
Saat berada di dalam pesawat Audri masih mendiamkan Moreno. Gadis itu memakai kacamata hitam dan memejamkan matanya sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.
"Audri... setelah sampai nanti aku akan ke kantor Alvaro. Kau ikut saja dengan ku ke sana, baru setelahnya aku mengantar mu ke apartemen".
"Hem...", balas Audri.
"Ada apa dengan mu dari naik pesawat tadi kau mendiamkan aku, kau masih marah padaku karena keisengan ku kemarin?", tanya Moreno sambil melepaskan kacamata hitam yang bertengger di wajah Audri.
Gadis itu mendelikkan kedua matanya, menyadari perbuatan Morena. "Apa lagi yang kau lakukan Moreno, aku sedang tidak berminat meladeni keisengan mu", ketus Audri memalingkan wajahnya.
"Aku sedang mengajak mu bicara Audri. Aku tahu kau pura-pura tidur".
"Aku sedang marah pada mu Reno. Aku masih kesal ternyata kau sengaja menjebak ku kemarin", jawab Audri dengan mencebikkan bibirnya.
"Maaf. Aku kemarin melakukannya spontan saja karena terkejut melihat mu ada di depan kamarku. Melihat mu ragu-ragu menekan bel, tiba-tiba muncul ide iseng untuk menggoda mu. Katakan apa yang harus aku lakukan menebus kesalahan ku. Kau mau aku mencium mu? Kau mau aku peluk? Baiklah akan aku lakukan sekarang", seru Moreno hendak memeluk tubuh Audri.
Namun tiba-tiba Audri mencubit perut berotot Moreno.
"Aw Aw, sakit sayang. Oke aku janji tidak akan mengulangi keisengan ku lagi. Swear.. aku janji", ucap Moreno sambil memperlihatkan simbol peace dengan jari tangannya.
Terlihat senyum puas dari bibir Audri. "Oke kita berdamai, awas kalau kau melakukan keisengan seperti kemarin aku tidak akan memaafkan mu, Reno", ancam Audri. Namun wajahnya sudah menghangat kembali.
Moreno tersenyum melihatnya. "Setelah kita mendarat aku akan mengunjungi kantor Alvaro. Sepertinya aku akan mengembangkan bisnis ku di kota Barcelona, agar lebih dekat dengan mu. Minimal mendirikan kantor cabang di sana. Aku akan mengajak Alvaro bekerja sama".
"Benarkah Reno? Aku mendukung ide mu", balas Audri tersenyum sambil menyandarkan kepalanya pada bahu Moreno.
*
Tok tokk tokk
"Masuk!", terdengar suara bariton dari dalam ruangan.
Ceklek
Nampak Hector masuk kedalam ruang kerja Alvaro.
"Maaf mengganggu anda tuan. Saya ingin menyampaikan bahwa perusahaan Montana baru mendapatkan kerja sama dengan Perusahaan Royal Dutch Shell di Madrid bergerak di sektor minyak. Saya sudah memeriksa semua berkas perusahaan permohonan mereka. Semuanya baik", ucap Hector sambil menaruh berkas di atas meja bosnya itu.
__ADS_1
"Kapan penandatanganan kontrak kerjasama?", tanya Alvaro sambil membaca berkas yang diberikan Hector.
"Satu minggu lagi tuan".
"Hector, aku ingin penandatanganan surat perjanjian di lakukan di Perusahaan ini. Jika pihak sana keberatan, maka batalkan saja kerjasama itu". ucap Alvaro dengan tegas.
"Lebih baik membatalkan kerjasama itu, jika mereka keberatan dengan permintaan ku. Aku tidak bisa meninggalkan istri ku saat ini, Lethicia sedang hamil".
"Iya tuan, saya mengerti", jawab Hector dengan hormat.
*
Beberapa jam kemudian..
Tok tokk tokk
"Masuk!"
Ceklek
Alvaro sekilas mengalihkan perhatiannya ke pintu, terlihat sekertarisnya yang membuka handle pintu. "Ada apa Antonella?"
"Moreno?"
"Dude apa aku dan Audri mengganggu mu?", ujar Moreno menerobos masuk walaupun belum di persilahkan sekertaris Alvaro untuk masuk keruangan bosnya itu. Moreno menggengam erat tangan Audri masuk keruangan sahabatnya Alvaro.
Alvaro tersenyum. "Tentu saja tidak, masuklah Reno", jawab Alvaro. Alvaro mengibaskan tangannya meminta Antonella keluar.
Sekilas Alvaro melihat gesture tubuh Alvaro dan Audri yang terlihat mesra.
"Apa kalian sekarang berhubungan? Sepasang kekasih?", selidik Alvaro menyipitkan matanya.
"Iya... sekarang aku dan Audri sudah menjadi sepasang kekasih".
Alvaro tersenyum, ia beranjak dari tempat duduknya. Dan duduk di sofa di hadapan Alvaro. "Aku ikut senang mendengarnya.
Beberapa saat kemudian, Ceklek..
__ADS_1
Alvaro, Moreno dan Audri menghentikan perbincangan mereka.
Terlihat Lethicia membuka pintu ruangan kerja Alvaro. "Sayang aku sudah sam..
"Audri? Kau sudah kembali dari Madrid?", tanya Lethicia saat melihat Audri ada di kantor suaminya. Namun Lethicia melihat gesture tubuh antara Audri dan Moreno begitu akrab. Ia mengerti maksudnya.
"Kalian berpacaran ya?", tanya Lethicia tersenyum.
Moreno mengusap tengkuknya. "Iya kami sudah menjadi kekasih sekarang Lethi", jawab Moreno.
"Varo, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu", ujar Moreno.
"Ada apa ayo kita bicara di mejaku", jawab Alvaro sambil beranjak dari tempat duduknya, ia mencium wajah Lethicia. "Mengobrol lah dengan Audri, aku dan Moreno ada urusan".
"Iya sayang", jawab Lethicia duduk di sofa bersama Audri.
Sementara Audri sesaat tertunduk.
"Wah, aku ikut senang mendengarnya Audri. Aku ucapkan selamat buat kalian".
"Terimakasih nona Lethicia", jawab Audri formal seperti biasanya.
"Mulai sekarang kau tidak usah memanggil ku nona. Cukup panggil nama ku saja", ucap Lethicia.
"Tapi nona Lethicia, aku tidak enak".
"Santai saja Audri, kita cukup lama saling mengenal. Sekarang kau sudah menjadi kekasih Moreno sahabat suamiku, jadi kita bersahabat juga.
"Baik nona Leth..eh Lethicia", ucap Audri. Keduanya tertawa dan terlihat akrab. Sementara Alvaro berbincang serius dengan Moreno di kursi kerjanya.
"Aku ingin mendirikan perusahaan di Barcelona, Varo. Aku ingin rutin berkunjung ke kota ini. Sekarang aku memiliki kekasih. Aku serius dengan hubungan kami. Aku ingin lebih dekat dan mengenal Audri".
"Ide mu bagus Reno. Katakan saja apa yang kau perlukan aku akan membantu mu".
"Terimakasih teman"
...***...
__ADS_1
MAAF YA UPDATE MALAM DAN HANYA 2 BAB SAJA HARI INI. KARENA ADA YANG URGENT DI KEHIDUPAN NYATA. BESOK AKAN DI REVISI JIKA MSH BYK TYPO π