MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
PERNIKAHAN MORENO-AUDRI II


__ADS_3

Ribuan undangan memenuhi ballroom yang di sulap bernuansa fairy tale terlihat mewah, elegan, dan romantis.


Moreno menginginkan resepsi pernikahannya dengan Audri mewah dan glamor. Ia memilih dekorasi pernikahan dengan tampilan bak istana negeri dongeng. Mulai pintu masuk ballroom tamu undangan di manjakan oleh suasana yang nampak begitu romantis, bunga-bunga segar yang di nominasi berwarna putih gading menghiasi seluruh ruangan.


Ditambah lagi rangkaian bunga gantung hingga lampu hias yang menggantung tepat di jalan menuju ke pelaminan. Membawa para tamu yang hadir seakan berada di taman bunga seperti negeri-negeri dongeng.


Tak henti decak kagum orang-orang yang melihat suasana resepsi Moreno dan Audri. Bahkan mereka di manjakan dengan spot yang terdapat berbagai macam jenis buah segar asli kota Valencia Spanyol yaitu jeruk dengan aroma khas dan buah quince yang berasal dari Prancis. Quince buah berwarna kuning segar yang rasanya menyerupai pir dan apel ini bisa di petik langsung oleh tamu undangan di spot yang di sediakan oleh penyelenggara pernikahan.


Alvaro menggenggam erat jemari Lethicia memasuki hotel tempat di adakan nya resepsi pernikahan teman baiknya Moreno dengan Audri. Saat hendak memasuki ballroom terlihat Raffaella sedang berbincang dengan Hector. Ketika menyadari kedatangan Alvaro dan Lethicia, Raffaella dan Hector menyambut keduanya.


"Selamat malam tuan Alvaro, nona Lethicia, tempat duduk tuan dan nona sudah di sediakan di dalam", ujar Hector.


"Mari saya antar", ucap Raffaella.


"Iya, terimakasih Raffaella", jawab Lethicia tersenyum.


Raffaella mendahului Alvaro dan Lethicia yang mengikuti langkah tegapnya. Hingga sampai di meja VVIP Raffaella terlihat berbicara dengan laki-laki yang telah menduduki kursi Alvaro dan Lethicia.


"Maaf tuan, anda salah duduk. Kursi ini sudah ada namanya, silahkan tuan lihat sendiri. Di atas meja sudah ada nama-nama yang duduk di meja ini", ucap Raffaella.


Namun laki-laki yang sedang diajak bicara gadis itu malah asyik menelpon dengan menggunakan headset di telinganya.

__ADS_1


Sementara Lethicia dan Alvaro bertukar pandang dan nampak tersenyum melihat Raffaella berbicara dengan sahabatnya Liam yang tidak memperdulikan kehadirannya.


"Diamkan saja. Kita lihat apa yang akan terjadi pada Liam", bisik Alvaro di telinga Lethicia.


Raffaella terlihat kesal. Gadis itu melepaskan headset dari telinga Liam dengan lancang.


Liam terkejut melihat ada yang melepaskan headset ditelinga nya. "Hei, apa yang kau lakukan!", ketus Liam mengangkat wajahnya menatap lekat gadis cantik di sampingnya.


"Permisi tuan, anda salah duduk. Kursi ini milik atasan saya", ucap Raffaella menahan emosinya.


Liam menyandarkan punggungnya. "Oh ya, siapa nama atasan mu gadis pemarah?".


"Anda punya mata dan bisa membaca kan", ketus Raffaella sambil menunjuk kertas diatas meja.


"Terimakasih, Liam", jawab Lethicia tersenyum.


Raffaella terdiam tak bergeming dari tempatnya, ia melihat laki-laki yang beberapa saat yang lalu membuatnya kesal berpelukan dengan Alvaro. "Ternyata ia teman Alvaro".


"Apa masalahmu dengan Raffaella, Liam?", tanya Alvaro pura-pura tidak melihat kejadian beberapa saat yang lalu.


"Tanyakan saja sendiri dengan gadis pemarah ini. Ia bahkan dengan lancangnya melepaskan headset ditelinga ku", seru Liam menyindir Raffaella.

__ADS_1


"Maaf Alvaro, nona Lethicia. Aku tidak tahu kalian berteman. Aku tidak mau saja ada pengacau", balas Raffaella dengan sengitnya bahkan ia tidak memanggil Alvaro dengan kata-kata tuan. Karena pada dasarnya mereka berdua adalah teman.


"Ada apa dengan kalian. Apa aku melewatkan sesuatu?", tanya Fernandez yang baru datang bersama seorang wanita cantik dan seksi.


"Kenapa kau baru datang bastard, gara-gara menelpon mu aku harus berurusan dengan gadis pemarah ini".


Raffaella melototkan kedua matanya hendak membalas ucapan Liam, tapi terdengar suara Master of Ceremony yang meminta para tamu undangan berdiri sejenak karena kedua mempelai memasuki ballroom.


Raffaella hendak membalikkan badannya pergi dari sana. Tetapi tangannya di tahan Liam. "Kau sudah membuatku kesal, kau harus menemani aku duduk di sini sampai acara ini selesai", bisik Liam dengan tegas.


Tentu saja Raffaella hendak menolak, mulutnya sudah terbuka siap membalas ucapan Liam.


"Atau kau mau berdebat dengan ku di ruangan VVIP ini? Dan menjadi tontonan semua orang?", lanjut Liam lagi.


"Duduklah Raffaella, kau bisa menemani istri ku", ucap Alvaro.


Mendengar perintah Alvaro akhirnya Raffaella bersedia duduk di samping Lethicia dan Liam.


Sementara Audri dan Moreno sudah berada di atas pelaminan mewah bernuansa putih yang terkesan elegan. Audri dan Moreno terlihat sangat serasi. Keduanya terlihat bahagia. Senyuman tak lepas dari wajah keduanya.


...***...

__ADS_1


YANG PENASARAN MP RENO-AUDRI SABAR YA. BENER-BENER LAGI BLANK NGAK MOOD BIKIN YANG HAREUDENG 🙄🤕


__ADS_2