MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENEMUI KELUARGA MORENO


__ADS_3

VISUAL MORENO AUDRI, BIAR NGAK LUPA ❀️



Marseille, Prancis


Mobil yang dikendarai Moreno berhenti di mansion mewah yang berada di pusat kota Marseille. Audri mengalihkan pandangannya menatap keluar jendela mobil. Mengagumkan. Itulah kesan pertama yang di rasakan Audri melihat semuanya.


"Kita sudah sampai ke mansion ayah ku, ayo kita turun!", ucap Moreno hendak membuka handle pintu.


"Moreno, aku takut. Bagaimana kalau orang tua mu tidak menyukaiku?", tanya Audri dengan jujur.


Moreno mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. "Kau tidak usah kuatir, yang paling penting meminta restu ayah ku. Aku sudah menceritakan semua tentang keluarga ku pada mu kan. Seperti itulah adanya. Kau tidak usah takut aku akan selalu berada di samping mu", ucap Moreno menenangkan perasaan kekasihnya itu.


"Iya Reno. Ayo kita turun temui orang tua mu", jawab Audri tersenyum. Dibalas senyuman juga oleh Moreno.


Moreno membuka pintu mobil, ia juga membukakan pintu Audri. Moreno menggenggam erat tangan Audri melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah.


"Selamat malam tuan Moreno".


"Malam. Di mana daddy?".


"Tuan besar ada diruang makan bersama nyonya Alice", ucap pelayan dengan sopan.


Moreno langsung mengajak Audri menemui ayahnya di ruang makan.


"Dad...


Terlihat laki-laki paruh baya yang masih terlihat tampan dan gagah diusianya menolehkan kepalanya menatap lekat Moreno yang menyapa sambil menggenggam erat tangan Audri.

__ADS_1


Disebelahnya duduk wanita yang masih terlihat muda dan glamor. Menatap tajam Audri. Menelusuri penampilan Audri dari atas hingga bawah.


"Reno? Kapan kau datang nak?", ucap Anteras berdiri dan memeluk putranya dengan hangat. Anteras menepuk pundak Moreno sambil tersenyum.


"Kemarin dad. Tapi aku harus menyelesaikan pekerjaan ku di perusahaan, menghadiri rapat dan ke pabrik sesuai jadwal yang sudah tersusun. Jadi baru sekarang aku menemui daddy. Tidak apa-apa kan dad? Sebagai permintaan maaf putra tampan mu, aku membawa seseorang yang akan aku kenalkan pada daddy", ucap Moreno menatap Audri dengan mesra.


Anteras mengalihkan perhatiannya pada gadis yang di bawa putranya. Ia tersenyum ramah. "Siapa gadis cantik ini, Reno?".


"Dia Audri, kekasih ku", jawab Moreno.


"Selamat malam tuan, saya Audri", ucap Audri dengan ramah dan sopan menjabat tangan Anteras.


Anteras menganggukkan kepalanya. "Kau wanita pertama yang dikenalkan putra ku pada ku, Audri. Selamat datang di keluarga Anteras", ucap Anteras dengan hangat.


Moreno dan Audri tersenyum mendengarnya. "Terimakasih tuan", jawab Audri menundukkan kepalanya sambil tersenyum manis.


"Alice, kau harus berkenalan dengan kekasih Moreno. Kemari!", ucap Anteras dengan tegas. Membuat wanita yang masih duduk di kursinya terlihat tidak suka.


"Iya honey", jawab Alice beranjak dari duduknya.


Setelah Alice berdiri, Audri baru bisa melihat dengan jelas sosok Alice. Cantik dan sangat seksi bahkan di meja makan wanita itu memakai pakaian menerawang yang mengekspos tubuhnya. Audri mengira usianya tiga puluh tahunan tidak jauh berbeda dengan Moreno. Alice berambut panjang pirang dan memiliki mata biru terang. Audri tersenyum padanya.


"Apa wanita ini yang kau pilih Moreno?", ucap Alice menatap tajam dan sinis Audri yang baru menyadari tingkah ibu tiri Moreno padanya. Sebelum Moreno mengajak Audri menemui ayahnya, Moreno menceritakan semuanya tentang kehidupan keluarganya. Ayahnya yang baik dan penyayang menikahi wanita muda setelah tujuh tahun mommy Moreno meninggal dunia.


Perbedaan usia Anteras dan Alice nampak jelas. Alice lebih cocok menjadi putrinya. Tapi itulah kehidupan. Bahkan untuk sebagian orang bukan hal lazim membina hubungan dengan seseorang yang layak menjadi anak mereka. Namun sebagian orang lainnya menganggap itu hal yang biasa saja.


Atas inisiatif Audri ia mengulurkan tangannya pada Alice. "Saya Audri..


Namun Alice tak bergeming dan tak menghiraukan keramahan Audri padanya. "Honey apa kita akan terus berdiri seperti ini? perutku sangat lapar", Ucap Alice memohon pada Anteras sambil memeluk leher Anteras dengan mesra.

__ADS_1


"Baiklah, ayo kita makan malam. Sudah lama sekali mansion ini sepi karena putra ku tidak pernah kembali. Kita harus merayakan kembalinya Moreno Anteras", ucap Anteras duduk di kursinya.


Begitupun Alice duduk di sampingnya dengan wajah arogan tak ada kehangatan di wajahnya. Bahkan berulang kali ia menatap tajam dan tidak suka tindakan Audri yang memberikan perhatian pada Moreno. Mengambilkan makanan dan minuman kesukaan Moreno.


"Terimakasih sayang. Kau sangat tahu kesukaan calon suami mu", ucap Moreno mesra sambil mencium wajah Audri saat Audri menaruh makanan kesukaan Moreno di hadapannya.


"Degg...


Seketika raut wajah Alice memucat. Bahkan ia menaruh sendok dan garpu ke atas piringnya dengan kasar hingga menimbulkan bunyi dentingan yang sangat kuat. "Apa maksudmu Moreno?..


...***...


ADA APA YA SAMA ALICE? πŸ€”


VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA πŸ™


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT

__ADS_1


SERPIHAN HATI ELLENA



__ADS_2