MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
TATIANA HISTERIS


__ADS_3

Senja berganti malam..


Alvaro dan Moreno sedang berbincang-bincang dengan Dimitri Dacutti ayah Tatiana. Beberapa jam yang lalu baru saja tiba bersama istrinya yang merupakan ibu tiri Tatiana.


Begitu mendapatkan kabar bahwa Tatiana dan menantu kesayangan nya mengalami kecelakaan maut di Barcelona, Dimitri memerintahkan Lee asistennya menyiapkan pesawat dan semua kebutuhannya dan istrinya yang segera bertolak ke Barcelona dari Madrid.


Dimitri nampak syok saat mendengar berita yang di sampaikan Lee kepadanya. Ia takut menerima kenyataan jika harus kehilangan putri satu-satunya yang teramat sangat di cintainya setelah Dimitri harus merelakan kepergian wanita yang amat di cintainya beberapa tahun yang lalu yaitu Silviana, wanita yang telah melahirkan Tatiana.


Namun setelah melihat sendiri kondisi Tatiana dan mendengar penjelasan dokter yang merawatnya. Bahwa keadaan Tatiana tidak ada yang mengkuatirkan karena hanya mengalami luka ringan dan memar-memar di wajahnya membuat perasaan Dimitri tenang.


Sementara Lethicia dan Audri juga berada di rumah sakit. Hector sudah memesan kamar rawat inap yang terbaik di rumah sakit tersebut, karena Alvaro memutuskan akan bekerja dari rumah sakit selama Assensio dirawat dan kondisinya belum membaik.


Lethicia sudah melihat Assensio dan Tatiana beberapa waktu yang lalu. Lethicia hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk keduanya.


*


Tatiana mengerjapkan kedua matanya. "Ahh..


Tatiana meringis menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya terutama pada wajahnya sebelah kiri. Jemari tangan Tatiana ingin memegang wajah yang sakit itu. Namun ternyata tangannya juga terasa sangat sakit.


Tatiana menatap jemari tangannya. Ternyata ada jarum infus terpasang di punggung tangannya.


Degg.. Jantung Tatiana berdebar kencang. Mengingat semuanya. Mengingat kejadian yang ia alami.


"Nikolas...Paman Pedro..


Tiba-tiba buliran-buliran bening menyentuh wajah pucat Tatiana. Ia ingat semuanya.


"Oh...dimana suamiku, Ahh .."


Suara pelan Tatiana bercampur rintihan kesakitan tubuhnya terdengar sayup-sayup.


"Tatiana sayang, kau sudah sadar nak", ucap wanita paruh baya yang tak lain adalah Alma ibu tiri Tatiana.


"Jangan bangun dulu nak, biarkan perawat memeriksa kondisi mu dulu", ucap Alma dengan lembut dan menekan tombol yang terhubung dengan perawat.

__ADS_1


Tak berapa lama, dua orang perawat masuk kedalam ruangan itu. Dan segera memeriksa keadaan Tatiana.


"S-suami ku, di mana suami ku?", tanya Tatiana menatap kedua perawat bergantian.


Tatiana hendak mencabut jarum infus di tangannya dan bangun dari tempat tidurnya.


"Nona belum boleh bangun. Nona masih di observasi. Untuk memastikan kondisi anda nona. Untuk menghindari kemungkinan terjadinya pendarahan atau pun gegar otak akibat benturan di kepala nona saat terjadi kecelakaan tadi", Ujar perawat mencegah tindakan Tatiana untuk melepaskan semua alat medis yang terpasang di tubuhnya. Alat bantu pernafasan hingga jarum infus.


"Aku tidak apa-apa, jangan melarang ku. Aku ingin bersama suamiku ia membutuhkan aku", teriak Tatiana memberontak sekuat tenaganya.


Mendengar keributan dari kamar Tatiana membuat Alvaro, Dimitri dan Moreno segera melihatnya, memastikan apa yang terjadi.


Melihat kondisi Tatiana yang histeris, berteriak dan menangis membuat Dimitri memeluk tubuh putrinya itu. Sementara Alma mengusap pundak Tatiana. Ia berdiri di samping tempat tidur.


"Tenanglah nak. Nikolas akan baik-baik saja. Jika kau sakit, kau tidak akan bisa melihat dan merawat suami mu Tatiana".


"Daddy... mobil yang menabrak kami pasti di sengaja orang. Aku yakin mobil itu sengaja ingin melukai Nikolas".


"Bagaimana kondisi Nikolas dan paman Pedro? Aku ingin melihat mereka daddy", Ujar Tatiana terisak dalam pelukan ayahnya.


"Suami mu saat ini di rawat di ICU Tatiana. Saat ini Assensio kritis. Dokter mengatakan kondisi organ vital tubuhnya normal. Assensio kritis karena benturan keras di kepalanya. Namun pendarahan terjadi di batang otak bukan di otak besar dan otak kecilnya. Dokter mengatakan itu tidak terlalu berbahaya karena cepat ditangani dokter".


"Assensio akan di observasi selama dua puluh empat jam. Kita doakan yang terbaik untuk nya", Ucap Alvaro pelan.


Tatiana mendengarkan penjelasan Alvaro.


Air mata Tatiana jatuh membasahi pipinya. "Aku tidak mau kehilangan Nikolas daddy. Aku mencintainya sepenuh hatiku", ucap Tatiana berurai air mata.


"Daddy tahu nak, tenangkan lah diri mu. Daddy yakin Nikolas laki-laki yang kuat. Kejadian seperti ini bukan yang pertama baginya. Saat pertama kali daddy menemukannya dulu, kondisinya jauh lebih para dengan luka menganga di sekujur tubuhnya. Tapi lihatlah, Nikolas bisa bertahan hingga menikah dengan mu".


"Sekarang pun daddy yakin Nikolas akan kuat menghadapi nya. Malam ini kau masih di observasi untuk memantau kondisi mu. Esok pagi kau sudah bisa menemui suami mu di ruangannya", Ujar Dimitri sambil perlahan merebahkan tubuh putrinya. dan menyelimutinya.


"Tenangkan diri mu Tatiana, apa yang ayah mu katakan benar. Assensio laki-laki yang kuat", ucap Alvaro menepuk punggung tangan Tatiana. Memberikannya kekuatan.


Tatiana memejamkan matanya yang memerah dan basah. Sesaat ia membuka kembali kedua matanya.

__ADS_1


"Bagaimana dengan paman Pedro, kak? Apa ia baik-baik saja?", tanya Tatiana pelan.


Hughh.. Alvaro menghembuskan nafas dalam-dalam.


Paman Pedro tewas di tempat kejadian, Tatiana", jawab Alvaro sambil mengusap wajahnya.


Air mata Tatiana semakin mengalir deras hingga membasahi bantal yang menopang kepalanya.


"P-paman...", ucap Tatiana dengan suara lirih.


"Jika bukan karena inisiatif paman Pedro, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada Nikolas dan aku", ucap Tatiana.


"Saat paman menyadari ada mobil yang melaju dengan kecepatan penuh menghampiri mobil kami. Tepatnya melaju dengan kencang tepat bagian Nikolas, paman Pedro cepat-cepat memundurkan mobil. Karena bagian depan sangat sempit, padatnya kendaraan. Paman mengambil inisiatif untuk mundur dan mobil yang melaju kencang itu tepat mengenai bagian paman Pedro", isak Tatiana menjelaskan kronologis kejadian yang sebenarnya terjadi.


Karena ia adalah saksi kunci kejadian itu.


...***...


TETAP DUKUNG MA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA πŸ™


*


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2