
Alvaro perlahan membuka matanya.Tangan kirinya masih memeluk erat tubuh istrinya yang tertidur pulas. Namun Alvaro merasakan pahanya lembab.
Perlahan Alvaro menggeser tangan. Alvaro menghidupkan lampu di nakas, melihat jam masih menunjukkan pukul dua dini hari.
Alvaro beranjak bangun dan duduk di tepi tempat tidur sambil melihat Lethicia yang tidur sangat nyenyak.
Tapi kedua netra Alvaro menatap tempat tidur yang basah. Membuatnya bangkit dengan wajah panik.
Perlahan Alvaro membangunkan Lethicia. "Sayang...ayo bangun kau banyak mengeluarkan cairan. Lihatlah", ucap Alvaro dengan panik.
"Kita harus ke rumah sakit sekarang juga, Lethi".
Mendengar perkataan suaminya, membuat Lethicia kaget dan benar saja apa yang di katakan Alvaro.
"Oh, ini air ketuban. Iya sayang kita harus ke rumah sakit sekarang juga", ujar Lethicia.
Alvaro segera membantu Lethicia bangun dan membersihkan diri di kamar mandi.
Alvaro segera memberi tahu orangnya untuk menyiapkan mobil sekarang juga. Ia juga menghubungi Hector segera menyiapkan semua yang di butuhkan di rumah sakit yang akan di jadikan tempat Lethicia melahirkan.
Jika merunut waktunya seharusnya tiga minggu lagi masa persalinan Lethicia. Namun dokter Valeria sudah mengingatkan bahwa kemungkinan bisa saja maju mengingat Lethicia hamil kembar, hal yang biasa terjadi pada persalinan bayi kembar.
Tak ketinggalan Alvaro menghubungi Assensio yang saat ini tidur di kamar bawah yang bersebelahan dengan kamar Montana. Semenjak mengetahui kemungkinan Tatiana hamil kembar tiga, Assensio memutuskan ia dan istrinya akan tidur di lantai bawah agar tidak membahayakan kandungan istrinya.
Terlihat semua pekerja mansion bangun di malam itu. Membantu Lethicia ke mobil.
__ADS_1
"Semoga semuanya lancar kak, segera hubungi kami jika ada sesuatu yang kakak butuhkan", ucap Assensio di dampingi Tatiana saat mengantar Alvaro dan Lethicia ke mobil yang sudah di siapkan sopir.
*
Mobil yang di kendarai sopir Alvaro berhenti tepat di depan pintu rumah sakit terbaik di kota Barcelona. Terlihat Hector dan beberapa orang Alvaro berdiri bersama dua orang petugas medis yang sudah menyiapkan ranjang dorong untuk membawa Lethicia ke dalam ruang persalinan khusus yang sudah di pesan Hector beberapa hari yang lalu.
Dengan cekatan kedua perawat membantu Lethicia naik ke ranjang dorong. Kemudian langsung menuju ruang persalinan khusus karena dokter sudah menunggu di sana.
Saat di dalam ruangan persalinan, terlihat dokter Valeria segera memeriksa kondisi Lethicia dengan teliti. Ia akan memastikan apakah pasien bisa melahirkan secara normal atau harus melakukan operasi Caesar.
Beberapa menit kemudian dokter Valeria memanggil Alvaro, untuk menjelaskan tentang kondisi Lethicia padanya.
"Begini tuan, nona Lethicia dalam kondisi baik, juga janin yang di kandungnya dalam kondisi baik. Tidak di temukan komplikasi apapun dalam kandungan istri anda".
"Namun saya menganjurkan agar nona Lethicia melahirkan secara operasi Caesar, karena anak-anak tuan berbagi plasenta. Yang artinya anak-anak tuan dan nona Lethicia kembar identik", ujar dokter menjelaskan mengunakan dengan MacBook yang ada di mejanya. Memperlihatkan contoh kondisi Lethicia saat ini.
"Lakukan yang terbaik untuk istri dan anak ku, dok. Aku hanya mengharapkan yang terbaik untuk keduannya", jawab Alvaro.
Dokternya Valeria menganggukkan kepalanya. "Tentu saja saya akan melakukan yang terbaik untuk pasien. Dan mengatakan kondisi yang sebenarnya. Jika calon bayi tuan bukan kembar identik tidak satu plasenta makan, istri tuan bisa melahirkan secara normal.
"Jangan kuatir, saat persalinan istri tuan hanya diberikan bius epidural yang akan membuat bagian pinggul ke bawah mati rasa".
"Dengan begitu, nona Lethicia masih akan tetap terjaga selama kami melakukan pembedahan mengeluarkan bayi-bayi tuan", ujar dokter Valeria menjelaskan dengan rinci.
Alvaro menyetujui istrinya di ambil tindakan persalinan operasi Caesar. Semuanya demi kebaikan Lethicia dan anak kembar mereka.
__ADS_1
Setelah menandatangani semua berkas persetujuan, Alvaro segera memberitahu semua yang di sampaikan dokter Valeria.
"Yang paling penting keselamatan mu dan anak-anak ku, sayang", ucap Alvaro menggenggam erat tangan Lethicia dan mencium lembut kening istrinya yang sudah terlihat meringis karena sudah mengalami kontraksi dan pembukaan.
Beberapa saat kemudian, Lethicia di Persiapkan untuk menjalani operasi Caesar. Sementara Alvaro diizinkan menemani persalinan Istrinya. Keduanya berbincang seperti biasanya. Sementara tirai tebal tertutup rapat di separuh tubuh Lethicia.
*
Setelah tiga puluh menit, Alvaro dan Lethicia mendengar tangisan bayi mereka bersahut-sahutan. Dari suaranya terdengar jelas suara bayi laki-laki.
Alvaro menggengam erat jemari tangan Lethicia. "Sayang, anak kita laki-laki", ucap Alvaro tersenyum bahagia. Begitu juga Lethicia yang terharu saat mendengar tangisan pertama kalinya anak-anaknya.
Sesaat kemudian tirai tebal didorong. "Selamat tuan Alvaro dan nona Lethicia, bayi kembar tuan dan nona berjenis laki-laki dan sangat tampan", ujar dokter Valeria tersenyum.
Dua orang perawat menggendong bayi Alvaro dan Lethicia, memperlihatkan pada daddy dan mommy yang sedang berbahagia itu.
"Karena masih kurang bulan, jadi bayi-bayi tampan ini harus di masukkan ke inkubator", ujar dokter.
Yang bagi Lethicia dan Alvaro tidak terkejut lagi mendengarnya karena pada usia kandungannya memasuki awal trimester ketiga dokter Valeria sudah menjelaskan semua kemungkinan yang terjadi pada persalinan bayi kembar. Termasuk melahirkan yang lebih cepat bulannya dan bayi yang harus di masukkan ke dalam inkubator setelah persalinan.
Raut bahagia Alvaro dan Lethicia terlihat jelas di wajah keduanya. Akhirnya mereka memiliki sepasang bayi kembar yang sehat dan tampan.
"Sayang apa kau sudah mempersiapkan nama untuk anak kita..?
...***...
__ADS_1
AUTHOR MAU CARI NAMA BAYI VARO LETHICIA DULU NIH π€π SIAPA YA NAMANYA?