
"Akh Varo..
Senyuman samar terlukis di wajah Alvaro. Laki-laki itu kembali me*umat bibir Lethicia. Lethicia pun membalasnya dengan bergairah.
Tanpa melepaskan pangutan bibirnya, jemari tangan Alvaro menurunkan tali spaghetti lingerie tipis istrinya. Bibirnya menyusuri leher hingga bahu Lethicia yang sudah polos.
"Sayang...Aku merasakan gerakan di perutku", teriak Lethicia spontan mendorong tubuh Alvaro yang mengungkung tubuhnya. Lethicia menghidupkan lampu di nakas dan beranjak duduk dengan tubuh atas tak tertutup apapun lagi. Dengan dada yang begitu menantang dengan nafas tersengal-sengal, Lethicia menundukkan kepalanya menatap perutnya.
"Tadi aku benar-benar merasakan gerakan anak kita Varo".
"Itu tandanya anak memberikan izin pada kita bercinta malam ini", ucap Alvaro meremas kedua gundukan kenyal Lethicia bergantian dan memainkan puncaknya.
Lethicia yang masih duduk terdesak dengan sentuhan tangan Alvaro ia menyandarkan punggungnya pada ujung tempat tidur dan menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan matanya.
"Bisa jadi anak-anak kita protes karena mereka ingin tidur Varo dan daddy mereka malah membangunkan nya", balas Lethicia dengan nafas cepat saat merasakan usapan lembut tangan Alvaro diintinya.
"Ahh honey, Ohh God...aku tidak tahan lagi sayang", racau Lethicia saat merasakan tubuhnya serasa ingin meledak karena Alvaro menggoda intinya dengan permainan lidahnya dan jemari tangannya.
De*ahan dan erangan memenuhi kamar mewah tersebut. Di saat semua penghuninya mungkin sedang terlelap.
Alvaro berdiri di hadapan Lethicia, menurunkan celana training panjangnya yang ternyata tidak menggunakan boxer lagi di dalamnya. Milik Alvaro sudah berdiri tegak.
Lethicia menatapnya tak berkedip. Bahkan untuk menelan salivanya sendiri pun terasa sulit. Alvaro benar-benar menyiksanya.
Milik Alvaro selalu menggoda Lethicia untuk menyentuhnya. Jemari lentik itu mengusap perlahan milik Alvaro. memutar-mutar hingga mengulum nya.
"Ahh shitt, Lethicia...kau menggoda. Aku ingin memasuki mu sekarang", ucap Alvaro dengan suara bergetar dan serak menahan hasrat dan gairah yang sudah membuncah menguasai tubuhnya.
Alvaro mengusap lembut bibir Lethicia dan me*umatnya. Perlahan Alvaro merebahkan tubuh istrinya itu dan menarik pelan kedua paha putih mulus Lethicia agar berada di tepi tempat tidur.
Jemari Alvaro mengusap kembali inti Lethicia, sudah sangat basah karena Lethicia sudah mendapatkan pelepasan pertamanya. "Milik mu sudah sangat basah sayang", ucap Alvaro sambil menatap lembut wajah istrinya yang sangat menggairahkan. Lethicia menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan matanya. Saat merasakan intinya ditekan benda besar yang membuat tubuhnya menegang.
Bibir Lethicia kembali mengeluarkan lenguhan panjang saat merasakan milik Alvaro menerobos masuk ke intinya.
Kali ini mulutnya terbuka dengan mata terpejam saat merasakan kembali Alvaro melesakkan miliknya hingga dalam. "Oh Varo..
Suara de*ahan dan erangan memenuhi ruangan kamar mewah itu. Suasana ruangan yang hanya diterangi cahaya remang-remang menambah keromantisan bagi pasangan yang sedang di mabuk cinta itu.
Alvaro menghentakkan miliknya pada inti Lethicia dengan posisi berdiri ditepi tempat tidur berukuran king size. Perlahan, kemudian semakin lama semakin menambah temponya tetap dengan hati-hati karena Alvaro sangat sadar akan kondisi tubuh istrinya yang sedang berbadan dua. Bahkan Alvaro melarang istrinya bergerak berpacu dalam percintaan panas mereka. "Biar aku saja yang memuaskan mu malam ini", bisik Alvaro dengan nafas tersengal sembari menghentakkan miliknya.
__ADS_1
Dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuh Lethicia, Alvaro bergerak memaju-mundurkan pinggulnya. Laki-laki itu begitu kuat setiap kali berhubungan intim dengan Lethicia, ia selalu jadi pemimpin yang mendominasi permainan dengan berbagai variasi gaya yang tidak membosankan bagi pasangannya.
"Owhh, sayang..", lenguhan tertahan suara lembut Lethicia terdengar begitu menggoda.
Alvaro tahu istrinya itu akan mencapai puncak kenikmatannya.
Hingga Alvaro merasakan miliknya seakan dihisap oleh milik Lethicia.
"V-Varo...Ahh. Oh sayang kau sangat kuat dan bertenaga sayang, aku menyukai setiap permainan mu. Kau sangat pandai bercinta, membuat ku berulangkali mencapai puncak", terdengar kicauan Lethicia yang memuji Alvaro.
"Bertahanlah sebentar lagi", bisik Alvaro ditelinga Lethicia.
Alvaro terus menghentakkan miliknya semakin dalam ke inti istrinya itu, hingga terdengar de*ahan kembali dari mulut Lethicia. Alvaro tahu istrinya baru saja mendapatkan pelepasan untuk yang kesekian kalinya. Tak lama berselang terdengar erangan panjang dari mulut Alvaro bersamaan lenguhan panjang Lethicia. Milik Alvaro menyemburkan cairan hangat ke inti Lethicia. Lethicia bisa merasakannya, saat tubuh cairan menyembur dengan kuat kedalam miliknya
Tubuh Lethicia terkulai lemah terlentang ditengah-tengah tempat tidur masih dengan nafas menderu. Sementara Alvaro bergabung bersamanya.
Alvaro membawa kepala Lethicia bersandar pada dadanya. "Apa kau sangat kelelahan, hem?".
"Iya Varo, tapi aku menyukainya", jawab Lethicia sambil mengusap lembut dada dan menyusuri perut rata Alvaro.
Alvaro tersenyum mendengar pengakuan istrinya. Laki-laki itu mengecup pucuk kepala Lethicia. "Aku tidak keberatan melakukan nya lagi jika kau menginginkan nya sayang", ucap Alvaro sambil mengusap punggung Lethicia.
"Iss, kau ini seperti petarung saja. Apa kau tidak lelah sama sekali Varo?".
"Aw..aw, sayang. Anak-anak mu menendang ku lagi", ucap Lethicia mendudukkan tubuhnya sambil menarik tangan Alvaro menempelkan nya pada perutnya. "Apa kau merasakan gerakan anak kita sayang?", ucap Lethicia tertawa sambil melebarkan matanya menatap Alvaro.
"Iya sayang aku merasakannya", seru Alvaro memiringkan tubuhnya menempelkan bibirnya didepan perut Lethicia. "Hai boy-girl, apa kalian terjaga karena daddy dan mommy baru saja bercinta, hem?"
"Aw sayang mereka bergerak lagi", ucap Lethicia tertawa bahagia. Begitupun Alvaro yang tak henti berbicara di depan perut Lethicia.
Keduanya berpelukan erat hingga terlelap.
*
Sementara di lantai tiga mansion Montana, pasangan lainnya berpacu mereguk kenikmatan bercinta di suasana gelapnya kamar mereka. Hanya ada pantulan sinar lampu dari ruangan wardrobe saja yang menjadi penerangan kamar itu.
"Don't stop baby, A-Ahh Tatiana kau selalu membuatku bahagia sayang. Aku suka melihat mu bergerak diatas tubuh ku. Kau sangat seksi honey", ucap Nikolas sambil membawa jemari tangannya meremas kedua puncak dada Tatiana bergantian.
Tatiana bergerak erotis diatas tubuh Nikolas dengan mata terpejam dan kepala menengadah keatas. Sementara mulutnya terbuka mengeluarkan de*ahan dan erangan.
__ADS_1
"Oh sayang aku sudah tidak tahan lagi, sekarang giliran ku memimpin", ucap Nikolas membalikkan tubuhnya Tatiana di bawah kungkungan tubuh atletisnya.
Dengan kuat dan keras Nikolas menggerakkan pinggulnya maju-mundur hingga dalam, membuat Tatiana menjeritkan namanya. "Ahh Nik, kau sangat kuat sayang. Ahh rasanya sangat nikmat aku menyukainya Nik", racau Tatiana sambil memeluk erat tubuh Nikolas yang bergerak cepat di atas tubuhnya.
Tatiana semakin mengeratkan pelukannya saat merasakan miliknya berkedut. Tatiana menggigit pundak Nikolas sementara tanpa mengurangi hentakannya Nikolas mengecup kening istrinya itu. Nikolas tahu, Tatiana akan mencapai orgasme.
"Ahh Nikolas...Ti voglio bene (Aku mencintaimu *Italia)", Ujar Tatiana sambil memeluk punggung berotot suaminya yang masih bergerak diatas tubuhnya.
Gerakan Nikolas semakin lama semakin cepat memompa miliknya pada inti Tatiana. Sesaat Nikolas menatap lekat kedua mata istrinya yang juga menatapnya dengan tatapan sayu. "Ahh Tatiana..", Nikolas me*umat bibir Tatiana dengan penuh gairah.
Sementara bagian tubuh bawahnya terus bergerak hingga milik Nikolas menyemburkan cairan hangat ke inti Tatiana.
Keduanya masih berciuman mesra meskipun sudah mencapai orgasme bersamaan. Perlahan Nikolas mencabut miliknya pada inti Tatiana.
Nikolas memeluk erat tubuh istrinya kedalam dekapannya. "Aku ingin segera memiliki anak dari mu Tatiana. Aku menginginkan anak yang banyak dari mu. Kita harus konsultasi pada dokter kandungan bagaimana caranya supaya dapat anak kembar juga seperti kakak ku. Aku ingin anak kita kembar lima", Ucap Nikolas.
"What...lima?", seru Tatiana melototkan matanya sambil mengangkat wajahnya tepat diatas wajah Nikolas.
"Bisa nego...", jawab Nikolas menggaruk kepalanya sambil cengengesan saat menyadari istrinya kaget mendengar keinginannya memiliki lima anak.
Tatiana menggelengkan kepalanya sambil mendudukkan tubuhnya di samping suaminya yang bersikap konyol.
"Bagaimana kalau empat? Dua laki-laki dan dua perempuan".
"Kau pikir aku kucing Niko", protes Tatiana memukul lengan Nikolas sambil mencebikkan bibirnya. "Aku tidak mau. Aku akan melahirkan anak satu-satu saja".
"Alright, Kalau begitu aku turun kan jadi tiga saja. Dan kau harus menaikkannya. Deal?", Ucap Nikolas memeluk tubuh istrinya yang terlihat menggerutu.
"Aku ingin memiliki anak lebih banyak dari kakak ku Alvaro. Ia dan istrinya akan memiliki dua anak dan kita harus memiliki tiga".
"Saat pulang ke Madrid nanti aku akan membawa mu ke dokter kandungan yang terbaik di sana", ketus Nikolas sambil menarik tubuh Tatiana kepelukannya.
"Kau serius dengan ucapan mu ini Nikolas?", seru Tatiana kesal.
"Of course...aku serius. Apalagi yang paling didambakan pasangan suami istri selain memiliki anak-anak yang akan membuat kehidupan mereka berwarna dan menambah kebahagiaan berumah tangga", ucap Nikolas serius.
Tatiana tersenyum mendengarnya. Sebelumnya ia menganggap konyol ide suaminya itu, tapi saat mendengar ucapan Nikolas ada anak akan membuat kehidupan rumah tangga berwarna tentu saja Tatiana setuju dengan suaminya itu.
Tatiana anak tunggal yang selalu merasa kesepian selama ini. Tentu saja ia pun tidak mau hanya memiliki seorang anak saja yang akan membuat anaknya kesepian seperti dirinya. Namun Tatiana ingin melahirkan satu persatu anaknya kelak. Bukan kembar lima, empat atau tiga seperti keinginan suaminya.
__ADS_1
...***...
KARENA BAB INI PANJANG YA DENGAN CHAPTER 1500 KATA JADI EMILY HANYA UP 1 BAB LAGI YA. BAGI YANG BOSAN BISA SKIP TAPI EMILY TETAP BERHARAP KALIAN MENINGGALKAN JEJAK. VOTE LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA π