
"Begini tuan Leonardo, saya mendapatkan laporan dari orang yang saya perintahkan untuk mengikuti tuan Alvaro Montana. Dua hari yang lalu tuan Alvaro terlihat berada di Madrid. Ia terlihat datang ke salah satu perusahaan terkemuka di sana. Perusahaan Dacutti yang bergerak di bidang minyak dan gas".
"Hem, lanjutkan!"
"Orang kita sudah menyelidiki apa yang di kerjakan tuan Alvaro di perusahaan itu. Dan lihatlah Dario orang suruhan ku menangkap sosok ini", ucap Esteban asisten Leonardo sambil menyerahkan beberapa foto dan map berwarna biru ke atas meja kerja Leonardo.
Leonardo mengambil foto-foto yang di berikan Esteban.
"Apa maksudnya ini Esteban? Tidak mungkin.."
Tubuh Leonardo terlihat gusar, raut wajahnya berubah seketika pucat pasi.
"A-Assensio? Tidak...tidak, Tidak mungkin itu Assensio. Laki-laki itu telah mati. Bagaimana mungkin?", Leonardo melontarkan pertanyaan sambil menatap lekat foto yang diberikan Esteban. Di foto itu terlihat laki-laki berwajah mirip sekali dengan Assensio keluar dari perusahaan dengan bangunan yang sangat megah di pusat kota Madrid. Laki-laki itu bersama seorang wanita mudah yang sangat cantik. Keduanya bergandengan tangan masuk kedalam mobil yang sudah menunggu di depan lobby.
Leonardo tercekat melihat wajah laki-laki difoto itu sangat mirip dengan Assensio.
"Tuan..saat ini Dario orang suruhan ku sedang menyelidiki siapa laki-laki itu sebenarnya. Namun sebagian biodata sudah ada didalam map itu", ucap Esteban.
Leonardo berdiri dari tempat duduknya. "Aku ingin orang mu bekerja dengan cepat dan cekatan Esteban. Siang ini juga aku ingin mendapatkan informasi siapa laki-laki itu, kau paham!", perintah Leonardo dengan tegas sambil melempar map biru yang diberikan Esteban beberapa saat yang lalu ke atas meja.
"Masalahnya tidak mudah mendapatkan informasi tentang siapa laki-laki berwajah seperti tuan Assensio itu tuan. Karena ia bukan orang sembarangan di perusahaan tersebut. Laki-laki itu salah satu petinggi du perusahaan Dacutti, tuan. Dan penjagaan di sana sangat ketat sekali", Jawab Esteban menjelaskan dengan rinci.
"Aku tidak mau tau, orang mu bernama Dario itu harus bergerak cepat. Jika semua informasi yang aku butuhkan belum juga ada di meja ku siang ini lebih baik kau pecat saja suruhan mu itu!"
"T-Tapi tuan... Dario adalah orang terbaik kita untuk melacak hal seperti ini tuan".
"Kau tidak berhak mengaturku Esteban! Ikuti semua perintah ku itulah gunanya kau dan orang-orang tidak berguna itu aku bayar. Aku ingin semua informasi tentang laki-laki itu siang ini juga atau kalian semua aku pecat!", hardik Leonardo dengan suara menggelegar memenuhi ruang kerjanya.
__ADS_1
"B-Baik tuan Leonardo", jawab Esteban dengan hormat.
"Keluar kau dari ruangan ku!", seru Leonardo mengusir Esteban dengan mengibaskan tangannya.
"Baik tuan saya permisi", jawab Esteban dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Setelah Esteban keluar dari ruangan itu. Leonardo kembali menatap foto-foto laki-laki yang sangat mirip dengan keponakannya Assensio. Dengan raut wajah terlihat sangat ingin tahu Leonardo menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.
"Jangan katakan laki-laki itu benar Assensio. Brengsek orang-orang itu berani mempermainkan aku".
Leonardo mengambil handphone miliknya yang ada diatas meja kerjanya. Terlihat menekan tombol.
"Aku tunggu kau ditempat biasa pukul empat sore ini", perintah Leonardo dengan suara berat pada seseorang di saluran telepon. Tak lama berselang saluran telepon itu di tutupnya.
"Aku bisa dalam bahaya besar jika Assensio masih hidup", ucap Leonardo sambil beranjak dari kursinya menuang wine ke dalam gelas.
"Sial.Aku harus memutar otak lagi..
*
Madrid, Spanyol
"Nik, aku mau street food itu. Aku sudah sangat lama tidak makan makanan seperti itu", ucap Tatiana bergelayut manja pada lengan Nikolas. Ia menunjuk kearah jejeran penjual makanan dan minuman yang tidak jauh mereka. Keduannya berada di taman Buen Retiro Park yang terkenal di pusat kota Madrid.
Tatiana dan Nikolas sengaja hari ini tidak datang ke kantor. Mereka ingin menikmati waktu berdua saja dengan jalan-jalan dan mencari makan di luar. Beberapa bulan kenal Tatiana benar-benar menyulitkan Nikolas. Wanita itu selalu ketus kepadanya. Bahkan saat berstatus sebagai kekasih tak sekalipun Tatiana mau di dekati Nikolas. Jangan kan untuk mengajaknya berduaan seperti sekarang yang ada saat bertatap muka Tatiana selalu bersikap kasar dan ketus dengan kata-kata hinaan. Kecuali urusan pekerjaan.
Namun tidak untuk hari ini, Tatiana lah yang membujuk Nikolas menghabiskan waktu berdua dengannya. Seperti sekarang Tatiana bergelayut manja memeluk lengan Nikolas sesaat keduannya berada di taman Buen Retiro Park yang terkenal sangat indah dan romantis.
__ADS_1
"Kau mau street food?"
"Eheh", ucap Tatiana menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menggemaskan seperti anak-anak yang memohon kepada orang tuanya agar di turuti kemauan nya.
"Baiklah, ayo kita ke sana", ucap Nikolas sambil mengusap wajah Tatiana. Melangkahkan kaki menuju deretan penjual makanan dan minuman yang sudah tersedia tempat khusus taman tersebut.
Beberapa saat kemudian semua makanan dan minuman yang di inginkan Tatiana sudah ada di dalam paper bag yang di jinjing Nikolas.
"Nik, kita duduk di sana. Tempatnya jauh dari keramaian", tunjuk Tatiana pada sebuah kursi besi di bawah pohon rindang di tengah-tengah hamparan bunga Anyelir. Bunga khas negara Spanyol yang memiliki kelopak warna-warni itu sangat indah dan menambah keromantisan suasana. Apalagi di hadapan taman terdapat danau buatan dengan riak-riak gemericik air akibat daun yang rontok dari pepohonan diatasnya.
Tatiana dan Nikolas duduk berduaan sambil menikmati cemilan yang di belinya di street food beberapa saat yang lalu.
Tatiana memilih Tortilla de patata sejenis omelet yang merupakan hidangan tradisional dari Spanyol. Ia juga memilih churros yang memang populer tidak hanya di Spanyol saja namun juga dikenal di negara lain. Churros biasanya dimakan dengan cocolan cokelat lumer.
Tatiana memberikan satu Tortilla de patata untuk Nikolas. "Terimakasih sayang", ucap Nikolas menerimanya.
"Hm...Ini enak sekali. Sudah bertahun-tahun aku tidak menikmatinya", ucap Tatiana menggigit makanannya sambil menikmati rasanya dengan memejamkan kedua matanya. Nikolas tersenyum melihat tingkah istrinya itu. Sangat menggemaskan.
"Apa kau menyukainya?".
"Sangat. Aku sangat menyukainya. Aku merindukan saat-saat seperti ini. Menikmati suasana alam dan berada di taman dengan orang yang spesial. Sangat mengagumkan bukan", jawab Tatiana sambil menyesap minumannya Agua de valencia . Minuman yang mengandung alkohol dengan menambahkan jeruk yang dipopulerkan di wilayah Valencia, tepatnya di pesisir pantai.
"Dulu aku sering mengunjungi tempat ini bersama mommy, menghabiskan waktu bersama sambil menikmati cemilan street food seperti sekarang. Namun semenjak mommy meninggal dan aku di kirim daddy ke asrama, aku tidak pernah merasakan suasana ini lagi.Hm...siapa sangka sekarang aku bisa menikmati waktu ku di sini bersama mu", Ucap Tatiana tersenyum sambil menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya.
Nikolas tersenyum mendengarnya, ia mengecup lembut pucuk kepala Tatiana. "Aku akan selalu menemani di sini, Tatiana. Kau akan selalu bisa menghabiskan waktu mu di taman ini kapan pun kau inginkan. Tapi... bersama ku, HANYA BERSAMA KU..
...***...
__ADS_1
HARI INI MAU UP BANYAK NGAK SIH, KALAU MAU CU BANTU MA VIEWER NYA BERTAMBAH YA KAKAK2, VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA 🙏❤️