
"Kau sangat cantik sayang".
"Aku masih marah pada mu Varo. Kau membuatku kesal. Ingat itu! Berani-beraninya kau menyebutkan nama wanita lain di hadapan ku setelah habis bercinta dengan ku", ketus Lethicia dengan wajah cemberut.
Namun tidak dapat di pungkiri, malam ini Lethicia memang benar-benar sangat cantik. Tak tanggung-tanggung Lethicia segera menghubungi sahabatnya Joanna makeup artist kesayangannya. Yang di kenalnya sudah lama dan selalu memakai jasanya saat menghadiri acara-acara bergengsi.
Lethicia memilih gaun malam berbahan lembut yang nyaman di pakai oleh ibu hamil seperti dirinya, berwarna merah terang model Sabrina yang memperlihatkan bahu putih mulusnya. Sementara untuk rambut, Lethicia memilih di uraikan saja dengan menyamping ke satu bahunya. Tak ke tinggalan anting berlian menambah ke cantikan Lethicia malam ini.
Sementara Alvaro memilih setelan jas berwarna burgundy senada dengan gaun istrinya.
Pasangan itu benar-benar terlihat sangat serasi.
Mobil yang di kendarai Pedro sudah berhenti dengan sempurna di depan pintu lobby. Alvaro memberikan tangannya untuk membantu Lethicia turun dari mobil.
Ternyata di luar lobby banyak wartawan yang menunggu kehadiran Alvaro dan Lethicia. Entah mendapatkan informasi dari mana tetapi terlihat cukup banyak wartawan yang berada sana. Saat melihat kedatangan Alvaro dan Lethicia mereka pun mendekat untuk sekedar mendapatkan foto dan sedikit interview. Namun pihak keamanan cepat tanggap menghalangi kuli tinta itu supaya memberikan privasi kepada Alvaro dan Lethicia.
"Tuan Alvaro Montana...Benarkah adik anda Assensio Montana masih hidup?", Tanya seorang wartawan sedikit berteriak.
Alvaro tidak menggubrisnya. Ia segera membawa Lethicia masuk kedalam Hotel.
Degg.. jantung Lethicia berdegup kencang.
Tentu saja pertanyaan salah satu wartawan tadi membuat Lethicia berdebar. Sekuat tenaga Lethicia menutupi perubahan perasaannya.
Alvaro menyadari kondisi istrinya itu. Dengan tatapan tajam, Alvaro mencengkram erat pinggang Lethicia. Sesekali ia membisikan kata cinta di telinga Lethicia.
Lethicia sesungguhnya tidak mengerti kenapa Alvaro seperti itu.
__ADS_1
Saat tiba di ballroom Royal Hotel terlihat orang-orang sudah ramai yang hadir terutama para petinggi kedua perusahaan yang sedang bekerja sama.
Lima buah meja makan berukuran panjang dan luas sudah tertata dengan rapi dengan berbagai macam menu hidangan makanan dan minuman.
Hector mempersilahkan Alvaro dan Lethicia duduk di meja paling tengah. Sebelah kiri dan kanan Alvaro-Lethicia nantinya akan duduk direksi-direksi perusahaan Montana sementara duduk di bagian depan mereka Tatiana dan petinggi perusahaan Dacutti.
Belum nampak kedatangan Tatiana dan Nikolas.
Seorang penyanyi muda yang sedang naik daun menyanyikan beberapa lagu untuk menghibur para tamu yang hadir.
Sementara Lethicia terlihat berbincang dengan istri Collin yang ikut juga pada jamuan maka malam yang di adakan oleh perusahaan Montana.
"Selamat malam..
Suara lembut menghentikan perbincangan orang-orang yang sudah duduk dikursi meja makan. Alvaro berdiri begitu pula Collin dan yang lainnya. Kecuali Lethicia dan istri Collin yang masih terlihat berbincang. Namun Lethicia mendengar sapaan wanita di belakangnya.
"Maafkan saya tuan Alvaro terlambat datang karena jalanan sangat macet", ucap Tatiana terdengar sangat manja saat berbicara dengan Alvaro.
"Tatiana?", batin Lethicia menajamkan pendengarannya. Dengan spontan ia berdiri dan memeluk lengan Alvaro.
Tatiana menatap tajam wanita yang tiba-tiba memeluk lengan Alvaro. Begitupun Lethicia menghunuskan pedangnya pada wanita yang tampil sangat seksi sekali. Bergaun hitam tipis yang memperlihatkan lekuk tubuh bagian dalamnya. Begitu menerawang. Hingga bra dan panties berwarna hitam bisa terlihat langsung. Dengan lipstik berwarna membara. Penampilan Tatiana begitu mengoda terutama kaum lelaki yang ada di ruangan itu.
Lethicia semakin mengeratkan genggaman tangannya pada lengan Alvaro.
Alvaro tersenyum penuh arti, menyadari itu. "Oh ya nona Tatiana, perkenalkan Lethicia istriku", ucap Alvaro.
Tatiana terdiam mendengar perkataan Alvaro. Kedua iris hazel miliknya menatap lekat wajah Lethicia. Terlihat Tatiana seperti sedang berpikir.
__ADS_1
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?"
Lethicia semakin menatap Tatiana. Ya... sejujurnya Lethicia juga merasakan, sepertinya tidak asing melihat wajah wanita seksi itu. "Tapi di mana...Dan kapan?", Lethicia benar-benar lupa.
"Selamat malam, maaf saya terlambat karena harus mengangkat telpon di luar...
Deg...Deggg
Degup jantung Lethicia berpacu dengan cepat.
...***...
JANGAN LUPA VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA