MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MELEPAS RINDU


__ADS_3

Biar ngak lupa sama Varo-Lethi, Author kasih visual Hot Couple ini lagi πŸ’ƒπŸ•Ί







Barcelona, Spanyol


Langit masih berselimut kegelapan malam, saat dua insan memadu kasih. Berpacu dan berlomba-lomba mencapai puncak. Bergantian memimpin pertarungan layaknya balapan di sebuah sirkuit.


"Ahh Varo Akh-


"Sayang...Lethicia, aku sangat merindukanmu", ucap Alvaro menahan gejolak di tubuhnya yang sudah ingin meledak mengeluarkan lahar panas mengalirinya lembah kenikmatan Lethicia yang sedari tadi sudah basah dan lembab setelah beberapa kali mendapatkan pelepasan.


Dengan tubuh terkulai keduanya berciuman mesra. Alvaro mencabut miliknya. dari inti Lethicia.


Dari semalam keduanya bercumbu rayu dengan kerinduan yang membuncah. Dua hari kepergian Alvaro ke Madrid rasanya sudah lama sekali. Begitu mendarat di Barcelona, Alvaro meminta Hector mengatur ulang jadwalnya karena ia ingin segera bertemu istrinya. Ia sangat merindukan Lethicia, begitu pun sebaliknya.


Sore hari kemarin Alvaro tiba dari Madrid setelah bertemu dengan Assensio dan Tatiana menjelaskan kebenaran pada adiknya itu.


Ada perasaan lega yang dirasakan Alvaro setelah mengatakan semuanya pada Assensio. Alvaro ikut senang Assensio terlihat sangat bahagia atas pernikahannya dengan Tatiana.


Sebelum pertemuan itu, sejujurnya di hati Alvaro ada perasaan yang begitu mengganjal di kalbunya. Tentu saja ini menyangkut antara dirinya, Lethicia dan Assensio.


Walaupun sesungguhnya pernikahan Alvaro dan Lethicia tidak bisa di katakan salah. Karena ia dan Lethicia benar-benar tidak mengetahui bahwa Assensio masih hidup. Mereka juga tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya dengan Assensio. Assensio mengalami amnesia. Hingga rasa cinta timbul dengan cepat antara keduanya juga bukan hal yang salah.

__ADS_1


Alvaro melingkarkan tangannya pada leher Lethicia yang menyandarkan kepalanya pada perut rata Alvaro.


"Sayang bagaimana keadaan Assensio? Apakah ia bisa menerima semua cerita mu?", Tanya Lethicia memiringkan tubuhnya menghadap Alvaro yang terlentang dengan kedua tangannya di belakang kepala.


"Semuanya baik", jawab Alvaro sambil mengusap lembut punggung Lethicia yang masih polos.


Lethicia tersenyum mendengar jawaban Alvaro. "Aku senang mendengarnya", balas Lethicia sambil menyusuri dada Alvaro dengan jemari tangannya.


"Pernikahannya dengan Tatiana juga terlihat bahagia. Aku berharap semoga Tatiana benar-benar bisa membuat Assensio mencintai nya. Kalau mau jujur, yang aku kuatirkan di saat Assensio mendapatkan memorinya kembali, dan tidak ada kehidupannya saat ini yang tertinggal di memori nya itu. Bisa kau bayangkan bagaimana pernikahannya dengan Tatiana. Pasti sangat menyakitkan", ucap Alvaro.


"Sementara Assensio pasti akan mengingat mu sebagai istrinya. Yang ternyata sudah menjadi istri kakaknya dan sedang hamil anak ku"


"Huhh...itu juga membuat ku kuatir, Varo. HM, tapi yang membuatku senang tentu saja karena Tatiana sudah menikah. Ia tidak akan mengganggu mu lagi", seru Lethicia membenamkan wajahnya pada leher Alvaro.


Semenjak hamil Lethicia sangat menyukai harum tubuh Alvaro setelah bercinta. Aroma musk bercampur keringat. Bahkan ia betah berlama-lama dalam dekapan tubuh Alvaro.


"Apa kau begitu cemburu pada Tatiana, Lethicia?"


"Tetap saja itu namanya cemburu sayang".


"Pokoknya aku tidak suka kau dekat-dekat dengan rekan bisnis wanita, Varo", ucap Lethicia sambil naik ke tubuh Alvaro. Lethicia mencium bibir Alvaro dengan bergairah. Alvaro membalasnya tak kalah berhasrat nya.


Setelah puas berciuman mesra, Lethicia menghentikan pangutan bibirnya pada bibir Alvaro. "Sayang, pagi ini aku harus ke galeri. Kau tahu sekarang Audri sedang berada di Marseille, Moreno mengajaknya untuk bertemu dengan orang tuanya.


"Iya, aku tahu. Sesudah menemani ku menemui Dimitri, Moreno ke Barcelona menjemput Audri. Aku senang melihat Moreno benar-benar serius menjalani hubungan dengan Audri. Kita doakan saja hubungan mereka lancar dan segera menyusul kita", ujar Alvaro mengusap lembut wajah istrinya.


"Baiklah, aku akan mengantarmu ke galeri. Kau harus tahu sayang, kejadian yang menimpa Assensio kemungkinan di lakukan orang jahat yang belum kita ketahui siapa orangnya. Aku sudah menambah penjagaan di mansion ini juga perusahaan dan galeri mu".


"Ia Varo aku mengerti. Raffaella juga selalu bersama ku. Aku merasa aman bersamanya", ucap Lethicia.


*

__ADS_1


"Selamat pagi tuan Leonardo ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada anda tuan. Ini sangat penting", Ucap laki-laki parlente berjalan tergesa-gesa menemui Leonardo yang sedang menikmati sarapan pagi bersama keluarganya di rumah mereka.


Leonardo mengusap ujung bibirnya dengan serbet bersih yang ada di pahanya.


"Ada apa Esteban, apa begitu pentingnya sampai kau berani mengganggu jam pagi ku?"


"Iya tuan, kabar yang akan aku sampaikan sangat penting. Ini tentang tuan Assensio Montana..


"Apaa? Ada apa dengan mayat itu??"


"Kita bicara di ruang kerja, Esteban!"


...***...


MAAF YA SLOW UPDATE. SIBUK BENER HARI INI PEKERJAAN DUNIA NYATA 😴


*


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2