MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENDOAKAN YANG TERBAIK


__ADS_3

Hari sudah menunjukkan pukul lima sore, Alvaro membuka pintu private room. Ia tidak melihat istrinya di tempat tidur ataupun kamar mandi.


Kedua mata Alvaro melihat Lethicia berada di balkon duduk di kursi yang ada disana. Alvaro tersenyum melihatnya tampak begitu fokus pada buku bacaannya.


"Buku apa yang kau baca Lethicia? Kau sangat serius sekali", tanya Alvaro menyandarkan bahunya pada pintu sambil membawa kedua tangannya kedalam saku celananya.


"Buku tentang kehamilan dan nama-nama anak kembar, Varo. Tenyata Antonella sekertaris mu memiliki referensi bacaan yang sangat baik. Aku menyukai semua buku yang di pilihkannya untuk ku", ucap Lethicia tersenyum.


"Aku senang mendengarnya", jawab Alvaro singkat terdengar hembusan nafas berat Alvaro. Lethicia menyadari itu.


"Sayang ada apa? Sepertinya kau sedang banyak pikiran", tanya Lethicia menutup buku yang sedang dibacanya. Lethicia juga tahu jika Alvaro sudah memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana, itu tandanya ia sedang berpikir keras.


"Ada apa sayang, apa kau sedang banyak masalah pekerjaan mu?", tanya Lethicia beranjak dari duduknya dan menarik tangan Alvaro kedalam kamar.


Alvaro tak bersuara ia mengikuti tuntunan tangan Lethicia. Keduanya duduk di tepi tempat tidur.


Terdengar tarikan nafas Alvaro lagi, sesaat kemudian memijat keningnya.


"Sayang...ada yang harus aku sampaikan pada mu. Kau harus mengetahui sebuah rahasia", ucap Alvaro.

__ADS_1


"Ada apa Varo, kau membuatku takut", balas Lethicia menatap Alvaro yang sedang berpikir.


"Aku akan menunjukkan sesuatu kepada mu sayang. Aku mohon kau untuk tenang dan jangan panik. Aku tidak mau ada apa dengan mu dan juga anak kita Lethicia".


Seketika wajah Lethicia memucat. "Katakan Varo ada apa, kau semakin membuat ku cemas".


Alvaro berlutut dihadapan Lethicia sambil mengambil amplop putih hasil tes DNA ia dan Nikolas yang sebenarnya adalah Assensio adiknya.


"Bacalah", ucap Alvaro pelan sambil memberikan amplop tersebut ke tangan Lethicia.


"Hasil DNA?", ucap Lethicia menatap lekat wajah suaminya yang tepat berada di hadapannya. Kedua tangan Alvaro mengungkung paha Lethicia.


"Bukalah dan bacalah, kau akan segera tahu".


Seketika tubuhnya terasa dingin. Dan kedua matanya memanas. "Berarti memang benar laki-laki itu Assensio, Varo?", ujar Lethicia.


Tanpa Lethicia kehendaki air matanya pun jatuh menyentuh wajahnya. Jatuh dengan sendirinya.


"Iya, Lethi. Nikolas adalah Assensio. Dua minggu yang lalu saat penandatanganan kontrak kerjasama di perusahaan, aku merencanakan semuanya. Mengajak mereka semua bersulang setelah penandatanganan perjanjian itu. Dan gelas yang di pakai Assensio langsung di bawah Hector untuk menguji kecocokan DNA kami", ujar Alvaro menjelaskan kenapa bisa ada surat hasil DNA itu.

__ADS_1


"Sebenarnya aku sempat ragu untuk mengatakan ini kepada mu, aku takut kau terguncang lagi yang berakibat tidak baik untuk mu dan anak kita. Tapi aku berpikir kau wajib mengetahuinya bagaimana pun kalian pernah menikah. Aku tidak mau kau mengetahui sebuah kebenaran dari orang lain. Padahal aku sudah mengetahui kebenarannya. Aku ingin kejujuran menjadi tonggak kehidupan rumah tangga kita. Walaupun akan sakit mendengar sebuah kejujuran tapi itu lebih baik dikatakan", ucap Alvaro.


Lethicia mengusap air matanya dengan punggung tangannya. "Varo maafkan aku menangis, sungguh ini bukan keinginan ku tapi aku terkejut melihat kenyataan ini ternyata adik mu masih hidup", lirih Lethicia.


"Kau jangan salah paham Varo, semenjak aku hamil aku benar-benar sudah melupakan Assensio dan hanya ada kau dihati ku. Tapi walau bagaimanapun kabar ia ternyata masih hidup tetap saja membuatku mengeluarkan air mata", isak Lethicia dengan tubuh berguncang.


Alvaro memeluk tubuh Lethicia. "Tidak apa-apa sayang jika dengan menangis membuat hati mu lega maka menangis lah di pundak ku", bisik Alvaro mengusap lembut punggung istrinya.


"Terimakasih sayang, karena kau selalu pengertian kepada ", ucap Lethicia sambil mengeratkan pelukannya dan menyadarkan wajahnya yang berlinang air mata membasahi kemeja kerja Alvaro.


Sesaat kemudian, setelah Lethicia tenang.


"Sayang, ada hal lain yang ingin aku sampaikan. Seminggu yang lalu Assensio sudah menikah dengan Tatiana".


Perkataan Alvaro membuat Lethicia mengangkat kepalanya. Nampak ia menghembuskan nafasnya.


"Aku berharap Assensio menemukan kebahagiaannya Varo", tegas Lethicia menggenggam erat tangan Alvaro.


Bagi Lethicia kabar pernikahan Assensio Tatiana adalah berita baik. Terutama buat Lethicia supaya Tatiana tidak menganggu alvaro lagi. Dan untuk Assensio, Lethicia tulus mendoakannya untuk menemukan kebahagiaan di pernikahan dengan Tatiana layaknya dirinya dan Alvaro saat ini. Lethicia benar-benar bahagia dengan pernikahannya. Apalagi sebentar lagi ia dan Alvaro akan mendapatkan momongan.

__ADS_1


...***...


JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏


__ADS_2