MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
KISAH ALICE


__ADS_3

Alice duduk di depan meja hias tidak jauh dari tempat tidur ia dan Anteras.


Beberapa saat yang lalu Moreno dan Audri pamit pulang pada Anteras. Bahkan pasangan kekasih itu kompak tidak mengucapkan salam untuk Alice. Membuat Alice begitu kesal hingga saat ini perasaannya masih dongkol.


Alice menatap wajahnya. "Sempurna. Wajah ku jauh lebih cantik dari gadis itu. Bahkan tak nampak kerutan sedikit pun di wajah ini", ucap Alice dengan bangga memuji dirinya.


Sekilas ia menatap Anteras yang bersandar di punggung tempat tidur membaca buku bisnis kesukaannya. Jika sudah membaca laki-laki itu lupa akan waktu.


"Honey...


"Honeyyy...


Alice mengulang panggilan sayangnya untuk Anteras. Yang sama sekali tak menyahut dan menggubrisnya. Alice berdesis kesal melihat Anteras tidak memperdulikannya. Ia menyemprotkan parfum kesukaan suaminya itu. Sementara malam ini Alice sengaja memilih lingerie berwarna putih sangat tipis yang selalu di sukai Anteras. Bahkan puncak dadanya berwarna merah muda hingga bulu halus bagian bawah tubuhnya tampak jelas.


Dengan agresifnya Alice langsung naik ke atas pahanya Anteras yang kaget dengan tindakan Alice. Alice melingkarkan tangannya pada leher suaminya.


Tanpa aba-aba Alice mencium bibir Anteras. Ciumannya benar-benar liar. Bahkan Alice menempelkan dadanya hingga menggesek-gesekkannya ke tubuh bagian depan Anteras.


"Honey, aku menginginkan kan mu", bisik Alice menggoda suaminya membuka satu persatu kancing piyama tidur di tubuh Anteras.


Anteras menutup buku bacaannya dan Alice melepaskan kacamata baca suaminya menaruhnya di atas nakas. Alice menggoda tubuh pria paruh baya itu hingga di bawah kuasanya.


Dengan cepat wanita itu bisa membangkitkan gairah Anteras. Tak butuh waktu yang lama Alice membuat Anteras melenguh. Disaat ia merasakan suaminya akan mengalami orgasme Alice bergerak erotis di atas tubuh suaminya mencium leher Anteras. "Honey, jangan biarkan putra mu menikahi kekasihnya. Aku tahu wanita itu pasti hanya menginginkan harta putramu. Lebih baik kita carikan saja Moreno wanita lain yang sepadan dengan keluarga Anteras", ucap Alice dengan nafas tersengal dan semakin menderu begitupun Anteras keduanya hampir mencapai finis.


Anteras tak memberikan jawaban apapun. Ia hanya menikmati permainan istrinya saja.


Melihat Anteras tak ada tanggapan Alice masuk kedalam dekapannya sesaat setelah bercinta. "Sayang apa kau tak mendengar perkataan ku tadi?", tanya Alice sambil mengangkat sedikit tubuhnya hingga berada diatas wajah suaminya. Sementara tangannya mengusap lembut rahang Anteras.

__ADS_1


"Aku tidak setuju dengan ide mu itu. Moreno layak bahagia dengan gadis pilihannya. Aku tidak pernah membedakan-bedakan kedudukan seseorang. Mau dia kaya ataupun miskin bagi ku sama saja. Selama ia bisa membuat putraku bahagia aku akan mendukungnya", jawab Anteras dengan tegas.


Jawaban itu membuat raut wajah Alice kesal. "Kau selalu mau mu sendiri Anteras. Kau tidak pernah menganggap ku ada. Apa kurangnya aku bagi mu, aku selalu memberikan pelayanan terbaik untuk mu di tempat tidur. Aku selalu memuaskan mu", ketus Alice kesal.


"Itu sudah kewajiban mu sebagai istri ku. Apa kau lupa aku memungut mu dari mana hah? Bersyukur lah kau tidak tidur di jalanan Alice! Kalau bukan karena aku, kau dan keluarga mu sudah lama menjadi gelandangan di jalanan. Apa kau lupa, aku yang sudah menyelamatkan mu dari keganasan rentenir-rentenir itu. Kau dan keluarga berhutang banyak pada ku. Jangan lupa itu", ucap Anteras dengan tubuh terlentang sambil memejamkan matanya. Tidak perduli dengan kekesalan istrinya.


"Brengsek kau Anteras", Umpat Alice dengan kesal. Ia bangkit dari tempat tidur itu dan memungut lingerie yang teronggok di tempat tidur.


Dengan tubuh polosnya Alice menuju meja sudut ia menuang wine ke dalam gelas. Dan meneguknya hingga tandas. "Laki-laki tua brengsek. Ia menjebak ku dalam pernikahan ini. Bahkan aku tidak bisa kemanapun karena orang-orang Anteras selalu mengawasi ku. Brengsek", ucap Alice dengan kesal.


Posisinya cukup jauh dari tempat tidur. Anteras terlihat sudah menikmati tidur nyenyak nya.


Alice teringat kembali ke masa suramnya dulu. Tepatnya enam tahun yang lalu. Ia menikah dengan Anteras yang merupakan ayah kekasihnya Moreno. Saat itu Moreno sedang melanjutkan pendidikan masternya di Inggris. Mereka berpacaran jarak jauh.


Pada waktu itu Alice dan ayahnya terlilit hutang karena perusahaan keluarganya mengalami krisis karena tidak sanggup membayar pinjaman di bank. Hingga membawa wanita itu harus meminjam dana pada beberapa rentenir.


Pada akhirnya Alice melamar pekerjaan di perusahaan Anteras. Tidak ada yang mengetahuinya adalah kekasih Moreno termasuk Anteras sendiri. Tidak sampai satu bulan Alice berhasil menjerat Anteras, membuat laki-laki pemilik perusahaan tempatnya bekerja menikahinya. Tentu saja Alice sangat senang.


Kebahagiaan sudah terbentang di depan matanya. Ia tidak perduli dengan hubungannya dengan Moreno. Buatnya yang paling penting ia akan menjadi pemilik perusahaan Anteras. Ia menjadi istri orang kaya dan bisa mengikuti kegiatan sosialita di kota Marseille bergaul dengan wanita-wanita hebat di kota itu. Perbedaan umur yang jauh tidak menghalanginya untuk melanjutkan Pernikahan.


Jika di minta untuk memilih antara Anteras dan Moreno saat itu, tentu saja Alice lebih memilih Anteras karena ia lah pucuk pimpinan perusahaan dan Moreno belum seperti sekarang. Ia masih sebagai mahasiswa biasa, belum memegang jabatan penting di perusahaan.


Bahkan Alice yang begitu memaksa Anteras supaya cepat-cepat menikahi nya sebelum Moreno mengetahui hubungan Alice dan ayahnya. Jika ia sudah resmi menikahi Anteras posisinya aman.


Moreno mengetahui mempelai ayahnya adalah Alice tepat dihari penikahannya. Moreno sangat syok. Tapi Alice tak perduli dengan perasaan Moreno.


Kekecewaan Moreno hanya sesaat saja setelahnya laki-laki itu tidak perduli. Yang terpenting baginya kebahagiaan ayahnya.

__ADS_1


Tinggal selangkah lagi bagi Alice mengambil alih perusahaan. Yaitu secepatnya hamil anak Anteras. Namum beberapa bulan pernikahan impiannya itu tak terwujud juga. Hingga setahun pernikahan ia mengetahui ternyata Anteras telah melakukan suntik Vasektomi, sehingga tidak akan pernah bisa memiliki anak lagi dengan Alice.


Mengetahui hal itu membuat Alice marah.


"Aku tidak akan memiliki anak dengan mu Alice atau pun dengan wanita lainnya. Putra ku satu-satunya yaitu Moreno Anteras. Dan semua harta ku adalah miliknya. Tidak lama lagi Moreno kembali, selesai pendidikan masternya", ucap Anteras dengan tegas. Keputusannya tidak bisa di ganggu gugat lagi.


Mendengar semua itu tentu saja membuat Alice sangat marah. Ia merasa di pecundangi Anteras.


"Aku kira setelah menikahi tua bangka itu, aku bisa dengan mudah menaklukkan hatinya ternyata aku salah besar, di luar ekspektasi yang aku inginkan", ucap Alice kembali meneguk wine hingga tandas.


...***...


JANGAN LUPA VOTE SENIN YA πŸ˜‚πŸ™


YUK BACA JUGA :



PENGANTIN PENGGANTI


MENJADI YANG KEDUA


FIRST LOVE LAST LOVE


AIR MATA SCARLETT


SERPIHAN HATI ELLENA

__ADS_1



__ADS_2