
Audri membuka pintu unit apartemen miliknya. Yang berada tidak jauh dari galeri Lethicia tempatnya bekerja.
Apartemen Audri terlihat sederhana namun sangat nyaman dan bersih. Saat pintu terbuka aroma lembut gadis itu menyeruak memenuhi indera penciuman Moreno.
"Apartemen ku sederhana saja, tidak ada yang istimewa. Namun aku sangat nyaman tinggal di sini. Dekat dengan galeri dan juga dekat dengan pusat kota", Ucap Audri sambil mempersiapkan Moreno duduk di sofa.
Namun Moreno lebih memilih melihat-lihat apartemen itu. Hingga kedua netranya berhenti pada deretan pigura foto yang tertata rapi di atas lemari sudut ruangan.
Moreno mengambil sebuah foto dan menatapnya dengan lekat. Foto anak-anak dengan pakaian ala Matador. Gadis kecil itu sangat cantik dengan rambut omre coklat bergelombang.
Alvaro tersenyum melihatnya.
"Apa yang membuat mu tertawa seperti itu, Moreno?", tanya Audri sambil menaruh oren jus dan puding buah dingin ke atas meja. Audri penasaran foto yang mana yang di lihat kekasihnya itu hingga tertawa seperti itu.
"Ternyata kau sudah cantik sedari kecil. Kau sangat menggemaskan di foto ini Audri. Kau terlihat seperti seorang matador profesional saja", ujar Moreno tanpa mengalihkan perhatiannya pada foto tersebut.
"Audri tersenyum mendengarnya. "Foto itu diambil saat pertunjukan seni di sekolah ku. Aku juga menyukai foto itu. Karena sejujurnya aku sangat kagum dengan seorang torero yang sangat ahli di dalam pertarungan melawan banteng", jawab Audri berdiri di samping Moreno yang mengusap fotonya.
"Kau tahu Moreno, sebenarnya cita-cita ku saat kecil ingin menjadi seorang matador sejati. Namun beranjak dewasa cita-cita ku berubah lagi dan terdampar di jurusan bisnis", ucap Audri mengambil foto miliknya di tangan Moreno dan menaruhnya di tempat semula.
Audri menyematkan tangannya pada lengan Moreno, mengajak laki-laki itu duduk di sofa dan menikmati minuman dan cemilan yang sudah di disiapkannya.
"Kau harus mencoba puding buah buatan ku Reno. Aku sangat suka membuat cemilan di waktu senggang ku", ucap Audri sambil menaruh puding ke atas piring kecil dan memberikannya kepada Moreno.
"Oh ya, ternyata kau memiliki ke keahlian lain ya. Aku beruntung memiliki kekasih seperti mu", ucap Moreno sambil mencicip puding buah buatan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Bagaimana, apa kau menyukainya?".
"Tidak!", jawab Moreno tanpa ekspresi.
Audri melebarkan kedua matanya.
"Tidak bisa sedikit makannya", seloroh Moreno tertawa.
"Uhhh ...Aku kita kau tidak menyukainya Reno", balas Audri tersenyum manis.
Moreno mengusap lembut wajah Audri. Perlahan ia mencium bibir Audri yang terbuka.
Beberapa saat kemudian ciuman itu menjadi lu*atan yang sangat lembut. Tubuh Audri bergetar hebat menahan gelanyar di tubuhnya. Rasanya ia sangat munafik jika mengatakan ia tidak menyukai ciuman Moreno. Perlahan tangan Audri mencengkram kemeja Moreno, sebisanya ia membalas cium itu.
"Akh...R-Reno", de*ahan lolos dari mulut Audri. Kedua jemari tangannya semakin kuat meremas lengan Moreno.
Moreno menghentikan ciumannya. "Sepertinya perkataan Alvaro harus segera aku realisasikan. Aku akan segera menemui ke dua orang tua mu Audri. Semakin cepat semakin baik. Bagaimana kalau besok, hem?", tanya Moreno di depan bibir Audri. Jemari tangan Moreno tak henti mengusap lembut bibir ranum kekasih nya itu.
"A-ku...Hm, A-ku...", Audri tergagap menatap lekat kedua netra hitam Moreno yang sedang intens pasat menatap iris nya.
"Iya, besok aku akan mengajak mu menemui keluarga ku di Valencia. Aku akan menghubungi Lethicia meminta izin. Kita naik kereta api saja ke sana yang akan di tempuh dua jam perjalanan. Kau pasti menyukai pemandangan indah kota kelahiran ku", ujar Audri dengan antusias.
"Hm... sepertinya sangat menyenangkan bepergian dengan kereta api, aku belum pernah naik kereta api", seru Moreno menggelengkan kepalanya sambil tertawa.
"Kau bisa bayangkan, sungguh membosankan hidupku".
__ADS_1
Audri tersenyum. "Benarkah? Kau belum pernah naik kereta api seumur hidup mu, Reno?"
Dengan pasti dan sungguh-sungguh, Moreno menganggukkan kepalanya.
...***...
MASIH MAU ATAU UDAH BOSAN NIH? TAPI YANG PASTI JANGAN BOSAN DUKUNG MA DENGAN VOTE, LIKE KOMEN KOPI DAN BUNGA YA 🙏
*
YUK BACA JUGA :
PENGANTIN PENGGANTI
MENJADI YANG KEDUA
FIRST LOVE LAST LOVE
AIR MATA SCARLETT
SERPIHAN HATI ELLENA
__ADS_1