
"HM...bibi Sofia Croissant de almendra buatan mu sangat lezat", ujar Lethicia sambil memakan kue pastry yang sangat ia inginkan dari semalam saat pulang dari pernikahan Raffaella dan Liam.
Sofia tersenyum mendengar perkataan Lethicia yang memuji masakannya. "Nona harus mencoba churros hangat dengan cokelat meleleh ini, bibi baru saja membuatnya".
"Kemari bibi, aku pasti akan memakannya juga", jawab Lethicia yang melihat Sofia membawa sepiring tumpukan churros hangat.
"Semuanya aman nona makan karena bibi sengaja membuatnya tidak menggunakan margarin. Jadi aman untuk cemilan ibu hamil seperti nona Lethicia", ucap Sofia tersenyum.
"Ahh, bibi... terimakasih. Bibi selalu memperhatikan kesehatan keluarga ini", jawab Lethicia tersenyum bahagia.
"Sayang kau harus mencoba kue-kue ini, semuanya enak sekali", ujar Lethicia sambil menyuapkan Croissant de almendra kemulut Alvaro yang sedang menatap oatmeal kesukaannya.
"Enak kan?"
"Iya. Masakan bibi Sofia tiada duanya", ucap Alvaro mengunyah makanan yang disuap kan Lethicia padanya.
Sofia tersenyum mendengarnya. Ia senang melihat kebahagiaan Alvaro dan Lethicia. Tak sekalipun terdengar pertengkaran keduanya. Kehidupan Alvaro dan Lethicia malah sebentar lagi akan semakin bertambah karena kehadiran anak-anak mereka.
"Apa kami boleh bergabung bersama kalian?". Suara Assensio menyapa.
"Assen, Tatiana...tentu saja. Ayo kita sarapan bersama", jawab Lethicia.
Terlihat seorang pelayan membukakan kursi untuk Assensio dan Tatiana.
Mereka menikmati makan pagi bersama di dekat kolam renang.
"Kak, kami tidak jadi pulang ke Madrid hari ini. Karena Tatiana dinyatakan Kenzo sedang hamil muda", ujar Assensio sambil menyeruput secangkir kopi susu kesukaannya.
Alvaro dan Lethicia menghentikan makannya bergantian menatap Assensio dan Tatiana. "Benarkah?", jawab Alvaro dan Lethicia bahagia mendengar kabar yang di sampaikan oleh Assensio barusan.
"Ah Tatiana akhirnya kalian akan memiliki anak juga", ujar Lethicia.
"Iya Lethi, bangun tidur tadi tiba-tiba badanku demam dan kepala ku pusing sekali. Beberapa saat yang lalu dokter sudah memeriksa ku. Katanya aku hamil muda", jawab Tatiana tersenyum bahagia.
"Kau harus segera memberitahu papa, berita ini Assen. Papa pasti sangat senang. Lihatlah semangat hidupnya sekarang semakin tinggi", ujar Alvaro pada adiknya.
"Iya kak setelah ini kami akan menyampaikan berita bahagia ini pada papa. Aku berharap papa semakin sehat. Karena setelah melakukan dua kali kemoterapi, papa baik-baik saja. Menurut dokter apapun bisa terjadi, meskipun sudah di vonis papa mengindap kanker stadium lanjut namun ia bisa melewati fase-fase tersulit dimana batas akhir hidup papa sudah terlampaui. Artinya seorang dokter hebat sekalipun tidak bisa memprediksi umur seseorang".
__ADS_1
"Iya. Dan sekarang dokter malah mengatakan setelah papa melakukan kemoterapi sebagian sel kanker di tubuhnya hilang. Artinya semua prediksi itu terpatahkan", jawab Alvaro setuju dengan ucap Assensio barusan.
"Tuan besar sekarang makannya sudah lahap lagi. Bibi senang melihat kemajuannya karena tuan Montana sekarang sering meminta bibi memasak makanan kesukaannya lagi. Sama seperti dulu disaat tuan Montana belum sakit.
Uhh..." Sofia menarik nafas dalam-dalam. "Andai saja paman kalian masih ada tentu sangat bahagia melihat keadaan disini semakin membaik. Hangat dan bahagia", ucap Sofia menyatukan tangannya didepan dada.
Alvaro segera berdiri dari duduknya dan memeluk tubuh Sofia yang sudah dianggapnya keluarganya sendiri itu.
"Paman Pedro pasti senang melihat kita dari surga. Dan di mansion ini sebentar lagi akan kedatangan anggota-anggota baru keluarga Montana yang akan memberikan kebahagiaan seutuhnya untuk keluarga besar Montana", ucap Alvaro sambil melingkarkan tangannya pada bahu Sofia yang terlihat mengusap air mata keharuan, karena bahagia.
"Dan jangan lupa, kemungkinan kami juga memiliki anak kembar sama seperti kalian", Seru Assensio mengangkat gelas kopinya. "Bersulang", ucapnya sambil tersenyum.
Tentu saja disambut yang lainnya juga.
*
"Akh...Ahh sayang. Rasanya nikmat sekali seperti ini sayang", racau Raffaella sambil memeluk leher Liam sementara Liam menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa berwarna coklat yang ada di kamar hotel tempat mereka menginap setelah pernikahan semalam.
Selesai makan siang tadi Liam menggoda Raffaella tepat di sofa tempat mereka menyantap hidangan makan siang.
Liam bersandar di punggung sofa. Dan mengangkat tubuh Raffaella keatas pangkuannya. Pasangan pengantin baru itu berlomba-lomba melucuti pakaian pasangan. Hingga melakukan Foreplay sebelum bercinta. Liam membuai seluruh tubuh istrinya begitu pun Raffaella yang sudah sangat mengetahui apa yang harus ia lakukan pada tubuh maskulin suaminya. Menggoda pusat tubuh Liam dengan lidah dan mulutnya serta sentuhan jemari tangannya dengan cepat membuat milik Liam berdiri tegak.
Secara perlahan Liam menurunkan bagian pinggang istrinya dan mengatur miliknya dari bawah ke atas menerobos masuk ke inti Raffaella.
Terdengar de*ahan dari bibir Raffaella saat merasakan milik Liam memasuki intinya dari bawah. "Oh sayang..Ahh".
Keduanya berciuman mesra dengan leluasa saat melakukan penyatuan dalam posisi seperti itu. Bahkan tangan Liam bebas meremas dan bermain-main di puncak dada yang tepat berada dihadapannya.
Bercinta kali ini membuat Raffaella dan Liam saling terikat sehingga memperpanjang durasi bercinta mereka dengan buaian-buaian mesra keduannya.
Liam menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa berukuran besar tersebut. Sementara Raffaella bergerak di atas pangkuannya. Keduanya berciuman mesra. Tak henti Liam membisikkan kata-kata cinta di telinga Raffaella yang membuat wanita itu semakin memacu gerakan pinggulnya dengan cepat.
Suara de*ahan dan erangan silih berganti memenuhi kamar berukuran luas tersebut. Liam memejamkan kedua matanya menikmati permainan yang di sajikan istrinya, benar-benar memabukkan. "Ahh Raffaella.."
Raffaella memegang kendali dan mengatur kecepatan selama pergumulan panas mereka kali ini. Sesekali Liam menghentakkan miliknya dari bawah. Tak henti keduanya mende*ah dan mengerang bergantian. Raffaella memegang erat bahu Liam. Keduanya bertatapan mesra dan saling memuja. Sementara Liam menggoda istrinya dengan bisikan romantis penuh cinta disertai ciuman mesra pada puncak dada dan leher jenjang Raffaella.
Raffaella mengenadahkan kepalanya tanpa menghentikan gerakannya. Keduanya saling membelai lembut agar sama-sama mencapai puncak kenikmatan bercinta.
__ADS_1
"Ah sayang aku tidak tahan lagi", ujar Liam dengan suara berat.Tanpa melepaskan penyatuan membalikkan tubuh istrinya hingga terlentang. Kali ini ia yang memimpin hingga mendapatkan kepuasan bercinta.
"Ahh Liam, aku menyukai bercinta seperti ini", ucap Raffaella sebelum menjerit. Menjeritkan nama Liam di akhir pergumulan panas itu.
Liam mencabut miliknya dan memeluk tubuh Raffaella. Mengecup lembut pucuk kepala istrinya. Hal yang selalu saja dilakukannya sehabis bercinta dengan Istrinya itu. Bentuk kasih sayang dan cintanya pada Raffaella yang tak pernah diberikannya pada siapapun.
"Sayang, kita belum pernah membahas tentang kelanjutan rumah tangga kita. Aku ingin kau ikut bersama ku menetap di Paris, Raffaella. Aku tidak mau kita berjauhan meskipun waktu tempuh terbang hanya dua jam saja. Tapi aku mau kau ada di dekat ku", ucap Liam sambil mengecup punggung mulus Raffaella yang mengusap lembut lengan suaminya yang melingkar di lehernya.
Raffaella terlihat berpikir sejenak.
"Aku akan berbicara pada Alvaro sebelum kembali ke Paris", ucap Liam lagi.
Raffaella membalikkan tubuhnya menghadap Liam. Jemari tangannya mengusap lembut wajah suaminya yang memiliki kulit sangat mulus itu seperti kulit wanita yang sangat terawat.
"Sayang, sebenarnya sebelum kita menikah aku sudah memikirkan masalah ini. Tentu saja aku juga ingin berada di samping mu".
"Kalau aku tidak mendampingi mu bisa bahaya, kau akan melihat wanita lain di Paris. Aku tidak mau itu terjadi", Cicit Raffaella sambil melebarkan kedua matanya menatap suaminya yang tertawa mendengar ungkapan perasaan Raffaella.
"Namun sekarang Lethicia sedang hamil besar, hanya hitungan hari saja ia akan melahirkan. Sebaiknya setelah Lethicia melahirkan anaknya saja, aku ikut dengan mu ke Paris. Bagaimana menurutmu? Jika kau keberatan, aku akan segera menemui Lethicia. Tentu saja aku akan mengikuti mu kemanapun kau berada Liam", tegas Raffaella lagi.
"Alright...kalau begitu aku tetap berada di sini sampai kau ikut dengan ku ke Paris", jawab Liam dengan pasti.
"Benarkah sayang", seru Raffaella tersenyum bahagia.
"Tapi bagaimana dengan perusahaan mu Liam, jika kau di sini sampai Lethicia melahirkan?".
"Kau lupa suami mu adalah pemiliknya, hem? Tenanglah orang-orang ku adalah orang terbaik di bidangnya masing-masing. Yang utama bagiku saat ini, aku berada di samping mu dan begitu pun dirimu ada di dekat ku", ujar Liam.
"Dan yang paling penting kita bisa bercinta setia hari, tanpa harus menahannya", ucap Liam menggoda istrinya yang melebarkan kedua matanya mendengar penuturan suaminya.
"Iss kau ini, apa hanya hal itu yang ada di kepala mu sayang", balas Raffaella.
"Iya, saat ini hanya itu yang ada di pikiran ku. Kau membuatku kehilangan akal sehat, apalagi sekarang kau pemain cinta yang sangat lihai. Dalam sekejap mampu membangkitkan gairah tubuhku", seloroh Liam sambil mengusap lembut puncak dada istrinya.
Mendadak muka Raffaella berubah merah merona karena malu. Tak henti tangannya memukul dada Liam. "Hentikan liam, jangan menggodaku. Aku malu mengingat nya...
...***...
__ADS_1
MENUJU BAB 200 AUTHOR AKAN UP 1 KALI SAJA SEHARI YA KAKAK² DENGAN CHAPTER PANJANG 1500-2000 KATA🙏
HARI INI EMILY AKAN UP LAGI SERPIHAN HATI ELLENA SAMPAI TAMAT. JIKA BERKENAN SILAHKAN IKUTI. TAPI JUJUR YA ITU KARYA LAMA TAHUN 2020 YANG EMILY STOP. CERITANYA BANYAK PENGGODA ALIAS PELAKOR... RECEH BANGET 😂