MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
KISAH LIAM


__ADS_3

Raffaella baru saja selesai membersihkan tubuhnya di kamar mandi dan berganti pakaian tidur seksi. Ia duduk di depan cermin di kamar tidur resort. Raffaella memoles krim malam dan lotion beraroma lembut pada sekujur tubuhnya. Gadis itu juga menyemprotkan parfum beraroma soft serta memakai vitamin bibir.


Mulai malam ini ia tidak rewel lagi masalah tempat tidur. Sore tadi Raffaella sudah menerima Liam sebagai kekasihnya.


Raffaella tersenyum melihat Liam menyandarkan punggungnya pada tempat tidur. laki-laki itu tampak fokus pada iPad-nya. Raffaella bergabung bersamanya. Kali ini Raffaella tidak ketus lagi pada Liam. Begitu pun Liam tidak menggoda Raffaella lagi seperti semalam.Tidak ada masalah guling atau pun selimut tebal yang menutupi tubuh Raffaella meskipun sekarang ia hanya memakai pakaian tidur seksi berwarna oranye yang mengekspos tubuhnya terutama bagian dada dan pahanya karena hanya menggunakan atasan bertali spaghetti dan celana pendek.


"Kau sedang apa Liam, apa kau tetap bekerja di hari libur?", tanya Raffaella yang duduk juga di samping Liam yang terlihat fokus membalas email melalui iPad-nya.


"Hem, email-email dari asisten ku. Karena kali ini aku cukup lama meninggalkan perusahaan ku", jawab Liam tanpa mengalihkan perhatiannya dari iPad miliknya.


"Kalau aku boleh tahu perusahaan mu bergerak di bidang apa?".

__ADS_1


"Di bidang software perangkat lunak", jawab Liam.


"Liam...kenapa kau menetap di Paris, bukan di negara kelahiran mu di Korea? Dua budaya yang sangat berbeda", ucap Raffaella.


Tak ada jawaban dari Liam. Sepertinya Liam sangat sibuk, Raffaella mengerti. Gadis itu hendak merebahkan tubuhnya ketika Liam menaruh iPad dan kacamata baca di atas nakas sebelahnya.


Liam menarik tubuh Raffaella dan membawanya bersandar pada dadanya. Liam melikarkan tangannya pada leher Raffaella dan mengecup lembut pucuk kepala gadis itu.


"Dengan semua itu, aku tetap nyaman dengan perusahaan yang ku bangun sendiri. Perusahaan software yang aku rintis dua belas tahun yang lalu maju pesat. Aku mencintai pekerjaan ku sendiri. Sementara orang tuaku memintaku kembali ke Korea dan menikah dengan wanita pilihan mereka.Tentu saja hal yang paling aku benci, yaitu pernikahan bisnis yang tidak dilandasi cinta", ucap Liam menjelaskan sekelumit kisah hidupnya mengapa lebih memilih menetap di Paris daripada di negara asalnya.


"Kenapa kau tidak mau di jodohkan, gadis-gadis Korea terkenal dengan kecantikannya Liam. Mereka memiliki kulit yang sangat halus dan bersih", ucap Raffaella sambil mengusap lembut lengan kekasihnya yang melingkar di lehernya.

__ADS_1


"Kau jauh lebih cantik. Aku lebih menyukai kulit mu", jawab Liam mengangkat dagu Raffaella dan mengecupnya. "Aku lebih menyukai bibir mu, harum tubuh mu dan semuanya di banding gadis Korea", bisik Liam sambil memperdalam ciumannya.


Raffaella membuka mulutnya, ia memberikan izin pada Liam menjelajahinya.


Mendapatkan respon dari Raffaella membuat Liam merebahkan tubuh Raffaella di bawah kungkungan nya. Liam memperdalam ciumannya sementara tangannya menyusuri paha putih mulus Raffaella yang terekspos.


Raffaella melingkarkan tangannya pada leher Liam dan membalas ciuman mesra laki-laki itu. Lidah keduanya saling membelit. Raffaella memejamkan kedua matanya menikmati buaian Liam.


"Ah Raffaella... sepertinya aku tidak bisa berlama-lama berpacaran seperti ini", Ucap Liam pelan.


...***...

__ADS_1


__ADS_2