MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
ASA TATIANA PADA NIKOLAS


__ADS_3

Alma mendorong kursi roda Tatiana masuk kedalam ruang ICU tempat di mana Nikolas di rawat. Saat sudah berada di samping tempat tidur Nikolas, Tatiana lebih memilih untuk duduk di kursi yang disediakan tepat di sebelah ranjang pasien.


"Ajaklah suami mu berbicara, mama yakin ia tetap bisa mendengar mu walaupun saat ini tidak sadarkan diri nya", ucap Alma pada Tatiana yang terlihat sangat sedih menatap lekat wajah Nikolas dan tubuh nya yang di penuhi oleh peralatan medis.


Tatiana menganggukkan kepalanya pelan. "Iya ma".


"Jika kau membutuhkan mama, mama ada di ruang tunggu nak", ucap Alma sambil mengusap lembut rambut Tatiana.


Tatiana menganggukkan kepalanya lagi.


Setelah Alma keluar, Tatiana menggenggam erat jemari tangan kanan Nikolas yang tidak mengalami cedera.


Dengan sendirinya butiran-butiran bening di pelupuk mata Tatiana jatuh menyentuh wajahnya. Tatiana sangat sedih melihat kondisi laki-laki yang sangat di cintainya itu saat ini benar-benar tidak berdaya dengan mengandalkan semua alat medis yang terpasang di tubuhnya sebagai penopang hidup nya.


"Nik, ayo bangun sayang. Aku tidak kuat jika melihat mu seperti ini. Dokter Arthur mengatakan masa kritis mu sudah lewat. Kau bisa melewati fasenya Nik", ucap Tatiana mencium jemari tangan Nikolas bertubi-tubi. Tatiana juga mengecup kepala Nikolas yang terbalut perban karet.


"Cepat bangun sayang. Aku janji... jika kau membuka mata mu sekarang aku bersedia menuruti semua keinginan mu sayang. Aku bersedia hamil kembar seperti keinginan mu. Lima, empat, tiga...Aku bersedia mengandung dan hamil anak sesuai keinginan mu sayang", ujar Tatiana menyandarkan kepalanya pada bahu bagian kanan Nikolas yang tidak cedera.


"Jika kau sembuh nanti, aku bersedia mengikuti mu ke manapun kau berada. Jika kau mengajakku menetap di Barcelona aku akan mendukung dan mengikuti mu Nik".


Tatiana berdiri, mengambil air hangat yang ada di ruangan itu. Ia mengambil handuk kecil yang di celupkan nya dengan air hangat untuk menyeka tubuh Nikolas.


"Apa kau ingat bagaimana pertemuan pertama kita?".


"Hm...aku kira kau perampok yang menyatroni rumah persinggahan itu. Aku hampir saja memukul kepala mu malam itu. Apa kau tahu saat esoknya aku bertanya langsung pada daddy mengenai siapa diri mu, dan daddy langsung menjawab bahwa kau adalah jodoh ku. Laki-laki yang di pilih daddy untuk menikah dengan ku", Ucap Tatiana tersenyum sambil mengusap lembut jemari-jemari tangan Nikolas dengan handuk kecil.

__ADS_1


"Kau sangat tahu apa reaksi ku mendengar jawaban daddy? Dengan spontan aku langsung menentang mu sampai-sampai aku mengancam daddy tidak akan bisa melihat ku lagi. Dan daddy sama kerasnya dengan ku ia juga mengancam akan mencoret nama ku sebagai penerima warisan nya. Aku hanya berharap kau menolak ide daddy itu Nik, tapi ternyata dengan tegas kau malah menerima permintaan daddy untuk menjadi kekasih ku dan menjadi suamiku".


"Kau semakin membuat aku membenci mu saat itu", ujar Tatiana terdiam sambil menatap kembali wajah Nikolas yang tidak menunjukkan reaksi apapun. Namun tak mengendurkan usaha Tatiana untuk mengajak Nikolas berbicara. Ia yakin Nikolas dapat mendengarkan semua perkataan Tatiana. Juga bisa merasakan kehadirannya dan sentuhannya.


"Aku tidak tahu lagi dengan hidup ku jika kau tidak ada di samping ku Nikolas. Aku benar-benar mencintai mu. Kau tulang rusuk ku. Aku membutuhkan mu, menghabiskan sisa usia ku bersama mu. Tidak ada hal lainnya lagi yang kuinginkan, selain hanya bersama mu. Jika kau tiada, aku pun akan lenyap dari bumi ini Nikolas", isak Tatiana sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya.


"Bangunlah sayang, buka matamu. Jika kau seperti ini aku tidak bisa tidur dalam pelukan mu, Nik", lirih Tatiana dengan mata menghangat dan berkaca-kaca kembali.


"Di saat kebahagiaan yang aku dan kau impikan selama ini kembali datang di hadapan dihadapan kita, ternyata aku dan kamu harus mendapatkan lagi cobaan baru. Kejadian yang tidak kita duga-duga datangnya hampir saja merenggut kebahagian kita Nik".


"Maka... berjuanglah untuk bertahan dan membaik, agar kita bisa melewati kebahagiaan seutuhnya bersama-sama".


*


Sinar matahari semakin terik di atas kota Barcelona. Hari siang menjelang sore hari.


Mobil yang dikendarai sopir itu berisi Alvaro, Moreno dan Hector.


Tak lama berselang, mobil tersebut masuk ke sebuah kompleks perumahan real estate. Hector turun dan berbincang pada keamanan di sana. Tak butuh waktu yang lama, Hector berhasil membuat keamanan mengerti dan mengizinkan mobil mereka masuk.


Mobil Alvaro melaju dan sengaja berhenti cukup jauh dari sebuah rumah megah yang berdiri kokoh di distrik kota Barcelona tersebut.


Tanpa menunggu lama, Alvaro segera turun dari mobil nya diikuti Moreno dan Hector. Serta empat orang bodyguard bertubuh kekar di belakang mereka.


Alvaro melangkahkan kakinya dengan tergesa-gesa menuju rumah yang mereka tujuh. Alvaro bisa melihat dari kejauhan pemilik rumah sedang bergegas keluar dari dalam rumah.

__ADS_1


Alvaro menghampiri laki-laki yang terlihat sedang buru-buru meninggalkan rumah dengan membawa hand bag di tangannya hendak masuk kedalam mobil yang terlihat sudah menunggu dua wanita di dalam mobil itu.


"Kau hendak berpergian kemana Leonardo?"..


...***...


APA YANG AKAN TERJADI?


TUNGGU KELANJUTANNYA YA.


AUTHOR AKAN CRAZY UP HINGGA MALAM. KALIAN CUKUP KIRIM VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA BUAT AUTHOR 🙏❤️


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


AIR MATA SCARLETT


FIRST LOVE LAST LOVE

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2