
Entah apa yang merasukinya, kedua tangan Raffaella membingkai wajah suaminya dan me*umat bibir yang berada tepat di atasnya. "Oh Liam...Ahh sayang, aku mencintaimu", racau Raffaella dengan tubuh gemetaran menahan hasrat yang kembali membuncah dalam tubuhnya.
"Woman on top", ucap Liam yang mengangkat tubuh istrinya di atas tubuhnya.
Perlahan Liam mengarahkan miliknya pada inti Raffaella yang sudah sangat basah.
"Ahhh...
Raffaella kembali merasakan milik suaminya memenuhi intinya dan menghentak-hentakkan kuat dan keras dari bawah.
__ADS_1
Suara de*ahan dan erangan silih berganti memenuhi kamar mewah itu.
"Bergerak lah sayang, gerakkan pinggul mu", ucap Liam sambil membantu istrinya bergerak di atas tubuhnya. Raffaella terlihat sangat seksi menggerakkan tubuhnya perlahan menuruti permintaan suaminya.
Dengan mulut terbuka Raffaella mengerang panjang, sementara Liam memainkan puncak gundukan kenyal Raffaella. Mencubit puncak yang menantang itu. "Bergerak lebih cepat lagi sayang, ah Raffaella rasanya nikmat sekali sayang", ucap Liam dengan suara berat.
Hingga keduanya sama-sama merasakan tubuh bergetar sesaat mencapai puncak bersamaan. Raffaella tumbang lunglai di atas tubuh Liam. Kali ini berkali lipat rasa lelah yang ia rasakan di bandingkan semalam.
"Kau membuat ku candu, Raffaella. Rasa mu melumpuhkan akal sehat ku", bisik Liam.
"Aku mencintaimu sayang, jangan pernah meragukannya", ucap Liam sambil mengusap lembut punggung putih mulus istrinya yang berada di atas tubuhnya.
"Aku juga mencintaimu, Liam. HM...tapi awas kalau kau masih bermain di luaran sana dengan wanita lain, aku akan memotong-motong milik mu seperti sosis", ketus Raffaella dengan ancaman.
Liam tertawa mendengarnya. "Aku yakinkan tidak akan mengkhianati sayang. Kau boleh melakukan ancaman mu itu jika aku mengkhianati cinta kita. Janji suci pernikahan kita, Raffaella", ucap Liam serius.
"Sekarang ayo kita membersihkan tubuh kita, kemudian makan dan bercinta lagi", seloroh Liam mengangkat tubuh istrinya.
"What? Yang benar saja sayang, apa kau tidak kelelahan?", seru Raffaella sambil melototkan kedua matanya menatap suaminya.
"Tentu saja tidak. Tubuhmu menjadi candu ku. Kau tidak bisa menolak karena kita baru saja menikah dan kau tahu baru sekarang lah kita melakukannya Raffaella. Aku sudah lama menahan diri ku", jawab Liam tersenyum menggoda istrinya.
"Iss kau ini..Liam, kenapa punggung mu luka semua. Oh my God sayang, apakah ini perbuatan ku?", tanya Raffaella melebarkan matanya menatap punggung putih suaminya penuh luka goresan memanjang akibat Cengkraman kukunya.
"Apa sangat sakit sayang? Maafkan aku melukai mu, Liam", ujar Raffaella pelan.
"Kau tidak membuat ku sakit, justru aku menikmatinya", ucap Liam mengecup lembut kening istrinya penuh kasih sayang. "Sekarang ayo kita mandi".
"Iya sayang..
__ADS_1
...***...