
Alunan musik lembut terdengar mengalun sangat indah. Alvaro mengajak Lethicia berdansa setelah keduanya selesai makan malam.
Alvaro memeluk pinggang Lethicia sementara tangan kanan Alvaro dan tangan kiri Lethicia menyatu mengikuti alunan musik.
Malam semakin gelap, suasana pun semakin memanas saat Alvaro menyatukan bibirnya pada bibir Lethicia yang terbuka menantang. Lidah keduanya saling membelit sementara Alvaro mencium bibir Lethicia semakin dalam. Dengan nafas menderu Lethicia membalas ciuman panas Alvaro. Hingga ia merasakan persediaan oksigen di ruangan itu menipis. Keduanya berlomba berebutan menghisap oksigen yang tersisa.
Alvaro mendorong pelan tubuh Lethicia hingga terhenti di belakang pintu. Alvaro merentangkan tangan Lethicia keatas dan Alvaro menautkan tangan kirinya pada tangan kanan Lethicia. Sementara bibir keduanya tetap menyatu.
Alvaro melahap dengan rakus bibir Lethicia atas dan bawah bergantian sementara jemari tangan kanannya meremas kedua dada Lethicia yang begitu terekspos di hadapannya.
Alvaro menyusuri leher jenjang Lethicia, menyapukan lidahnya menggelitik telinga Lethicia. Perbuatan Alvaro itu membuat suara de*ahan lolos dari mulut Lethicia yang mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan kedua matanya menikmati sensasi sentuhan permainan bibir dan jemari tangan Alvaro yang terasa begitu menuntut.
"Akh--Varo... Jangan seperti itu, aku tidak kuat berdiri jika kau menyentuh ku seperti itu. Ahh sayang", ucap Lethicia dengan suara men*esah saat merasakan jemari tangan Alvaro merambah kebawah dan menyentuh intinya.
"Ini lah yang aku inginkan sayang. Kau tidak menggunakan apapun di bagian dalam tubuh mu", bisik Alvaro.
Sementara Lethicia mengenadahkan kepalanya sambil memejamkan matanya dengan mulut terbuka menahan hasrat dalam dirinya.
"OH, sayang...Ahh"
Jemari tangan Lethicia melepaskan brazer santai Alvaro dan membawa jemari tangannya membuka satu persatu kancing kemeja yang lekat di tubuh atletis Alvaro.
Alvaro semakin bahagia dan senang semenjak Lethicia hamil, Istrinya itu selalu menginginkan tubuhnya. Tentu saja perubahan hormon yang sangat menguntungkan bagi Alvaro.
Bahkan saat Alvaro sedang terlelap pun jemari Lethicia acap kali menggerayangi tubuhnya. Tentu saja Alvaro tidak akan bisa menolaknya.
Seperti sekarang jemari lentik dan halus istrinya sudah mengusap lembut miliknya yang sudah sangat menegang. Sementara bibir keduanya menyatu kembali dan saling jelajahi rongga mulut.
__ADS_1
Alvaro membelai wajah cantik Lethicia. "Kau sangat cantik sayang", bisik Alvaro di depan bibir Lethicia.
"Boy...kau jangan protes di dalam sana, daddy akan membuat mommy kelelahan malam ini", ucap Alvaro berjongkok dan mengusap perut Lethicia sambil memberikan ciuman hangat di sana.
Lethicia yang terlihat sedang mengatur nafasnya, tersenyum mendengar perkataan suaminya itu. Lethicia mengusap lembut rambut hitam Alvaro.
Menit berikutnya Alvaro berdiri. "Aku akan menyentuh mu dengan pelan dan sangat lembut malam ini", bisik Alvaro di depan bibir Lethicia. Dengan tatapan begitu mendamba sembari meremas kedua puncak kenikmatan Lethicia bergantian.
"Ahh Varo..", Suara erangan terdengar begitu bergairah lolos kembali dari bibir Lethicia.
Lethicia mengigit bibir bawahnya, menahan hasrat yang kian membuncah menguasai dirinya.
Sementara jemari tangan Alvaro menjelajahi setiap jengkal tubuh Lethicia. Sungguh Alvaro membuktikan ucapannya beberapa saat yang lalu akan menyentuh Lethicia dengan lembut. Seketika membuat sentuhan itu membuat area sensitif ditubuh Lethicia bergejolak tak menentu.
"Oh god, Varo...Aku tidak kuat lagi Ahh sayang, aku sangat menginginkan mu", racau Lethicia sambil menatap sayu Alvaro dengan tatapan berkabut gairah.
Senyuman terlukis di wajah Alvaro, ia mengangkat tubuh Lethicia ke atas sofa empuk berukuran besar itu. Tidak ada waktu lagi menuju kamar jika sudah seperti itu. Sama-sama sudah tidak bisa menahannya lagi.
"Aku sudah sering melihat tubuh mu, tetapi selalu saja membuat ku menggilainya", ucap Alvaro sambil membenamkan wajahnya di belahan dada Lethicia yang begitu menantang itu. Hembusan nafas Alvaro membuat tubuh Lethicia bergetar hebat.
Detik selanjutnya Alvaro menghisap kuat puncak dada Lethicia dan meninggalkan jejak kemerahan disekitar lingkaran berwarna merah muda yang begitu menggodanya itu. Alvaro mengulum puncak dada Lethicia bergantian seperti bayi yang kelaparan.
"Sebelum anak kita lahir ke dunia ini, puncak ini hanya milik ku seorang. Setelah anakku lahir baru aku akan berbagi dengannya".
Mulut hangat Alvaro membuat Lethicia men*esah terus menerus. Alvaro tak henti ia terus membelai dan membuai puncak dada istrinya. Membuat kedua netra Lethicia semakin berkabut gairah. Milik nya berkedut, benar-benar sudah begitu basah dan terang*ang akibat sentuhan lembut Alvaro di sekujur tubuhnya.
"S-sayang...Ahh.."
__ADS_1
"Apa kau menginginkan aku memasuki mu sekarang, hem?"
Kedua netra Lethicia begitu berhasrat. Keringat membasahi pelipisnya. Udara dingin seketika menjadi panas.
"Aku mohon lakukan sayang, aku menginginkan mu. Lakukan dengan pelan karena ada anak kita di perutku", jawab Lethicia dengan suara bergetar menahan gejolak dalam tubuhnya.
Alvaro tersenyum mendengar jawaban Lethicia. "Aku tahu. Aku akan melakukannya dengan lembut dan pelan kali ini", bisik Alvaro.
...***...
MASIH MAU LANJUT ATAU UDAHAN DULU NIH?
TINGGALKAN JEJAK KALIAN YA π... READERS DARI DAERAH MANA SAJA SIH. KALAU AUTHOR ASLI BANDUNG TAPI SAAT INI MENETAP DI KOTA PEMPEK PALEMBANG π€β€οΈ
...***...
YUK BACA JUGA:
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA