
"Bibi Raffaella, bolehkah sekarang aku dan Zanetta membeli es krim yang bibi janjikan?".
"Nanti saja sayang. Sekarang temani bibi mencari buku dulu ya. Setelahnya baru kita membeli es krim kesukaan kalian", ucap Raffaella menggenggam erat jemari mungil keponakan kembarnya Zanetta dan Zanetti.
"Iya bibi", jawab Zanetta Zanetti bersemangat sambil mengimbangi langkah kaki Raffaella.
Seperti biasanya saat weekend begini Raffaella menghabiskan waktunya dengan dua keponakan cantiknya. Raffaella sangat menyayangi keduanya. Hari ini Raffaella mengajak kedua keponakan kembarnya ke mall yang ada di pusat kota Barcelona.
Sekarang Raffaella melihat-lihat buku memasak kesukaannya. Di balik jiwa tomboinya yang nampak di luar, sebenarnya Raffaella sangat feminim. Saat di rumah ia sangat menyukai memasak dan membuat kue untuk keluarganya. Apalagi jika kedua keponakan cantiknya setiap weekend sering menginap di apartemen milik Raffaella.
Zanetta terlihat mulai bosan menunggu bibinya memilih-milih buku. Gadis mungil itu duduk dikursi kecil di dekat rak buku.
"Bibi Raffaella, mencari buku apa? Apakah buku dongeng sebelum tidur?", tanya Zanetti mengangkat kepalanya menatap Raffaella dengan tatapan yang begitu menggemaskan.
Raffaella tersenyum mendengar perkataan Zanetti. "Bukan sayang, bibi sedang mencari buku memasak", jawab Raffaella tersenyum.
Sesaat berikutnya Raffaella melihat Zanetta mengantuk. Gadis mungil itu hampir saja terjatuh dari tempat duduknya jika Raffaella tidak cepat-cepat menangkap tubuhnya.
"Sayang, apa kau sangat mengantuk?", tanya Raffaella mengangkat tubuh Zanetta. Cepat-cepat Raffaella membayar buku yang ia beli di kasir sambil memegang tangan Zanetti.
Setelah membayar bukunya Raffaella mengajak keponakannya Zanetti keluar toko buku sambil menggendong tubuh Zanetta.
"Bibi, apa sekarang aku boleh mbeli es krim yang bibi janjikan?", tanya Zanetti menatap Raffaella dengan tangan kiri di genggam erat Raffaella dan tangan kanan memegang plastik buku masakan milik bibinya.
__ADS_1
Raffaella tersenyum. "Tentu saja boleh. Ayo kita membeli es krim kesukaan mu", jawab Raffaella di sambut sorakan bahagia Zanetti.
Zanetti sudah memegang es krim kesukaannya. Sementara Raffaella hendak membayar di kasir sambil menggendong Zanetta yang tertidur pulas di bahunya.
"Sayang kau duduk di kursi itu dulu ya, bibi mau membayar es krim mu".
Dengan patuh Zanetti menganggukkan kepalanya. Menuruti perintah bibinya duduk di kursi yang di sediakan restoran mewah itu. Namun ketika menuju kursi gadis kecil yang mengemaskan itu menumpahkan es krim yang ada di tangannya tepat di paha seseorang yang sedang menikmati segelas kopi.
"Ahh shitt...Hei ap..
Laki-laki itu tidak melanjutkan umpatannya saat melihat wajah gadis kecil yang berdiri di sampingnya dengan wajah ketakutan.
"Sayang ada apa?", tanya Raffaella memeluk Zanetti ke pahanya.
"Aku berbuat salah, es krimnya tumpah mengenai paman ini", jawab Zanetti menyesal dengan mimik wajah sangat menggemaskan.
Mendengar namanya di sebut membuat Liam segera mengangkat wajahnya menatap lekat Raffaella yang sedang menggendong seorang anak perempuan lainnya. "Raffaella?".
Liam bergantian menatap Raffaella dan gadis kecil yang menumbuhkan es di celananya.
"Sayang, ayo minta maaf pada paman Liam karena sudah mengotori celananya", ucap Raffaella mengusap lembut wajah bulat Zanetti.
"Paman Liam maafkan aku karena menumpahkan es krim", ucap Zanetti menundukkan kepalanya lagi.
__ADS_1
Liam tersenyum melihatnya. "Paman terima maaf mu. Tapi lain kali kau harus berhati-hati ya", jawab Liam tersenyum sambil mencubit ujung hidung gadis kecil yang menggemaskan itu.
Zanetti menganggukkan kepalanya dengan pasti.
"Tuan Liam...sekali lagi saya minta maaf. Saya akan mengganti semua kerugian tuan", ucap Raffaella.
Liam terlihat berpikir sejenak. "No problem. Sebagai gantinya kau dan anak-anak mu temani aku makan".
...***...
VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
AIR MATA SCARLETT
FIRST LOVE LAST LOVE
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA