
Tidak ada yang berbicara saat Lethicia dan Alvaro sudah berada di dalam mobil. Keduanya saling berdiam diri dengan pikiran masing-masing.
Pedro mengendarai mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan kota Barcelona. Beruntungnya jalanan tidak macet seperti saat pergi tadi. Sehingga tidak butuh waktu yang lama untuk sampai di mansion.
"Lethicia...kau langsung saja kekamar, aku keruang kerja ku dulu sebentar", ujar Alvaro saat keduanya sudah berada di lantai dua mansion. Sementara ruang kerja Alvaro berada di lantai tiga.
Lethicia tidak menyahut, ia hanya menganggukkan kepalanya dengan tidak semangat. Sementara Alvaro langsung keruang kerjanya Lethicia masuk ke dalam kamar.
"Uhh, wanita itu benar-benar membuat ku marah. Bagaimana caranya untuk memisahkan ia dari Alvaro. Dari awal saja Tatiana sudah memancing emosi ku, gadis itu memakai pakaian seadanya saja begitu bahkan bra dan panties terlihat jelas. Bagaimana kalau ia seringkali bersama Alvaro", ucap Lethicia kesal. Ia duduk di tepi tempat tidur.
"Ahh, sudahlah...kepalaku sakit memikirkannya", ketus Lethicia beranjak dari duduknya menuju walk in closet.
Lethicia hendak membuka resleting gaun yang dipakainya. Tangannya begitu kesulitan untuk membuka resleting gaun itu.
"Brengsek...hari ini benar-benar membuat hidup ku dalam kesulitan. Semuanya membuat ku kesal. Uhh, bahkan berani-beraninya Tatiana meminta kontak pribadi Alvaro. Wanita itu bahkan lama sekali menggengam tangan Alvaro", ucap Lethicia kesal.
"Kenapa gaun ini juga membuat hidup ku sulit begini", teriak Lethicia kesal. Ia memaksa menurunkan gaunnya meskipun resletingnya belum diturunkan. Tubuh Lethicia menghentak dengan kesal sementara rambutnya sudah berantakan karena dirinya sendiri.
Hingga Lethicia merasakan jemari tangan dingin di punggungnya. "Apa yang membuatmu kesal begini, hem?"
Tanpa di sadari Lethicia, ternyata Alvaro sudah berada di belakang tubuhnya.
__ADS_1
"Lethicia? Aku bertanya pada mu. Kau terlihat kacau. Apa yang membuatmu kesal?", tanya Alvaro dengan nada menuntut jawaban. Ia sudah membuka resleting gaun istrinya itu, meskipun posisi gaunnya masih menutupi tubuh Lethicia.
Lethicia membalikkan tubuhnya. Dengan tatapan menghunus tajam ia menatap suaminya yang juga sedang memandangnya menunggu jawaban Lethicia.
"TATIANA..
Seketika raut wajah Alvaro berubah menggelap, dengan rahang mengeras sambil mengepalkan kedua tangannya. Alvaro membalas tatapan tajam Lethicia. Tak ada kelembutan di wajahnya.
"Ternyata kau cemburu pada Tatiana, karena ia kekasih laki-laki yang wajahnya mirip Assensio, Lethicia. Kau membuatku..
"Aku tidak cemburu karena wanita itu kekasih Assensio ataupun Nikolas ataupun siapa pun Alvaro...Aku marah karena ia menggoda mu. Aku cemburu karena ia merayu mu. Aku kesal karena dari siang kau sudah menyebut namanya dengan berbeda dihadapan ku. Ak...
Alvaro menarik kuat tengkuk Lethicia. Ia menyatukan bibirnya pada bibir Lethicia yang sedang berbicara mengeluarkan unek-unek di hatinya. Hingga kata-kata Lethicia terhenti karena mulutnya di penuhi oleh mulut Alvaro. Laki-laki itu menciumnya dengan sedikit kasar namun terasa begitu bergairah. Seketika membuat tubuh Lethicia dialiri hawa panas seperti aliran listrik yang menjalar ke tubuhnya.
Perlahan Alvaro menghentikan ciumannya pada bibir Lethicia. Kedua tangan Alvaro mengusap lembut bibir istrinya yang sudah membengkak karena ulahnya. "Apakah benar yang kau ucapkan barusan, kau cemburu pada Tatiana karena aku? Bukan karena ia kekasih Nikolas yang wajahnya mirip Assensio?", Tanya Alvaro menatap lekat wajah Lethicia yang terlihat kacau dengan rambut berantakan dan pucat.
Lethicia masih mengatur nafasnya yang tersengal-sengal. Ia menganggukkan kepalanya dengan yakin.
"Wanita itu benar-benar mempengaruhi pikiran ku Varo. Kau menyebut namanya dari siang tadi. Bahkan kau pulang cepat tidak seperti biasanya setelah bertemu wanita itu, kau mengajak ku bercinta setelah bertemu dengannya kan? Ternyata kau benar, ia wanita yang sangat cantik dan menggoda. Aku tidak suka kau bekerja sama dengannya Varo. Aku benar-benar cemburu melihatnya dekat dengan mu", cicit Lethicia nampak stres. Sementara kedua tangannya masih mencengkram kuat kemeja di pinggang Alvaro.
Alvaro menatap lekat wajah Lethicia dan mengusap lembut kedua pipinya yang terlihat lebih berisi.
__ADS_1
"Bagaimana jika ternyata Nikolas adalah Assensio? Apa kau benar-benar tidak akan cemburu pada Tatiana?"..
...***...
MASIH MAU LANJUT ATAU SUDAHAN DULU NIH? KALAU KALIAN MASIH MAU LANJUT KOMEN YA. BANTU KARYA INI JUGA DENGAN KEAKTIFAN KALIAN KASIH KOMENTAR. YG UDAH RAJIN KOMEN DAN LIKE TERIMAKASIH 🙏🤗
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1