
HAII KAKAK MUMPUNG HARI SENIN, BAGI VOTE YA π
*
" Permisi tuan Moreno, sekarang saatnya tuan memulai acaranya".
"Baik Anderson".
"Varo aku tinggal sebentar kalian", ucap Moreno pada Alvaro dan sedikit melirik Audri yang terdiam mematung dengan tubuh tiba-tiba gemetaran. Saat mengetahui laki-laki yang menabrak nya adalah sang pemilik acara malam ini. Artinya laki-laki itu adalah pemilik hotel tempat ia menginap.
Audri tak berani menatap Moreno, ia menundukkan kepalanya. Audri baru berani menatap Moreno, saat laki-laki itu membalikan badannya. Audri menatap punggung lebar Moreno Anteras yang menjauh dari mereka.
Sementara Alvaro, tak lepas memeluk pinggang istrinya. Bahkan sesekali mengecup pucuk kepala Lethicia.
"Apa aku dan Liam terlambat?", tanya Fernandez sambil menepuk bahu Alvaro.
"Kenapa kau dan Liam baru datang?", tanya Alvaro.
"Aku sibuk, Varo. Kalau Liam kau tanya sendiri padanya.
"Aku juga menyelesaikan pekerjaan ku dulu baru bisa kemari", jawab Liam yang memiliki wajah oriental itu sambil menggaruk kepalanya.
Alvaro menggelengkan kepalanya mendengar jawaban kedua sahabatnya itu.
"Hai Lethicia, kau sangat cantik malam ini. Wajar saja temanku ini menjadi laki-laki rumahan sekarang", seloroh Fernandez tersenyum pada Lethicia. Dibalas senyuman juga oleh Lethicia.
"Nona Lethicia, sebaiknya saya permisi ketempat Hector di sana", ucap Audri tidak keenakan berdiri diantara atasannya dan teman mereka.
"Kau di sini saja Audri, temani istri ku saat aku bersama teman-teman ku", perintah Alvaro.
"Baik tuan.
Mereka semua mendengar kan sambutan dari Moreno Anteras diatas podium.
Lethicia sangat kagum dengan persahabatan Alvaro dan teman-temannya itu, mereka saling support satu sama lain.
Sesaat kemudian Moreno menghampiri kembali teman-temannya setelah memberikan kata sambutan.
"Selamat Moreno akhirnya hotel berbintang mu sudah terbuka untuk umum", ujar Liam.
"Malam ini ayolah kita habiskan waktu di bar hotel ini. Sepertinya hotel mu ini memiliki tempat hiburan terbaik", ucap Fernandez.
"Tidak masalah, tapi bagaimana dengan mu Alvaro?", ujar Moreno.
"Sorry aku tidak bisa bersama-sama kalian, aku lebih memilih istri ku", ketus Alvaro sambil memeluk pinggang Lethicia dengan mesra.
"Ayolah teman untuk malam ini saja, kita sudah lama tidak berkumpul", balas Liam.
"Lethicia tidak apa kan suami mu sejenak bersama kami, aku pastikan ia aman. Kami hanya minum dan berbincang saja",
__ADS_1
Lethicia tersenyum mendengar perkataan Moreno. "Iya, tidak apa-apa. Nikmati lah waktu bersama teman-teman mu malam ini, sayang", ucap Lethicia.
"Tapi aku lebih suka bersama mu Lethicia, kita mengulangi yang terjadi di pabrik mu", bisik Alvaro di telinga Lethicia.
*
Malam semakin larut..
"Akh-Oh Ahh sayang..."
Lethicia dan Alvaro baru saja mendapatkan orgasme bersamaan setelah keduanya bergumul panas di tempat tidur king size di kamar hotel presidential suite room.
Sebelum acara Moreno selesai, Alvaro berpamitan pada teman-teman nya dan mengajak Lethicia cepat-cepat naik ke kamar mereka karena tiba-tiba ingin menyalurkan hasratnya. Tentu saja teman-teman Alvaro mengerti kondisi itu. Keduanya berpamitan pada teman-teman Alvaro yang akan melanjutkan malam mereka di bar yang ada di hotel tersebut.
Alvaro berjanji pada teman-temannya, ia akan bergabung bersama mereka setelah mengantarkan istrinya kekamar.
"Sayang, apa kau tidak menemui teman-teman mu? Aku tidak apa-apa sendirian", ucap Lethicia yang masih berada dalam dekapan Alvaro.
"Rasanya sungkan sekali. Aku lebih suka bersama mu. Semenjak menikah dengan mu tidak ada hal terindah selain berada didekat mu dan mereguk kenikmatan bercinta dengan istri ku sendiri", ucap Alvaro sambil mengusap lembut punggung Lethicia.
Lethicia tersenyum mendengar perkataan Alvaro. Ia mengusap perut sixpack suaminya. "Tapi aku tidak mau mengekang mu juga Varo, kalian bersahabat. Aku percaya kepada mu tidak akan macam-macam di luaran", ucap Lethicia sambil mendudukkan tubuh polosnya dihadapan Alvaro yang terlentang.
"Terimakasih Lethi kalau kau mempercayai ku. Aku akan memegang teguh kepercayaan yang kau berikan kepada ku", balas Alvaro sambil mengusap lembut puncak dada istrinya.
"Aku akan menemui teman-teman ku sekarang. Aku janji tidak akan mabuk dan wanita. Aku hanya mencintai mu sayang", ucap Alvaro duduk juga dan me*umat bibir ranum Lethicia.
"Aku hanya sebentar saja bersama teman-teman ku, begitu aku masuk kekamar aku ingin melihat mu seperti ini. Telanjang!", ujar Alvaro mengusap lembut wajah istrinya.
*
Hentakan musik memekakkan telinga. Alvaro melangkahkan kakinya masuk ke ruangan remang-remang itu.
Malam semakin larut, pengunjung club semakin ramai.
Alvaro menuju tempat teman-teman yang sedang berbincang sambil menikmati minuman dan cemilan.
"Apa aku melewatkan sesuatu?"
"Akhirnya kau datang juga Varo, aku kira kau akan melakukannya hingga pagi besok", ucap Moreno di sambut tawa Fernandez dan Liam.
"Istriku sangat cantik, jadi aku tidak membutuhkan tempat seperti ini lagi. Kalian juga harus berubah", ujar Alvaro sambil memanggil Waitress untuk membawanya segelas oren jus.
Tentu saja ketiga temannya merasa aneh dengan Alvaro.
"Kau tidak minum wine, Varo?", tanya Moreno.
"Masih, tapi hanya seperlunya saja. Aku tidak mau sampai mabuk, istri ku sedang menunggu ku di kamar".
"Ckckck, tenyata Lethicia benar-benar merubah mu menjadi baik dude. Zaman sekarang di mana menemukan satu lagi seperti itu", ucap Moreno meminum wine miliknya. Kedua netranya menatap lekat dua orang pengunjung club miliknya itu yang baru saja masuk.
__ADS_1
"Bukankah itu asisten mu Varo?", tanya Fernandez menunjuk dengan dagunya.
Alvaro menatap sekilas Hector yang datang bersama Audri.
"Bukankah gadis itu yang tadi bersama istri mu Varo?", tanya Liam.
Alvaro menyecap minumannya. "Iya, gadis itu asisten istri ku".
Moreno menatap tajam Audri dan Hector yang terlihat tertawa bahagia. Moreno kembali meneguk wine hingga tandas. "Apakah mereka sepasang kekasih?".
"Itu bukan urusan ku, kau tanyakan langsung kepada mereka", jawab Alvaro sambil beranjak berdiri.
"Kau mau kemana Varo? Kau baru sebentar di sini", tanya Liam.
"Sorry teman, istri ku sedang menunggu ku", jawab Alvaro sambil melangkahkan kakinya hendak keluar club malam itu.
"Cepat bikin keponakan kami Varo", teriak ketiga temannya meledek Alvaro yang menjauh.
"Alvaro melangkahkan kakinya dengan cepat menunjuk lift khusus untuk tamu VVIP hotel mewah itu.
Ia hanya sendirian di sana, saat lift belum tertutup, terlihat pintu lift umum terbuka. Alvaro melihat beberapa orang keluar.
Degg..
"B-bukankah dia ..?"
Dengan cepat lift khusus itu melesat ke atas. Alvaro menggelengkan kepalanya.
"Aku sangat yakin dengan wajah itu. Tapi tidak mungkin...", batin Alvaro.
Ting ..
Alvaro langsung menuju kekamar di mana istrinya berada. Namun pengelihatan nya beberapa saat yang lalu benar-benar mempengaruhi akalnya.
"Itu tidak mungkin..Ah, pasti hanya imajinasi ku saja".
...***...
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
__ADS_1
SERPIHAN HATI ELLENA