MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENUNTUT HAK SUAMI


__ADS_3

Tatiana mengerjapkan kedua matanya. Sinar matahari pagi menerobos masuk kedalam kamar melalui celah gorden yang masih tertutup.


"Ahh..."


Tatiana meringis kesakitan terutama di bagian bawah tubuhnya terasa nyeri sekali.


"Rasanya sakit sekali", ucap Tatiana meringis.


Tatiana menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya, tampak banyak bercak darah di seprai berwarna putih itu.


Tubuh Tatiana bergetar mengingat kembali kejadian beberapa jam yang lalu. Tiba-tiba amarah dan kesal pada dirinya sendiri. Tatiana ingat betul bagaimana umpatan dan cacian yang keluar dari mulutnya berganti dengan de*ahan dan erangan.


Permainan panas dan erotis tak bisa di hindari lagi beberapa waktu lalu. Bahkan tubuhnya berulangkali berkedut dan menegang menerima serangan brutal Nikolas.


"Apa yang ada di kepala ku, bagaimana mungkin dengan pasrahnya aku menyerahkan diri kepada laki-laki yang masih asing bagiku", batin Tatiana terlihat sedih.


"Aku bodoh sekali tidak bisa mengontrol diri ku", batinnya. Tatiana memeluk erat lututnya sambil membenamkan wajahnya di sana.


Bahkan Tatiana merasa sangat malu mengingat erangan dan lenguhan panjang dari mulutnya. Hasrat yang bergelora yang menguasai tubuhnya benar-benar membuat akal sehatnya hilang kendali.


Tatiana mengacak-acak rambutnya. Tubuhnya tidak bisa bohong. Mengingat semua kejadian beberapa saat yang lalu membuat tubuhnya kembali dialiri hawa panas.


"Kau wanita bodoh Tatiana. Berulangkali kau katakan membenci laki-laki itu, tapi lihatlah akhirnya... tubuh mu menginginkan nya",


batin Tatiana.


Tatiana berusaha bangkit dari tempat tidur. "Aw perih sekali. Untung lah Nikolas sudah pergi dari kamar ku".


Dengan tertatih Tatiana masuk ke kamar mandi. Kedua netra nya menatap dirinya di cermin. Tampak sangat kacau. Bahkan kedua matanya hitam karena maskara yang luntur.


Semalaman dihabiskan Tatiana bekerja hingga larut malam di kantornya. Hingga tanpa ia sadari sudah menunjukkan tengah malam.


Ia sampai di apartemen, waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Dan sialnya kedatangannya di pergoki Nikolas yang sengaja menunggunya di ruangan sudut apartemen.


Sialnya lagi laki-laki itu menuntut jawaban Tatiana, namun Tatiana enggan menjelaskan keberadaannya di mana semalam. Membuat Nikolas murka dan berakhir dengan penyatuan dirinya dan Nikolas untuk yang pertama kalinya.

__ADS_1


Tatiana melihat dirinya di cermin, tubuhnya penuh tanda merah bekas ciuman Nikolas sebagai bukti kepemilikan atas tubuhnya.


"Aku harus membersihkan sisa percintaan ini. Aku tidak mau Laki-laki itu membuatku terjebak dalam pernikahan ini", ucap Tatiana dengan tegas.


Hampir satu jam Tatiana membersihkan tubuhnya. Berendam adalah cara terbaik untuk menghilangkan penat tubuhnya.


Setelah selesai membersihkan diri, Tatiana keluar kamar mandi menggunakan bathrobe berwarna putih


Matanya tertuju ke balkon, ia melangkahkan kakinya ke sana.


Tampak pemandangan yang indah sekali, terasa perasaan damai. Terlihat bangunan menjulang di depan matanya.


Dari lantai empat puluh apartemen mewah miliknya yang berada di tengah kota Madrid. Pemandangan kota Madrid sangat indah di pagi hari.


Tanpa disadarinya, Nikolas memeluk tubuhnya dari belakang. Membuat Tatiana terperanjat.


"Rupanya kau disini, hem" bisik Nikolas dengan suara lembut sambil mencium leher Tatiana.


"Aku membawakan makanan, perut mu pasti lapar kan ?", ucap Nikolas berbisik di telinga Tatiana.


Ia tidak tahu rasa bencinya pada laki-laki itu hilang entah kemana. Padahal beberapa saat yang lalu pun dirinya masih mengumpati Nikolas.


Tatiana mengikuti langkah Nikolas, ia berjalan pelan-pelan karena masih merasakan perih di intinya.


"Apakah masih benar-benar menyakitkan?", tanya Nikolas pada Tatiana yang tampak masih meringis.


"Maafkan aku, karena aku merasakan suprise sekali. Kau mampu membuat milik ku normal Tatiana. Aku ingin cepat-cepat merasakan tubuhmu", ucap Nikolas terlihat mengoda Tatiana.


Ucapan Nikolas sontak membuat wajah Tatiana bersemu merah, karena begitu malu.


*


Tatiana dan Nikolas makan bersama. Keduanya duduk berdampingan di sofa kamar. Dengan lahapnya Tatiana menghabiskan makanan yang pastinya dibuat oleh bibi Ane. Pelayan yang selalu bersamanya kemanapun Tatiana pergi.


Nikolas membersihkan ujung bibir istrinya yang kotor karena saus yang menempel di ujung bibirnya dengan ibu jari tangannya.

__ADS_1


Tatiana memalingkan wajahnya. Ia tidak mau terperangkap dengan perasaan sentimentil.


"Aku akan berganti pakaian ku", ucap Tatiana hendak beranjak dari tempat duduknya. Sekuat tenaga ia menahan debaran jantungnya.


Nikolas yang yang sedang menikmati kopinya menatap lekat Tatiana.


"Apakah kau sedang merayuku?", goda Nikolas tersenyum.


"Siapa juga yang merayu mu. Aku ingin kau pergi dari kamar ku! Dan jangan lancang masuk kemari tanpa seizin ku!", ketus Tatiana menatap tajam Nikolas yang tetap cuek dan tak menggubris ucapannya.


Nikolas membalas tatapan tajam Tatiana. "Sejak kapan ini kamar mu? Yang benar...Kamar kita! Dan mulai malam ini kita tidur bersama di kamar ini, aku juga menuntut hak ku sebagai suami!"


"Kau... Arghh


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA πŸ™


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA


__ADS_1


__ADS_2