
Keesokan harinya..
Audri dan Moreno sudah berada di dalam gerbong kereta api cepat dengan kualifikasi mewah.
Kereta api dari Barcelona ke Valencia berangkat dari stasiun Barcelona Sants. Jarak tempuh Barcelona-Valencia dua jam lebih dengan menggunakan kereta cepat.
Audri dan Moreno duduk berdampingan di gerbong luxury sleeper train. Yang merupakan kelas tertinggi dari kereta api mewah tersebut.
Perbedaan dari gerbong lainnya yang paling signifikan terlihat dari bentuk bangku, yang mirip dengan kelas bisnis di pesawat. Bangku memiliki partisi sehingga memberikan suasana lebih private dan dapat direbahkan sampai dengan tombol otomatis.
Sebenarnya Audri ingin memesan tempat duduk di gerbong eksekutif saja namun Moreno menolak dengan tegas, laki-laki itu menginginkan ruang privacy sendiri. Tidak mau ada orang lain di sekitar mereka. Akhirnya satu gerbong Luxury menjadi milik Audri dan Moreno untuk dua jam ke depan.
Saat ini kereta api melintasi Catalonia. Terlihat pohon dan padang rumput yang luas di sisi kiri dan kanan.
"Apa kau menyukai perjalanan ini, Reno?", tanya Audri pada Moreno yang terlihat sedang sibuk dengan pekerjaannya. Laki-laki itu membalas email di iPad miliknya.
Moreno terlihat tampan sekali dengan kacamata hitam bertengger di wajahnya. Sekilas Audri menatapnya dan bersusah-payah menelan salivanya sendiri.
Seakan tidak mendengar pertanyaan Audri, Moreno masih fokus dengan pekerjaannya.
Akhirnya Audri berdiri meninggalkan Moreno dan mengambil sebotol wine yang ada di mini bar.
"Uhh laki-laki itu jika sudah sibuk bekerja lupa akan keberadaan ku", gerutu Audri kesal sambil meminum wine merah hingga tandas untuk menghangatkan tubuhnya yang tiba-tiba terasa dingin.
"Ada apa dengan mu, sampai minum wine seperti itu. Nanti kau bisa mabuk".
Suara bariton begitu dekat di telinga Audri yang berdiri di depan meja mini bar. Moreno melingkarkan tangannya pada perut datar Audri. Laki-laki itu mencium lembut leher gadis itu.
"Ssttt, A-pa yang kau lakukan", tanya Audri dengan suara berdesis. Ia terkejut di perlakukan Moreno intim seperti itu.
__ADS_1
"Ahh, shitt...kenapa juga aku meneguk wine hingga tandas begini, lihat lah akibatnya. Sial", umpat Audri dalam hati. Ia merasakan tubuhnya seketika panas di tambah lagi ciuman Moreno di lehernya membuat tubuhnya seketika dialiri hawa panas menggantikan rasa dingin sebelumnya yang menguasai tubuh Audri.
Krak Krak ( Bunyi besi yang beradu)
Kereta terasa berguncang cukup keras. Membuat Audri spontan memutar tubuhnya menghadap Moreno. Audri yang sudah di pengaruhi alkohol limbung hingga menubruk tubuh Moreno yang berdiri rapat didepannya. Tubuh Moreno yang sedang tidak seimbang tiba-tiba jatuh terlentang di karpet merah tebal. Tangannya yang sedang memeluk pinggang Audri membuat gadis itu ikut terjatuh di atas tubuh atletis Moreno.
Bibir Audri tepat jatuh menempel pada bibir Moreno yang masih menggunakan kacamata hitamnya.
"OH...M-Maaf, aku tidak sengaja..
Moreno menarik tengkuk Audri saat gadis itu ingin menjauh. Moreno mencium bibir kekasihnya itu dengan bergairah dan menuntut. Ia memaksa lidahnya masuk ke mulut Audri yang tertutup rapat.
"Buka mulut mu, sayang. Aku ingin merasakannya", bisik Moreno.
Seakan ada yang menuntunnya, Audri membuka mulutnya dan merasakan sensasi permainan lidah Moreno yang menjelajahi rongga mulutnya dengan sangat erotis.
Moreno benar-benar jago berciuman. Akibatnya tubuh Audri bergetar hebat.
Ceklek
"Maaf tu..." (Petugas kereta) membuka handle pintu gerbong tempat Audri dan Moreno. Wanita itu tercekat saat melihat pemandangan di dalam gerbong. Sebenarnya petugas harus mengecek kondisi penumpang akibat incident beberapa saat yang lalu karena ada kendala teknis yang dialami kereta yang membawa mereka menuju Valencia, mengakibatkan kereta berguncang.
Namun ternyata penumpang eklusif yang mereka kuatirkan kondisinya, ternyata sedang berciuman liar di gerbong mewah tersebut.
Petugas cepat-cepat menutup pintu menyadari kekeliruannya yang langsung membuka handle pintu tanpa menunggu pemilik gerbong mempersilahkan ia masuk.
Audri membuka kacamata mata Moreno dan memegangnya. Sementara Moreno mencium bibir hingga leher Audri. Menghisapnya dengan kuat dan meninggalkan jejak kemerahan di sana.
"Akh--Reno J-jangan", ucap Audri dengan suara bergetar menahan jemari tangan Moreno membuka kemeja yang melekat ditubuhnya.
__ADS_1
"Aku tidak mau kita melakukannya di luar batas", tegas Audri menguasai dirinya. Ia tersadar. Dan mendapatkan kembali akal sehatnya. "Aku tidak bisa melakukannya".
"Kenapa Audri, kau sudah dewasa", balas Moreno menatap lekat wajah cantik yang terlihat pucat.
"Bukankah biasa sepasang kekasih yang sudah sama-sama dewasa bercumbu melakukannya. Tidak ada yang salah dengan itu", Moreno merasakan hal aneh pada Audri.
"Aku tidak bisa", Jawab Audri sambil bangun berdiri.
"Oh my God apa yang sudah aku lakukan...Hampir saja semua terjadi", batin Audri.
...***...
AKU TUH SUKA BINGUNG MAU BIKIN JUDUL APA, JADILAH JUDULNYA ANEH-ANEH π GPP YA
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1