MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
AKAN SEGERA TERJAWAB


__ADS_3

Beberapa hari kemudian..


Alvaro menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya di ruang kerjanya. Seharian ia sibuk meeting dan menandatangani berkas yang sudah diberikan sekertarisnya Antonella.


Semenjak Lethicia hamil, selesai tidak selesai pekerjaannya di kantor, pukul lima sore Alvaro pasti akan pulang ke mansion. Lethicia dan tubuh hamilnya selalu membuat Alvaro merindu. Bahkan selama bekerja ia tidak pernah melewatkan melakukan video call dengan istrinya itu hanya sekedar mengetahui sedang apa dan mengingatkan untuk makan jangan sampai terlambat.


Alvaro benar-benar menunjukkan perhatiannya. Bahkan sudah terbilang posesif sekali terhadap istrinya.


Tok tokk tokk


Terdengar ketukan dipintu. Alvaro menghembuskan nafasnya..."Masuk!"


ceklek


"Maaf tuan, mengganggu anda. Ada hal penting yang ingin saya sampaikan pada tuan", ucap Hector melangkah mendekati meja kerja Alvaro.


"Ada apa, cepat katakan!"


"Perusahaan yang akan bekerjasama dengan perusahaan Montana dari kota Madrid itu milik tuan Dimitri Dacutti, pria keturunan Italia yang baru beberapa tahun ini menetap di Madrid".


"Saya sudah menyelidiki semuanya tentang kondisi perusahaan mereka dan juga pemiliknya".


"Tuan Dimitri Dacutti memiliki putri tunggal bernama Tatiana Dacutti. Tatiana adalah kekasih Nikolas, laki-laki yang wajahnya mirip dengan adik anda".


Alvaro menaruh penanya diatas meja menatap tajam Hector yang sedang menyampaikan berita penting kepadanya. Terlihat Alvaro memijat keningnya tampak berpikir sejenak.


"Perusahaan Dacutti, sekarang sudah di serahkan kepada putrinya. Dan yang akan melakukan penandatanganan kerjasama dengan perusahaan Montana sudah dipastikan nona Tatiana Dacutti. Dan kemungkinan ia akan di temani oleh kekasihnya juga berada di Barcelona nantinya. Tuan Nikolas merupakan wakil direktur di perusahaan itu", ujar Hector menjelaskan dengan rinci.


"Berapa lama lagi penandatanganan kontrak kerjasama itu?"


"Lima hari lagi tuan".


"Aku akan tetap melakukan kerja sama dengan perusahaan mereka. Jika laki-laki itu ikut bersama kekasihnya kau persiapkan jamuan makan malam mewah di Royal Hotel. Aku ingin mengajak istri ku juga pada saat jamuan itu", tegas Alvaro menatap tajam ke depan.


Perintah bosnya itu membuat Hector terdiam sejenak.


"Maaf tuan Alvaro, apakah tidak sebaiknya nona Lethicia tidak bertemu dengan tuan Nikolas? Bagaimana jika nona Lethicia syock saat melihat tuan Nikolas yang wajahnya sangat mirip dengan mendiang suaminya", ucap Hector dengan hormat.


Sungguh Hector tidak memahami maksud dan tujuan bosnya itu. Bukannya menjauhkan Lethicia dari Nikolas tapi malah berniat mempertemukan antara keduanya.


"Kau lakukan saja seperti yang aku perintahkan Hector, tidak usah banyak tanya", tegas Alvaro dengan wajah dingin.


"Baik tuan", jawab Hector.


"Apa masih ada lagi yang ingin kau sampaikan, jika tidak ada kau keluarlah lanjutkan pekerjaan mu".


"Tidak ada lagi tuan. Jika ada hal lainnya segera saya laporkan kepada tuan", ucap Hector. Kemudian ia pamit pergi.


Setelah Hector keluar dari ruangan kerja Alvaro. Laki-laki itu menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi. "Kita lihat apa yang akan terjadi. Dan aku akan segera mengetahui kebenarannya", ucap Alvaro sambil memejamkan kedua matanya.

__ADS_1


*


Valencia, Spanyol


"Mom, Dad...aku ingin mengenalkan seseorang pada kalian", ucap Audri pada kedua orang tuanya yang sedang menonton televisi di ruang keluarga di rumah mereka.


Rumah orang tua Audri terlihat sederhana namun sangat nyaman dan bersih.


Mommy dan daddy Audri menolehkan kepalanya menatap sang putri bungsu mereka yang berdiri bersama seorang pemuda sangat tampan.


Keduanya pun langsung beranjak dari sofa.


"Selamat malam tuan, nyonya", Sapa Moreno dengan hormat sambil mengulurkan tangannya untuk menyalami kedua orang tua kekasihnya.


"Saya Moreno Anteras kekasih putri tuan dan nyonya", Ucap Moreno dengan sopan.


Kedua orang tua Audri saling bertukar pandang. "Sayang, kenapa kau tidak pernah cerita dengan Mommy jika kau sudah memiliki kekasih?", tanya wanita berperawakan sederhana dengan tubuh sedikit berisi namun tidak bisa di pungkiri senyum manis Audri mewarisi dari wanita yang melahirkannya.


"Karena aku ingin mengenalkan Moreno langsung kepada daddy dan mommy", jawab Audri.


"Perkenalkan saya Alberto ayah Audri dan Berta istri saya" ujar Alberto dengan ramah.


"Ayo silahkan duduk. Kau temani kekasih mu berbincang dengan daddy, Audri. Mommy akan mengambil cemilan yang mommy buat sore tadi".


*


"Begini tuan Alberto, maksud saya berkunjung ke Valencia, selain berkenalan dengan keluarga Audri, saya meminta izin untuk menjalin hubungan lebih serius lagi pada Audri. Kami memang baru beberapa hari saja menjadi pasangan kekasih, tetapi saya sungguh mencintai Audri. Makanya saya langsung ingin berkenalan dengan kalian", ujar Moreno dengan serius.


Alberto terlihat tersenyum mendengar penuturan Moreno tentang hubungan dengan putrinya Audri. Melihat dari keseriusan Moreno terhadap putri bungsu, tentu saja Alberto dan Berta setuju. Aberto bisa melihat kejujuran di kedua mata pemuda di hadapannya tersebut.


"Apapun yang sudah menjadi keputusan putri kami, pasti aku dan istriku terima. Yang pasti jagalah dan cintai Audri seperti kami mencintainya. Jangan sekali-kali menyakiti putri kecil ku", ucap Alberto tegas.


Huhh .. Moreno menghembuskan nafasnya dalam-dalam, perasaannya sangat lega mendengar perkataan ayah Audri yang merestuinya.


Teng teng teng..


"Sekarang waktunya kau mencoba kue buatan mommy", ucap Berta pindah duduk di samping Moreno. Berta menyuapkan cake kedalam mulut Moreno yang sudah kepenuhan. Bahkan terlihat Moreno kesulitan untuk menelannya.


"Kau harus makan yang banyak anak muda. Biar tubuhmu seperti matador sejati seperti suamiku", ucap Berta tersenyum.


"Mommy, apa yang mom lakukan. Lihat lah kekasih ku tidak bisa menelan kue-kue mommy", protes Audri sambil melebarkan matanya. Beberapa saat yang lalu ia ke pantry sebentar.


"Tenanglah sayang kekasih mu tidak akan kenapa-napa. Kau harus merawatnya. Seperti mommy merawat daddy mu Audri", jawab Berta menyuapkan lagi makanan ke mulut Moreno.


"Tenang saja sayang, aku tidak apa-apa", jawab Moreno sambil berusaha menghabiskan makanan di mulutnya. Terlihat kedua matanya memerah karena banyaknya makanan yang harus ditelannya.


"Bagaimana, apakah enak kue buatan mommy? Kau masih mau lagi?"


"Oh, tidak nyonya terimakasih. Kue buatan nyonya sangat enak sekali. Enak...", jawab Moreno mengusap dadanya.

__ADS_1


"Good boy", jawab Berta mencubit wajah Moreno.


"Kau diterima di keluarga ku kapan pun kau mau".


*


Malam semakin larut..


Moreno dan Audri duduk di taman yang ada di rumah yang asri tersebut. Terdapat taman di sana dengan bunga-bunga Bougenville berwarna pink dan putih bermekaran.


Audri dan Moreno duduk di kursi besi panjang yang ada di sana. Sesekali Audri melihat ke langit melihat bulan purnama penuh yang menerangi bumi di malam kelam itu.


Moreno menatap lekat wajah cantik kekasihnya yang terkena pantulan cahaya bulan. Moreno tak bosan menikmati wajah cantik yang terus berceloteh melihat indahnya langit di malam itu.


Sesaat kemudian, Audri baru menyadari Moreno sedang menatapnya dengan intens. Audri menolehkan kepalanya membalas tatapan Moreno.


"Kenapa kau menatap ku terus"


"Karena kau sangat cantik, mengalahkan sinar rembulan itu", jawab Moreno.


"Ckck... Gombal!"


"Beneran..


"Bohong!"


"Swear", jawab Moreno mengusap lembut wajah Audri yang terdiam mematung saat Moreno menyatukan bibirnya pada bibir Audri.


Moreno me*umat bibir ranum Audri dengan penuh perasaan. Audri merasakan begitu nikmat ciuman kekasihnya itu. Di tambah suasana di sekitar mereka sangat mendukung. Udara dingin dan remang cahaya bulan membuat suasana romantis.


Untuk yang pertama kalinya, Audri membuka mulutnya tanpa di minta. Untuk yang pertama kalinya gadis itu membalas ciuman Moreno tidak kalah liarnya.


Mendapat balasan Audri membuat Moreno semakin memperdalam ciumannya. Bergantian menghisap lembut bibir atas dan bawah Audri, membuat gadis itu tersengal-sengal kesulitan bernapas.


Sesaat kemudian, Moreno menghentikan ciumannya. "Aku mencintaimu Audri, sangat mencintaimu", bisiknya di depan bibir Audri.


...***...


YUK BACA JUGA:



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2