MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
MAKAN MALAM KELUARGA MONTANA


__ADS_3

Seminggu kemudian..


Mobil yang di kendarai Alvaro berhenti di carport. Alvaro baru saja mengantarkan istrinya kontrol kandungan.


Alvaro menggengam erat jemari tangan Lethicia masuk ke dalam rumah.


"Selamat malam tuan, nona", sapa pelayan.


"Malam", jawab Lethicia, sementara Alvaro memberikan senyuman pada pelayan yang menyapa mereka.


"Apa papa ku sudah beristirahat di kamarnya?".


"Tuan Montana sedang menikmati makan malam bersama tuan Assensio dan nona Tatiana, tuan", jawab pelayan.


"Sekalian saja kita makan malam bersama, sayang", ucap Lethicia memeluk lengan Alvaro.


Alvaro menganggukkan kepalanya.


"Kak, ayo kita makan bersama", ucap Assensio saat melihat Alvaro dan Lethicia sudah pulang dari dokter.


"Iya. Aku senang melihat papa makan juga di sini", ucap Alvaro.

__ADS_1


"Papa bosan menghabiskan waktu di kamar, nak. Sekarang papa merasakan tidak sakit lagi, rasanya tubuh papa kembali sehat dan kuat. Melihat Assensio sudah mengingat semuanya. Kondisi tubuhnya juga semakin membaik", jawab Montana tersenyum.


"Aku senang mendengarnya pa, semoga papa sehat terus", ucap Lethicia memeluk tubuh Montana yang duduk di kursi roda dari samping.


"Kak, kemungkinan lusa aku dan Tatiana akan pulang ke Madrid. Aku akan melakukan pemulihan di sana, sementara Tatiana harus mengurus perusahaannya. Tapi papa dan kakak tidak perlu kuatir setelah kondisi ku membaik, aku dan istriku pasti akan rutin menemui kalian", ucap Assensio sambil menikmati buah segar sebagai pencuci mulut yang di siapkan Tatiana.


Alvaro menganggukkan kepalanya. "Lakukanlah yang terbaik, aku pasti mendukung mu. Tapi saat kau kembali ke Barcelona, aku akan melakukan penyambutan di perusahaan, Assensio".


"Iya kak. Aku hanya menyembuhkan luka ini sementara rasa sakit tubuh ku hanya masih sakit sedikit saja di bagian bahu ku saja", jawab Assensio.


"Papa senang mendengarnya nak. Semoga kau cepat pulih dan kembali lagi ke sini, karena kakak mu benar. Walau bagaimanapun kau tetap seorang Montana".


"Iya pa, aku tidak akan lupa dengan itu".


"Ada apa sayang?", tanya Lethicia sambil mengusap lembut lengan suaminya.


"Aku punya ide, bagaimana jika kita mendirikan cabang perusahaan di Madrid. Kau bisa memimpin cabang itu Assensio. Jadi kau tidak perlu bolak-balik Madrid- Barcelona. Kecuali jika kau ingin bertemu papa", ujar Alvaro menatap Assensio.


Montana terlihat menganggukkan kepalanya pelan. "Papa setuju ide mu itu nak".


"Tentu saja aku setuju kak. Sementara aku memimpin perusahaan ku, Tatiana akan terus memimpin perusahaan nya. Bukankah begitu sayang? Aku akan tetap membantu mu di perusahaan mu jika kau memerlukan aku", ucap Assensio.

__ADS_1


Tatiana tersenyum mendengarnya. "Tentu saja aku setuju sayang".


Keluarga Montana berbincang akrab dalam suasana yang hangat.


"Bagaimana kondisi kandungan mu Lethicia", tanya Tatiana saat keduanya duduk di ruang keluarga. Sementara Alvaro dan Assensio menghantar ayah mereka ke dalam kamarnya. Sepertinya ketiganya akan melanjutkan pembicaraan mereka di kamar Montana.


"Baik. Jika lancar, tiga bulan lagi anak-anak kami akan lahir ke dunia ini Tati. Aku sudah tidak sabar menantikan saat-saat itu".


"Aku doakan semoga semuanya lancar Lethi. Apakah kalian sudah mengetahui jenis kelaminnya?", tanya Tatiana sambil mengusap lembut perut Lethicia. Tatiana sangat berharap suatu hari nanti ia di beri kesempatan hamil seperti Lethicia.


"Kami belum mengetahui jenis kelamin anak-anak kami Tati, Alvaro ingin kejutan".


"Aku harapkan anak kalian satu laki-laki dan satunya perempuan. Ehm...tapi sepertinya lebih baik perempuan saja semuanya. Karena suka sekali melihat anak kecil perempuan bergaya seperti princess. Tapi jika dua-duanya laki-laki juga oke yah, sepertinya akan tumbuh menjadi anak yang tampan sekali", ucap Tatiana tertawa sambil menerawang.


"HM... Tatiana sepertinya kau sudah tidak sabar hamil juga".


Tatiana tersenyum. "Iya Lethi, Assensio sudah sangat ingin memiliki anak. Bisa kau bayangkan malahan ia meminta ku hamil kembar lima, katanya saat ia sembuh ia akan mengajak ku mengikuti program hamil kembar".


Lethicia tidak bisa menahan tawanya. "Bisa kau bayangkan seperti apa bentuk perut mu jika hamil kembar lima Tatiana. Pasti sangat besar", ujar Lethicia. Ia dan Tatiana cekikikan membayangkannya.


"Apa yang sangat besar itu sayang...

__ADS_1


...***...


__ADS_2