MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
CARA ALVARO MENENANGKAN ISTRINYA


__ADS_3

VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


*


Seperti tidak melakukan kesalahan apapun, Alvaro berjongkok di hadapan Lethicia. Kedua tangannya mengungkung kedua paha mulus istrinya. Yang hari itu menggunakan dress mini yang mengekspos bagian bawah tubuhnya.


Alvaro tersenyum melihat Lethicia uring-uringan dengan wajah muram seperti itu. Bahkan wajah Lethicia tertekuk. Namun bagi Alvaro istrinya itu semakin menarik jika sedang kesal seperti itu.


Alvaro menarik lembut dagu Lethicia agar menatapnya. Dengan senyuman yang terlukis di wajah Alvaro membuat Lethicia semakin mencebikkan bibirnya.


"Hentikan senyuman itu Varo, aku tidak suka kau bahagia di atas penderitaan orang lain. Aku juga bukan ja*alang seperti yang di katakan kekasih mu itu, jadi sebaiknya sebelum kau urus masalah dengan wanita itu kau jangan menyentuh ku!", ketus Lethicia hendak beranjak dari tempat duduknya.


Alvaro semakin tersenyum. Lethicia melihat itu, ia mengumpat dalam hatinya. Yang bisa dengan mudahnya masuk kepelukan laki-laki yang sudah memiliki kekasih.


"Artinya semua yang aku lakukan sudah benar, aku bebas menyentuh mu karena aku tidak memiliki hubungan apapun lagi dengan wanita lain", balas Alvaro sambil menyelusupkan jemari tangan kanannya di antara dua paha Lethicia hingga merambah ke bagian dalam.


Tindakan Alvaro itu, menguasai Lethicia. Sekuat tenaga Lethicia menahan dirinya agar tidak terpengaruh dan tidak mau mengikuti permainan Alvaro yang akan membuatnya semakin sulit. Yang pastinya sebutan wanita perusak hubungan seseorang itu sangat tepat untuk nya saat ini jika masih mau terperangkap dalam buaian Alvaro.


"Hubungan ku dan Giselle sudah putus Lethi", ucap Alvaro menatap lekat wajah istrinya sambil semakin menelusupkan jemari tangannya mengusap lembut inti Lethicia.


Lethicia melebarkan kedua matanya dengan nafas menderu dan mulut terbuka, terlihat dari dadanya yang naik turun.


Lethicia tidak tahu mengatakannya kenapa ia seperti itu. Ia juga bingung antara terkejut dengan perkataan Alvaro atau sentuhan jemari Alvaro di intinya. Namun saat ini Lethicia menggigit bibir bawahnya dan memejamkan kedua matanya sambil bersandar di kursi kerjanya.

__ADS_1


Alvaro mencondongkan tubuhnya, me*umat bibir ranum Lethicia yang begitu diinginkannya saat ini. Sementara tangannya terus mengusap lembut bagian dalam dress Lethicia.


"Akh--", erangan lolos dari mulut Lethicia saat merasakan remasan di dadanya.


Lethicia tidak memberikan balasan apapun. Namun ia seolah memberikan izin kepada Alvaro untuk melakukan apapun yang ia mau. Seakan Lethicia lupa dengan perkataan beberapa saat yang lalu. Ucapannya berbeda dengan tubuhnya yang menerima dengan mudah sentuhan Alvaro.


Lethicia mengumpati dirinya sendiri, karena begitu lemah. Namun rasanya sangat munafik jika ia mengatakan tidak terbuai dengan sentuhan Alvaro. Buktinya mulutnya sudah mengerang.


"V-Varo hentikan sekarang aku sedang bekerja", ucap Lethicia sambil menatap sayu Alvaro yang membawa tangannya menarik keatas rok pendek Lethicia dan menyingkapkan panties rendah ke sisi samping.


"Aww Varo hentikan... Ahh"


Alvaro tidak menggubrisnya ia mencium lembut leher Lethicia sementara jemari tangannya menerobos masuk ke inti Lethicia, membuat Lethicia mencengkram kuat sandaran tangan kursi kerjanya.


Tok tokk tok


"Ah shitt... Tidak sopan sekali! Siapa yang berani mengganggu mu di ruangan ini Lethicia. Kau harus merubah cara kerja anak buah mu itu!", ketus Alvaro dengan kesal.


"Aku hentikan sekarang, tapi setelah ini kita lanjutkan lagi", bisik Alvaro sambil menggigit lembut telinga Lethicia yang bergidik mendengar perkataan Alvaro.


Tok tokk tok


Dengan wajah terlihat kesal Alvaro berdiri sambil menyugar rambutnya. Sementara Lethicia mengatur nafasnya. Sambil membetulkan penampilan nya yang berantakan ulah suaminya.

__ADS_1


"Masuk..!"


Ceklek


Terlihat wajah Audri masuk ke dalam ruangan Lethicia.


Ia tampak merasa bersalah karena di ruangan itu ada juga Alvaro. Audri baru sadar mungkin kedatangan ia sudah menganggu keduanya.


"Ada apa Audri?", tanya Lethicia. Suaranya sudah terdengar normal.


Sekilas Audri menatap Alvaro yang tak henti menatap Lethicia.


Audri tampak ragu-ragu akan menyampaikan kabar yang di bawa nya pada atasannya itu.


"Kenapa kau ragu, katakanlah!", ujar Lethicia.


"Begini nona, wanita yang bernama Giselle itu baru saja akan melakukan konferensi pers. Beberapa saat yang lalu ia dan jaringan infotainment bersiap melakukan konferensi pers. Dengan terang-terangan membuat judul nama nona sebagai perusak hubungannya dengan tuan Alvaro. Jika terlibat scandal seperti ini, saya takut nama baik nona menjadi buruk", ucap Audri sambil menyerahkan iPad-nya di hadapan Lethicia.


"Lihatlah nona, konferensi pers sedang berlangsung sekarang".


Dengan wajah memucat Lethicia melihat layar iPad milik asistennya. Kedua alis mata Lethicia nampak bertautan. "Tidak ada apapun di sini Audri".


Alvaro mengusap dagunya. Sekilas senyuman mengembang di sudut bibirnya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2