MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MENGUAK TABIR II


__ADS_3

"Kenapa kalian sangat gugup Raul, Ramos, Ferguso. Apa ada hal yang harus aku ketahui tentang peristiwa enam bulan yang lalu?", tanya Leonardo menatap ketiganya sambil menghembuskan asap cerutu dari hidung dan mulutnya.


"K-Kami sudah melaksanakan tugas sesuai perintah anda tuan", jawab laki-laki yang berdiri ditengah dan berbadan paling kekar.


"Hm, iya tuan Leonardo kami sudah melakukan semuanya sesuai dengan perintah anda tuan", jawab laki-laki yang di panggil Ferguso.


"Bisa kau jelaskan siapa laki-laki yang di foto itu Raul?", tegas Leonardo menatap laki-laki bertubuh besar yang di panggilnya Raul.


"Saya tidak tahu siapa laki-laki di foto ini tuan, tapi sekilas mirip dengan tuan Assensio", jawab Raul melihat foto yang ada di tangannya.


Leonardo kembali menghembuskan asap cerutunya. Sementara tangan kirinya mengetuk-ngetuk sandaran tangan sofa yang didudukinya.


"Ceritakan dengan jelas bagaimana kalian menghabisi Assensio enam bulan yang lalu, Ramos! Kau yang mengendarai mobil saat itu", perintah Leonardo.


"Pada saat itu tuan Assensio ingin cepat-cepat sampai ke airport. Ia setuju saat saya mengambil jalan pintas yang sepi. Begitu mobil hampir sampai di airport, mobil yang saya kendarai tiba-tiba di hadang van berwarna hitam. Dan di serang lima orang pria dengan tutup wajah. Diantara kelima orang itu adalah Ferguso dan Raul. Sedangkan saya seolah-olah menjadi korban juga. Pada saat itu tuan Assensio memberikan perlawanan sengit sementara saya bersandiwara seolah-oleh ikut di aniaya untuk menutupi kedok sebenarnya".

__ADS_1


"Tuan Assensio ambruk saat Raul memukul kepalanya. dan darah terlihat mengucur deras dari kepalanya. Saya sudah memastikan bahwa ia tidak bernyawa. Kemudian Raul dan Ferguso menuju bandara sementara saya dan yang lainnya membawa mayat tuan Assensio ke perbatasan kota Cordoba. Tepatnya ke hutan yang di tumbuhi pohon Oak. Sebelum melempar tubuh tuan Assensio saya sudah memastikan ia benar-benar sudah tidak bernyawa lagi tuan. Tubuhnya sudah menjadi kaku", Jawab Ramos dengan yakin.


"Kenapa kau begitu ceroboh Ramos. Kenapa mayatnya kau buang ke hutan. walaupun jalan itu sepi dan jarang di lewati orang bukan berarti tidak akan ada yang melaluinya, tetap akan di lalui orang, bodoh! Kenapa kau tidak membuang tubuhnya ke laut!", teriak Leonardo dengan suara tinggi.


Ramos terdiam mendengar perkataan Leonardo. Ketiga pesuruh Leonardo itu terdiam sambil menundukkan kepalanya.


Leonardo berdiri dari tempat duduknya sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.


"Kalian tahu aku merencanakan ini semua sudah sangat lama, hah. Kau tahu kenapa Assensio tidak aku biarkan mati dalam pesawat itu karena aku tidak ingin gagal mengeksekusinya. Bisa saja pesawat itu melakukan pendaratan dengan selamat walaupun sudah di sabotase".


Laki-laki itu mengeluarkan pistol yang diselipkannya dibelakang tubuhnya dan mengarahkannya pada Ramos. Melihat itu membuat tubuh Ramos gemetaran dan wajahnya pucat pasi.


"T-Tuan Leonardo maafkan saya tuan. S-saya bersedia melakukan apa saja untuk menembus kesalahan yang sudah saya lakukan", ucap Ramos terbata-bata sementara tangannya bergerak didepan tubuhnya. Ia berharap Leonardo untuk menerima permohonannya.


Namun Leonardo benar-benar tidak mentolerir kesalahan fatal yang di lakukan Ramos. Tanpa ampun Leonardo melesatkan tembakannya.

__ADS_1


Detik berikutnya tubuh Ramos ambruk ke lantai yang kotor dan lembab. Tubuh laki-laki itu tertelungkup perlahan darah segar berlinang dibawah tubuhnya.


Leonardo menembakkan pistol silencer atau perendam untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkannya. Meskipun tempat itu jauh dari keramaian.


Sementara Ferguso dan Raul berdiri dengan tubuh bergidik ketakutan. Begitupun Esteban yang untuk pertama kalinya menyaksikan penembakan secara langsung di depan wajahnya. Esteban mengepalkan kedua tangannya, laki-laki itu sangat ketakutan saat mengetahui seperti apa bos-nya itu yang sesungguhnya.


"Kalian harus melaksanakan perintah ku dengan benar atau akan berakhir seperti orang bodoh ini", ucap Leonardo menendang tubuh Ramos yang sudah tak bernyawa.


"Bereskan tempat ini, aku tidak mau sekecil apapun ada yang tertinggal. Kalian mengerti!", Teriak Leonardo menatap Ferguso dan Raul maupun yang lainnya.


Dengan sigap semuanya menjawab dengan pasti.


"Ayo kita pergi Esteban!


...***...

__ADS_1


SEMOGA TETAP SUKA BAB INI YA 🙏 BAB INI MMG HARUS ADA UNTUK MENCERITAKAN SEMUA KEJADIAN AGAR SALING BERKAITAN, KENAPA ASSENSIO AMNESIA 🙏


__ADS_2