MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
ALVARO-NIKOLAS


__ADS_3

Waktu terus bergulir..


Di ruang pertemuan perusahaan Montana terlihat lebih ketat penjagaannya.


Terlihat dari mulai masuk area perusahaan tersebut menempatkan banyak keamanan untuk berjaga-jaga sampai ke pintu lobby.


Begitu di lobby terasa suasana hening, karena sudah di sterilisasi oleh petugas keamanan. Yang boleh berada di sana hanya orang-orang yang berkepentingan saja.


Terlihat tiga mobil mewah beriringan masuk area perusahaan Montana dan berhenti tepat di depan pintu lobby.


Satu persatu pintu mobil di buka oleh petugas. Dan penumpang pun turun. Terlihat penumpang mobil ke tiga mempersilahkan penumpang mobil ke dua untuk turun.


Seorang wanita cantik dan glamor turun dari mobil tersebut. Rambut hitam bergelombang menghiasi wajahnya. Dengan heels yang di perkirakan lima belas centimeter menghiasi kaki jenjangnya melangkah dengan tegas menuju lobby.


Wanita itu tidak sendirian ia berjalan beriringan dengan laki-laki muda yang tampan.


Saat laki-laki itu turun dari mobil, membuat orang-orang perusahaan Montana kaget melihatnya. Semua keamanan terlihat tercekat melihat wajah itu. Namun keamanan dan petinggi perusahaan cepat-cepat menguasai dirinya masing-masing. Tak ada satu orang pun yang berani memanggil laki-laki itu dengan nama Assensio.


"Selamat datang di perusahaan Montana, nona Tatiana Dacutti. Perkenalkan saya Collin, wakil direktur perusahaan Montana. Nona dan rombongan bisa langsung naik ke lantai lima puluh", ucap wakil direktur perusahaan Montana yang di tugaskan menyambut kedatangan Tatiana dan rombongan.


"Terimakasih, tuan Collin", jawab Tatiana dengan lugas. Wanita itu memperkenalkan satu persatu orang-orang yang datang bersamanya.


Sama halnya dengan Collin, Tatiana mengenalkan Nikolas sebagai wakil direktur perusahaan Dacutti yang nantinya juga akan menyaksikan kerjasama antar dua perusahaan raksasa tersebut.


Tatiana menerima uluran tangan Collin. Saat di dalam lift khusus, keduannya berbincang seputar kerja sama yang sebentar lagi akan dilakukan.

__ADS_1


Ting..Pintu lift lantai lima puluh sudah terbuka. Collin mempersilahkan Tatiana keluar duluan, setelahnya baru di ikuti oleh yang lainnya.


Collin langsung mengajak Tatiana dan rombongan ke ruang pertemuan. Belum nampak pemilik perusahaan Montana di ruang pertemuan tersebut.


Sembari menunggu kehadiran Alvaro, pihak perusahaan Montana menyuguhkan minuman khas negara Spanyol.


Rebujito. Minuman berkarbonasi ringan terbuat dari cherry putih dan lemon. Rebujito memiliki rasa segar yang mampu melegakan tenggorokan. Rasa segar tersebut dihasilkan dari lemon yang mana buah ini memang memiliki kesegaran yang luar biasa, apalagi jika meminumnya dikala cuaca panas seperti sekarang.


Terlihat orang-orang yang di bawa Tatiana sangat antusias mencicipi minuman tersebut.


*


"Tuan, perwakilan perusahaan Dacutti sudah hadir. Dan sekarang sudah menunggu anda di ruang pertemuan", ucap Hector.


"Hem...", tidak ada jawaban apapun, Alvaro hanya berdehem menanggapi Hector.


Hector mengerti akan perasaan bosnya itu. Pasti semuanya karena pertemuan dengan laki-laki bernama Nikolas yang saat ini berada di ruang pertemuan.


"Ayo kita ke ruang pertemuan sekarang", tegas Alvaro menaruh gelasnya yang masih berisi wine di dalamnya.


Dengan langkah tegap Alvaro keluar ruangan kerjanya, diikuti Hector di sampingnya.


Saat di dalam lift tidak ada pembicaraan apapun antara Alvaro dan asistennya hingga lift berhenti di lantai lima puluh.


Begitu pintu lift terbuka, Alvaro dengan tegap melangkahkan kakinya menuju ruang pertemuan. Hector membuka handle pintu.

__ADS_1


"Selamat siang", sapa Alvaro dengan tegas.


Semua orang yang ada diruangan tersebut langsung berdiri saat mengetahui pemilik perusahaan sudah tiba di ruang pertemuan.


"Selamat datang di perusahaan Montana", sapa Alvaro dengan ramah namun tersirat ketegasan. Ia mengulurkan tangannya pada Tatiana.


"Terimakasih tuan Alvaro Montana. Perkenalkan saya Tatiana Dacutti", jawab Tatiana tersenyum sambil menyambut uluran tangan Alvaro.


"Ternyata anda masih sangat muda tuan Alvaro, saya kira akan bekerja sama dengan laki-laki tua", ujar Tatiana tersenyum sambil menatap lekat tatapan tajam Alvaro.


"Baiklah tuan Alvaro, sebelum penandatanganan kontrak kerjasama ada baiknya saya memperkenalkan orang-orang yang ikut serta dalam pertemuan pertama kita ini.


"Perkenalkan wakil direktur perusahaan Dacutti, tuan Nikolas. Yang nantinya pasti ada saatnya tuan Nikolas ini menggantikan saya jika berhalangan hadir di pertemuan-pertemuan selanjutnya.


Alvaro menatap laki-laki yang di panggil Nikolas itu. Begitupun dengan Nikolas. Namun terjadi dua tatapan yang berbeda antara keduanya. Alvaro dengan tatapan tajam dan penuh selidik, sementara Nikolas menatap Alvaro dengan tatapan biasa saja. Normal seperti orang-orang pada umumnya. Bahkan laki-laki itu mengulurkan tangannya pada Alvaro yang tidak langsung meresponnya.


Namun beberapa saat kemudian, Alvaro menerima uluran tangan Nikolas.


Alvaro berusaha menutupi keingintahuannya siapa sebenarnya laki-laki di hadapannya ini.


Assensio adiknya atau bukan? Sepertinya ada sesuatu dengan Assensio jika ia tidak mengenalnya sama sekali. Tapi melihat gesture tubuh laki-laki muda itu, sepertinya ia memang tidak tahu apa-apa. Sepertinya Ia tidak mengenal Alvaro sama sekali. Begitupun saat bertemu dengan orang-orang di perusahaan Montana. Laki-laki itu sepertinya memang tidak mengenal siapapun.


"Kalau kau adalah Assensio, rasanya tidak mungkin laki-laki itu tidak bereaksi sama sekali melihat orang-orang yang sebelumnya sangat mengenal dirinya", batin Alvaro.


"Jika ia bukan Assensio, anggaplah ia orang lain dan memang benar bernama Nikolas. Bagaimana mungkin bisa semirip itu dengan Assensio", batin Alvaro lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2