MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
KONTROL KANDUNGAN


__ADS_3

Alvaro dan Lethicia berada di dalam mobil yang di kendarai oleh sopir Alvaro.


Alvaro mengajak Lethicia untuk kontrol kandungannya. Memastikan kondisi kesehatan istrinya dan juga calon bayi mereka.


Beberapa saat yang lalu setelah Moreno dan Audri pamit pulang, Alvaro segera memerintahkan Héctor mendaftar Lethicia pada dokter kandungan terbaik yang ada di kota Barcelona.


"Apa yang kau rasakan saat ini? Apa kau gugup. Ini kunjungan pertama mu untuk memeriksakan kehamilan pada dokter kandungan. Sementara dokter yang ada di Madrid hanya dokter jaga saja".


"Aku gugup sayang, tapi juga bahagia. Bercampur menjadi satu", jawab Lethicia sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Alvaro.


Sesaat kemudian mobil yang dikendarai sopir Memasuki area rumah sakit, berhenti tepat di depan pintu lobby.


Alvaro menggengam erat jemari Lethicia, ia mengajak istrinya untuk kontrol kandungan di salah satu rumah sakit mewah di pusat kota Barcelona.


Beberapa saat yang lalu Alvaro meminta Hector mendaftarkan Lethicia menjadi pasien prioritas supaya saat kontrol mereka tidak perlu antri lagi untuk mendaftarkan diri.


Terlihat salah seorang perawat mempersilahkan Alvaro dan Lethicia masuk dengan sopan.

__ADS_1


"Selamat sore tuan Alvaro dan nona, silahkan masuk dokter Valeria sudah menunggu kedatangan nona Lethicia", ujar perawat.


"Terima kasih", jawab Lethicia tersenyum ramah.


Saat di dalam ruangan, terlihat wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di usianya.


"Selamat sore dokter", sapa Lethicia dengan hangat.


"Sore nona Lethicia, tuan Alvaro", balas dokter Valeria dengan ramah. "Apa yang bisa saya bantu?"


"Istri ku hamil empat minggu, pemeriksaan pertama di lakukan di Madrid beberapa hari yang lalu. Dokter di sana menyatakan kondisi istri ku baik. Masalahnya kami rutin melakukan hubungan intim. Bisa mengganggu anak kami tidak dok?", ucap Alvaro dengan lugas dan lantang tanpa malu sedikitpun.


Dokter Valeria tersenyum mendengar perkataan Alvaro. ", Nona Lethicia tidak perlu sungkan. Perkataan jujur saat kontrol ibu hamil itu sangat bagus, agar dokter bisa memeriksa dengan baik keadaan ibu hamil", Ucap dokter Valeria tersenyum.


Sementara perawat terlihat mengulum senyumnya. Mendengar pengakuan Alvaro yang terkesan vulgar.


"Baiklah, sekarang mari kita periksa nona. Silahkan rebahkan tubuh nona di ranjang", ucap dokter sambil meminta perawat membantu pasien rebahan. Sementara Alvaro tidak mau kalah, ia juga berdiri membantu istrinya.

__ADS_1


Perawat memberikan gel di bagian bawah perut Lethicia. Gel yang terasa sangat dingin kemudian dokter menekan pelan dengan alat yang terhubung dengan monitor. Dokter Valeria fokus memperhatikan layar monitor, terlihat ia membetulkan kacamatanya. dan mencondongkan tubuhnya lebih mendekati layar monitor.


"Usia kandungan nona Lethicia sudah enam minggu bukan empat minggu, tuan. Kondisi istri anda sehat juga calon bayinya juga dalam kondisi baik", ucap dokter Valeria tersenyum.


Yang di sambut helaan nafas dalam-dalam milik Alvaro. Sementara Lethicia tersenyum bahagia mendengar ucapan dokter Valeria.


"Sekarang tuan Alvaro dan nona Lethicia sudah bisa dengar detak jantung calon bayi. Mari dengarkan detak jantung janinnya", Ucap dokter meninggikan volume alat deteksi detak jantung.


Lethicia menggenggam erat tangan Alvaro yang terlihat sangat bersemangat. "Apakah itu suara detak jantung anak ku?", tanya Alvaro.


Dokter tidak menggubris pertanyaan Alvaro. Terlihat wajah dokter Valeria berubah. "Terdengar detak jantung ganda", ucap dokter.


"Sebaiknya kita periksa lagi USG nya untuk memastikan dugaan saya", ujar dokter Valeria.


Seketika senyuman di wajah Alvaro dan Lethicia lenyap. Kedua pasangan suami-istri itu berubah menjadi tegang.


"Ada apa dengan anak ku...

__ADS_1


...***...


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


__ADS_2