
"Aku akan memberikan kenikmatan pada mu malam ini, sayang", bisik Liam sambil menghisap leher istrinya.
Menit berikutnya Liam berdiri dari atas tubuh Raffaella. Perlahan ia membuka sabuk celana panjang stelan tuxedo yang di pakainya di pernikahan tadi.
Raffaella tak sedetikpun mengalihkan pandangan matanya dari tubuh maskulin suaminya. Tubuh atletis dengan tonjolan otot yang begitu sempurna membuat Raffaella bersusah payah menelan salivanya.
"Ahh sayang.."
Terdengar jeritan kecil Raffaella saat melihat milik Liam begitu penuh di dalam boxer yang masih menutupi intinya.
Liam sengaja memperlambat membuka boxer yang menutupi miliknya yang terasa begitu sesak.
"Aww...Liam", teriak Raffaella melonjak bangun dari tempat tidur dan mundur ke ujung tempat tidur sambil menutup mata dengan kedua tangannya.
"Ada apa sayang", ucap Liam menarik kedua tangan istrinya yang menutupi wajahnya. Begitu tangan itu terbuka terlihat wajah pucat Raffaella dengan mulut terbuka ia kedua matanya terbelalak menatap tak berkedip milik Liam yang berdiri tegak tepat dihadapan nya.
"Apa kau ingin menyentuhnya, hem? Sentuh lah perlahan", ujar Liam mengarahkan jemari lentik istrinya pada miliknya.
Dengan tangan gemetaran Raffaella menuruti permintaan suaminya. Perlahan ia menyentuh milik Liam yang sudah mengeras dengan tonjolan urat di sekelilingnya.
__ADS_1
Liam masih dengan posisi berdiri di samping tempat tidur, merasakan sensasi sentuhan tangan Raffaella pada intinya. "Ahh sayang, usap dengan lembut sayang. Kau boleh melakukannya dengan mulut mu", Ucap Liam mengarahkan miliknya pada mulut Raffaella yang sudah terbuka dari tadi.
Lagi-lagi Raffaella menuruti permintaan suaminya.
Perlahan Raffaella memasukkan milik Liam pada mulut. Berulangkali ia terlihat tersedak ketika milik Liam yang berukuran besar memenuhi mulutnya.
"Hisap dan gerakan mulut mu, sayang", ucap Liam dengan suara berat dan serak membimbing istrinya cara memuaskannya.
Lagi-lagi Raffaella menuruti perkataan Liam, menghisap milik Liam dan menjilatinya dengan lidahnya.
"Ahh Raffaella sayang. Rasanya sangat nikmat sayang... Ahh", racau Liam mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya
Tentu saja perbuatan Raffaella menimbulkan reaksi yang fatal bagi Liam. Berulangkali laki-laki itu mengeram menahan gairah dalam tubuhnya.
"Ahh shitt....kau benar-benar menggoda ku Raffaella", ucap Liam sambil mendorong tubuhnya istrinya dengan keras.
Tanpa pikir panjang Liam menarik kedua paha Raffaella hingga berada di ujung tempat tidur. Liam melucuti panties berwarna putih yang masih menutupi inti Raffaella dan melemparnya ke sembarang arah.
Liam membuka Kedua paha Raffaella. Dengan tatapan berkabut gairah laki-laki itu menatap inti Raffaella yang berwarna merah muda dan lembab. Begitu bersih.
__ADS_1
Melihat Liam menatap seperti itu membuat Raffaella refleks menutup rapat kedua pahanya. Raffaella risih dan sangat malu di tatap intens seperti itu.
"Jangan di tutup sayang, milik mu sangat bersih aku ingin merasakan tubuh mu seluruhnya", ucap Liam dengan suara semakin terdengar serak.
Liam membenamkan wajahnya diantara dua paha mulus Raffaella. Raffaella yang di perlakukan seperti itu untuk pertama kalinya dalam hidupnya berteriak dan menjerit, saat merasakan intinya begitu geli dan membuat tubuh Raffaella bergetar hebat karena merasakan gairah begitu membuncah dalam tubuhnya.
"Oh sayang apakah begini rasanya bercinta yang sesungguhnya", racau Raffaella sambil meremas rambut hitam Liam yang berada diantara kedua paha.
Bahkan akibat dari buaian suaminya itu Raffaella merasakan kenikmatan yang luar biasa. Entah seperti apa rupanya sekarang. Yang pasti tubuh Raffaella tak henti mengelijang sejadi-jadinya sambil meremas rambut Liam dan seprai bergantian.
Sesaat Liam menghentikan permainan lidahnya di inti Raffaella. Dengan tatapan berkabut Liam kembali me*umat bibir ranum Raffaella yang tak henti mengeluarkan suara de*ahan dan erangan.
Sementara tangan Liam meremas puncak kenikmatan Raffaella. Perlahan tangan Liam mengusap lembut inti Raffaella. "Milik mu sudah sangat basah sayang. Aku akan memasuki mu sekarang. Akan terasa sedikit sakit hanya sesaat", bisik Liam sambil mengigit telinga Raffaella.
Raffaella menggigit bibir bawahnya. "Lakukan dengan pelan-pelan sayang. Ini yang pertama kalinya bagiku", lirih Raffaella dengan suara bergetar menahan rasa bergelora di dalam tubuhnya.
...***...
MAU LAGI? KOMEN DAN LIKE. JANGAN SILENT READER YA 🙏
__ADS_1