MARRIAGE AGREEMENT

MARRIAGE AGREEMENT
Pacar Baru James


__ADS_3

Kesabaran perempuan itu menuai hasil. Orang yang ditunggu-tunggunya muncul. Hatinya girang sekali. James keluar dari pusat kebugaran dengan tas olahraga tersampir di bahunya. Pemuda itu  sendirian.


Tapi kegembiraan hati Aileen tak bertahan lama. Tiba-tiba seorang perempuan berambut ikal panjang kecoklatan muncul. Ia  memanggil James. Pemuda itu menoleh.  Ia tertawa lepas pada perempuan yang memakai tank top putih dan celana jeans super pendek itu.


Aileen menggigit bibirnya. Firasatnya mengatakan bahwa hal buruk akan terjadi. Dan benar saja. Perempuan seksi itu berjalan mendekati James dan…menggandeng tangannya.


Hati Aileen terasa hancur berkeping-keping tatkala James menggenggam erat tangan wanita itu! Mereka lalu berjalan bersama meninggalkan pusat kebugaran dengan wajah berseri-seri.


“Ayo, Sam. Kita temui mereka,” kata Aileen cepat.


Tanpa ba-bi-bu lagi perempuan itu bergegas melangkah mendekati James dan pasangannya. . Samuel dengan sigap menyusul istrinya. Dia menguatirkan keadaan Aileen. Tapi dirinya tak kuasa mencegah wanita itu melabrak kekasih yang telah mengkhianati cintanya.


Ketika mereka berdua sampai di depan James dan kekasih barunya, terlihat jelas pemuda itu terkejut sekali. Matanya terbelalak melihat kehadiran Aileen.


“Halo, James,” sapa perempuan itu dengan suara keras. “Lama sekali nggak ada kabar. Rupanya sudah punya pacar baru, ya?”


Pemuda itu tampak tidak senang dengan sindiran Aileen. Sementara itu perempuan cantik dan seksi di sampingnya menoleh padanya meminta penjelasan.


Aileen yang cepat tanggap langsung mengulurkan tangan dan memperkenalkan dirinya. “Halo. Nama saya Aileen. Mantan pacar James. Apakah Anda pacar barunya?” tanya perempuan itu to the point. Sorot matanya menatap tajam wanita itu.


Cantik dan seksi sekali orang ini, pujinya dalam hati. Pakaiannya ketat dan terbuka. Menampakkan lekak-lekuk tubuhnya yang aduhai tanpa cela. Pantas James kecantol. Tangannya kan nakal sekali. Suka gerayang-gerayang. Tapi…kelihatannya perempuan ini lebih tua umurnya. Jangan-jangan istri orang. Atau…janda barangkali?


“Nama saya Yashinta,” jawab perempuan yang memakai make-up lengkap itu sambil menerima uluran tangan Aileen.

__ADS_1


Selesai berjabat tangan dengan pacar baru James, Aileen berpaling pada pemuda itu. Dia berkata, “Selamat ya, James. Kamu sudah mendapatkan pacar baru yang…ehm…keren.”


James diam saja. Tak ditatapnya Aileen sedikitpun. Wanita itu berusaha menahan air matanya. Tega sekali, batinnya getir. Sedingin itukah hatimu, James? Bahkan untuk menatap wajahku pun kamu tak sudi?


Merasa kesal dengan sikap acuh tak acuh kekasihnya, Aileen berusaha menyakiti hati pemuda itu dengan cara memperkenalkan Samuel pada Yashinta.


“Mbak Yashinta, ini kenalkan suami saya. Samuel namanya,” ucapnya serileks mungkin.


Samuel mengikuti saja keinginan istrinya itu. Dia mengulurkan tangannya pada Yashinta sambil tersenyum sopan. Tangan perempuan itu menyambutnya dengan hangat.


Jantung Aileen berdegup kencang. Dia tak tahu apa lagi yang akan dilakukannya kemudian. Ingin sekali dia menyakiti perasaan James. Tapi entah bagaimana caranya. Mental pemuda itu kelihatannya kuat sekali. Kehadiran Samuel di samping Aileen kelihatannya sama sekali tak mengusik hatinya.


Perempuan itu terkejut sekali tatkala merasakan lengan hangat Samuel merangkul bahunya. “Sudah waktunya kita pulang, Sayang,” ucap pria itu mesra. “Nanti di rumah kumasakkan makanan kesukaanmu, ya. Mari James, Yashinta. Kami pamit dulu.”


Saat itulah tatapan James beralih pada Aileen dan Samuel. Kelihatan sekali sorot mata itu dipenuhi perasaan cemburu. Hati Aileen bersorak-sorai. Dia merasa puas sekali.


Sementara itu James dan Yashinta masih menatap pasangan suami-istri yang sudah berjalan jauh di depan mereka itu.


“Mereka serasi sekali ya, James,” puji perempuan seksi itu. “Sudah lama nikahnya? Masih kelihatan mesra begitu.”


“Nggak tahu,” jawab James asal-asalan. “Aku udah lama putus sama Aileen. Nggak pernah kontak lagi sama dia. Eh, ternyata udah nikah. Ya syukur deh, kalau begitu. I’m very happy for her.”


Yashinta manggut-manggut saja. Dia baru satu minggu menjadi pacar pemuda ini. James memang lebih muda enam tahun darinya. Tapi janda cerai tanpa anak itu tak mempersoalkan hal itu. Yang penting mereka sama-sama suka dan bisa saling mengimbangi.

__ADS_1


Wanita itu tidak tahu betapa Aileen menangis tersedu-sedu ketika sudah berdua saja dengan Samuel di dalam mobil. Air matanya jatuh bercucuran tiada henti. Samuel sampai tak tahu bagaimana cara menenangkannya.


Lidah pria itu terasa kelu. Dia marah sekali pada James yang telah berselingkuh dengan perempuan lain. Pun tak dapat dihajarnya pemuda itu di depan Aileen. Takut istrinya itu akan semakin tertekan dan malah membahayakan janin dalam kandungannya.


Samuel akhirnya memilih untuk diam saja. Dia mengemudikan mobil meninggalkan tempat parkir mal tersebut. Dibiarkannya istrinya menangis sepuas-puasnya. Barangkali dengan cara demikian perasaan Aileen akan lebih lega, batin pria itu penuh harap.


Sementara itu Aileen dalam hati berkali-kali mengutuk James. Juga membodoh-bodohi dirinya sendiri mengapa sampai bisa dipermainkan pemuda itu. Hatinya… harkat dan martabatnya sebagai wanita sudah diserahkan seluruhnya pada James. Tak ada lagi yang tersisa kini. Malah dalam rahimnya telah tumbuh buah cintanya bersama pemuda itu.


Cuih! Buah cinta keparat! maki Aileen dalam hati. Aku benci mengandung benih orang jahat itu. Benci!


Dipukul-pukulinya perutnya yang masih rata itu. Samuel kaget sekali. Tangan kirinya sontak memegang tangan sang istri. Mencegahnya memukuli perutnya lagi.


“Anak itu nggak bersalah, Leen. Jangan kamu lampiaskan amarahmu padanya!”


“Tapi…tapi papanya jahat sekali, Sam. Dia…dia sudah mengkhianatiku. Selingkuh dengan perempuan lain!”


“James memang salah. Tapi anaknya nggak berdosa. Dia nggak tahu apa-apa, Leen.”


Samuel menghentikan mobilnya di tepi jalan. Dia berpaling pada perempuan yang duduk di sebelahnya itu. Ditatapnya mata Aileen lekat-lekat. Istrinya itu sampai bergidik melihatnya.


“Anak ini…,” kata pria itu sambil menyentuh lembut perut sang istri. “Memang darah daging James. Tapi karena dia sudah menjalani hidup baru sekarang, kurasa dia takkan peduli lagi dengan segala hal yang berkaitan denganmu, Aileen.”


Air mata perempuan itu berlinang kembali. Samuel menghapus air mata itu dengan punggung tangannya.

__ADS_1


Lalu dengan lembut pria itu berkata, “Biarlah anak ini menjadi anak kita, Leen. Barangkali ini sudah menjadi kehendak Tuhan. Jadi kita tidak perlu susah-susah mengadopsi anak. Kamu juga nggak perlu berpura-pura hamil. Nanti kalau setelah melahirkan kamu masih ingin mengasuh anak ini, tetaplah tinggal bersama kami. Tapi….”


Kata-kata laki-laki itu terhenti. Dia menggigit bibirnya getir. Lalu dipaksakannya dirinya untuk berkata, “Kalau kamu kelak menemukan laki-laki yang mencintai dan dicintai olehmu dengan sepenuh hati…pergilah, Aileen. Hiduplah bersama orang itu. Aku ikhlas. Kalaupun kamu masih  ingin mengunjungi anak ini, aku takkan keberatan. Kalian bebas bertemu kapan saja. Asalkan dia secara hukum tetap menjadi anakku. Penerus keluarga Manasye. Bagaimana?”


__ADS_2